Selasa, 26 Februari 2013

Mengirim Fatihah Untuk Mayit Menurut Imam Syafi'i

.>>>http://www.salafyciampeabogor.blogspot.com<<<
بسم الله الرحمن الرحيم
Hati-hati Bid'ahPertanyaan: Saya mau tanya, kalo mau kirim Al-Fatihah, kalau kita tidak tau bin-nya, yang lebih afdol pake pulan / Adam? Terima kasih.
Jawaban: Mengirim Al-Fatihah kepada orang yang sudah meninggal termasuk bid'ah atau mengada-ada dalam agama, karena tidak ada dalil dari Al-Qur'an maupun As-Sunnah yang menunjukkannya. Dan Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah termasuk yang berpendapat bahwa pahalanya tidak akan sampai kepada mayit, berdasarkan firman Allah ta'ala,
وأن ليس للإنسان إلا ما سعى
"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." [An-Najm: 39]
Ulama besar Mazhab Syafi'i, Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi'i rahimahullahberkata,
ومن وهذه الآية الكريمة استنبط الشافعي, رحمه الله, ومن اتبعه أن القراءة لا يصل إهداء ثوابها إلى الموتى; لأنه ليس من عملهم ولا كسبهم; ولهذا لم يندب إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم أمته ولا حثهم عليه, ولا أرشدهم إليه بنص ولا إيماء, ولم ينقل ذلك عن أحد من الصحابة, رضي الله عنهم, ولو كان خيرا لسبقونا إليه, وباب القربات يقتصر فيه على النصوص, ولا يتصرف فيه بأنواع الأقيسة والآراء, فأما الدعاء والصدقة فذاك مجمع على وصولهما, ومنصوص من الشارع عليهما
"Dari ayat yang mulia ini, Imam Syafi'i rahimahullah dan pengikutnya ber istimbathbahwa bacaan (Al-Qur'an) tidak sampai kepada orang-orang mati, karena bacaan tersebut bukan praktek mereka, bukan pula usaha mereka. Oleh karenanya Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam tidak mensunnahkannya untuk umatnya, tidak mendorong mereka untuk melakukannya, tidak pula membimbing mereka dengan sebuah nash , tidak pula dengan sinyal. Dan juga, tidak dinukil hal itu dari seorang sahabatradhiyallahu'anhum , andaikan itu baik, tentunya sahabat telah mendahului kita melakukannya. Dan masalah al-qurubaat (ibadah-ibadah khusus untuk taqarrub kepada Allah Ta'ala) harus berdasarkan nash-nash , tidak bisa berdasarkan kias-kias dan akal-akal. Adapun doa dan sedekah telah disepakati (ulama) pada sampainya kedua praktek tersebut ( kepada orang mati), dan kedua praktek itu ada nash nya dari pembuat syari'ah. "[ Tafsir Ibnu Katsir , 7/465]
Oleh : Ust. Sofyan bin Idham Ruray, Lc
Sumber :http://nasihatonline.wordpress.com/2012/12/11/mengirim-fatihah-untuk-mayit-menurut-imam-syafii/
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

1 komentar:

  1. Terus gaumkan keyakinan bahwa kirim Al Fatihah bagi orang telah meninggal ataupun yang masih hidup,sama sekali tidak pernah dicontohkan Rasulullah alias bind'ah. Karenanya,ritual seperti itu hanya mitos belaka. Alquran telah memberikan batasa tentang mitos sebagaimana tertera dalam QS53:23, artinya:Dia (berhala)itu tidak lain hanya nama-nama yg kamu dan bapak-bapakmu ada-adakan, Allah tidak menurunkan syariat (penyembahan) tsb. Mereka hanya mengiukti dugaan-dugaan dan apa yg diingini sesuai hawa nafsunya....

    BalasHapus