[BANTAHAN JILID 2]>>GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (Bag.2)

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (Bag.2)

Bismillahirrohmanirrohim. o
gelora fitnah sekjen gp anshor 2

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (ANTARA KRITIKAN TERHADAP SEBUAH BUKU DENGAN AMBISI BOOMBASTIS MENGUNDANG MASS MEDIA HANYA UNTUK MENUDUH BERDASARKAN DUGAAN DENGAN DATA KADALUARSA EMPATBELAS TAHUN YANG LALU)

Bag.2


5. Mari Sejenak Duduk di Dalam Beranda “Rumah” Pak Sekjen

Sebuah hasil wawancara Metro TV terkait tuduhan ambisius Ekstrimisme radikalis dirilis:

Nukilan:
“GP Ansor: Tarik Buku Berbau Ekstremisme dari Peredaran
Arga sumantri – 21 Januari 2016 11:34 wib

Metrotvnews.com, Depok: Buku pelajaran anak taman kanak-kanak berbau ajaran keagamaan ekstrem muncul di Depok. Buku ditemukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor berdasarkan laporan orangtua salah satu murid TK, Selasa, 19 Januari.

GP Ansor menghendaki, pemerintah kota dan dinas terkait turun tangan menindaklanjuti beredarnya buku tersebut. Buku itu selaiknya ditarik dari peredaran.

“Karena ini mengandung dan menanamkan benih radikalisme di anak usia emas,” kata Sekjen GP Ansor Adung Abdurochman saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (21/1/2016).
Buku berbau ekstremis keagamaan ini dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis berjudul ‘Anak Islam Suka Membaca’. Di dalamnya terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme, di antaranya sabotase, gelora hati ke Saudi, bom dan sahid di medan jihad.

Selain itu, ada kalimat dan kata-kata yang mengandung ekstremisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘gegana ada di mana’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’.

Menurut Adung, peredaran buku tersebut membahayakan. Sebab, istilah-istilah ekstrem yang ada di buku akan tertanam dan diingat anak hingga dewasa.-selesai penukilan –

http://m.metrotvnews.com/read/2016/01/21/472671

Lihatlah beberapa kosa kata atau kalimat yang ditemukannya untuk kemudian digunakan oleh bapak Sekjen GP. Anshor memvonis ekstremis radikalis terhadap si penulis buku, ada kalimat:

“sahid di medan jihad. Selain itu, ada kalimat dan kata-kata yang mengandung ekstremisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’.

Kemudian Pak Sekjen menuntut, ” …pemerintah kota dan dinas terkait turun tangan menindaklanjuti beredarnya buku tersebut. Buku itu selaiknya ditarik dari peredaran.
“Karena ini mengandung dan menanamkan benih radikalisme di anak usia emas,” kata Sekjen GP Ansor Adung Abdurochman saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (21/1/2016).”

Baiklah,
Sekarang mari kita simak rangkaian kalimat di bawah ini terkait isi beranda rumah Pak Sekjen GP. Anshor dan kami berharap sangat agar pembaca bisa menggunakan akal sehatnya seilmiyah mungkin untuk membandingkan mana yang lebih parah nilai radikalis ekstremisnya sesuai kriteria yang dikonferensiperskannya.

Contoh Pertama,
Berikut ini adalah gambar logo Banser:

Gambar 11. logo Banser ada dua senjata tajam, belati dan celurit.

Keterangan:
Logo atau Lambang Banser berbentuk segi lima. Dengan warna dasar berwarna orange tua, di bagian dalam lambang terdapat gambar belati, celurit, sayap, logo ansor, dan tulisan BANSER secara jelas.
Url bukti:  http://www.dakwah.web.id/2015/07/animasi-bbm-lambang-banser-ansor.html

“Belati adalah sejenis senjata tajam yang fungsinya untuk menusuk atau menikam. Penggunaannya dapat dengan cara digenggam atau dilemparkan. Ukurannya dapat lebih kecil atau lebih besar daripada pisau.” https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belati

Belati adalah sejenis senjata tajam

Gambar 12. Belati adalah sejenis senjata tajam yang fungsinya untuk menusuk atau menikam.

“Celurit menjadi senjata khas suku Madura yang biasa digunakan sebagai senjata carok. Senjata ini sudah melegenda sebagai senjata yang biasa digunakan oleh tokoh bernama Sakera. Masyarakat Madura biasanya memasukkan khodam, sejenis makhluk gaib yang menempati suatu benda, ke dalam celurit dengan cara merapalkan doa-doa sebelum carok.” https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sabit

sabit

Gambar 13. Celurit senjata tajam.

Kami bertanya kepada Pak Sekjen terkait keberadaan gambar senjata tajam belati dan celurit pada logo Banser tersebut.
Bedasarkan temuan di atas, apakah Banser dalam sekejap bisa dituding sebagai jaringan kelompok radikal ekstremis sehingga anda menuntut pemerintah agar melarang dan membubarkannya!? Silakan dijawab dengan kriteria yang sama yang anda gunakan untuk memvonis buku Anak Islam Suka Membaca. Allahul musta’an.

Kita masih di dalam beranda rumah Pak Sekjen….

Contoh Kedua,
Diantara kosa kata di dalam buku Anak Islam Suka Membaca (AISM) yang dijadikan dalih untuk memvonisnya terkait dengan jaringan radikal kelompok Solo yang mencuci otak anak-anak di usia emas adalah kata “jihad”. Sekarang mari kita saksikan bukti di bawah ini:

totalitas

Gambar 14. Totalitas mendirikan lembaga pendidikan yang menggelorakan paham radikalisme secara menyeluruh mulai dari tingkatan terkecil sampai dewasa!

Kami tanyakan kepada pak Sekjen, dengan cara apa anda menghukuminya penampakan nyata radikalisme ini?! Apakah anda akan menggunakan timbangan yang sama dengan cara anda membual tentang isi buku AISM berikut penulis dan penyuntingnya ataukah anda memiliki timbangan lentur yang bisa ditarik ulur sekehendak hawa nafsu anda? Allahul musta’an.

Contoh Ketiga,

Nukilan:

“Darah dan nyawa telah kuberikan Syuhada rebah Allahu Akbar
Kini bebas rantai ikatan
Negara jaya Islam yang benar
Berkibar tinggi panji gerakan
Iman di dada patriot perkasa
Ansor maju satu barisan Seribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim Makmur semua lenyap yang nista
Allahu Akbar – Allahu Akbar
Pajar baja gerakan kita
Bangkitlah bangkit putra pertiwi
Tiada gentar dada ke muka Bela agama bangsa negeri”

Lihatlah dan bacalah dengan seksama lirik di atas lalu bandingkan dengan beberapa kata kunci postingan Metro TV dan mass media lainnya sebagai dasar untuk menuduh secara dzalim buku Anak Islam Suka Membaca (AISM) sebagai buku cuci otak ekstremis radikalis “teroris”.

Kami ingin bertanya kepada Pak Sekjen, apakah pelarangan mengajarkan kata-kata yang mengandung “ekstremisme” hanya terbatas untuk anak-anak saja?
Adapun bagi orang-orang yang telah dewasa, yang telah berakal penuh, secara fisik dan kekuatan telah mampu memanggul senjata, memegang bom dan parang dsb dibolehkan untuk diajarkan, ditanamkan benih radikalisme dan dinyanyikan lirik yang “berbau ajaran keagamaan ekstrem” seperti yang anda katakan?!

fitnah kejinya

Gambar 15. Fitnah kejinya terus menggelinding liar menjadi buku pelajaran “teroris”. Na’udzubillah.

Iya, kami benar-benar sedang bertanya kepada anda agar anda menjawab secara jujur, adil, penuh semangat konferensi pers sebagai tokoh negarawan yang anti radikal tatkala temuan ajaran ekstrem dan ilmiyah untuk menghukumi Lirik Mars GP Ansor di atas sebagaimana anda meledakkan, memelintir, memfitnah dan mempolitisir secara bombastis isyu isi kosa kata di dalam buku AISM (Anak Islam Suka Membaca) yang disunting oleh ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah dan mengaitkannya dengan jaringan “teroris” radikal ekstrem.

Url bukti: http://ansorpurwakarta.blogspot.co.id/2013/05/blog-post.html

mars gp anshar berbau ekstrim

Gambar  16. Mars GP. Anshor “berbau ajaran keagamaan ekstrem”?! “Darah dan nyawa telah kuberikan…Syuhada rebah Allahu Akbar… Ansor maju satu barisan…. Seribu rintangan patah semua…. Seribu rintangan patah semua…. Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim….. Makmur semua lenyap yang nista… Tiada gentar dada ke muka… Bela agama bangsa negeri.

Contoh Keempat,
Kami akan menyodorkan contoh lainnya dari lirik yang berbau ajaran keagamaan “ekstrem” sebagaimana kriteria yang ditelevisikan kepada Metro TV oleh bapak Sekjen untuk menuduh dan memvonis pihak lain.

Nukilan:

“Izinkan ayah Izinkan ibu
Relakan kami pergi berjuang
Dibawah kibaran bendera NU
Majulah ayo maju serba serbu (serbu)

Tidak kembali pulang
Sebelum kita yang menang
⇒Walau darah menetes di medan perang
Demi agama ku rela berkorban Maju ayo maju ayo terus maju Singkirkanlah dia dia dia Kikis habislah mereka Musuh agama dan ulama

Wahai barisan Ansor serbaguna
Dimana engkau berada (disini)
Teruskanlah perjuangan
Demi agama ku rela berkorban

Sebagaimana sebelumnya, sesungguhnya kami hanyalah berharap bapak bisa memvonis dengan timbangan yang sama persis Mars Banser di atas sebagaimana bapak telah menimbang dan memvonis Wahabisme: “Pimpinan pusat GP Ansor mengawatirkan paham radikalisasi telah menyebar luas ketingkat anak-anak usia dini melalui buku beraliran wahabisme di sekolah.” http://m.detik.com/news/foto-news/3122890/ansor-kecam-buku-bacaan-anak/2#detailfoto

relakan kami pergi berjuang

Gambar 17. Relakan kami pergi berjuang… Majulah ayo maju serba serbu (serbu)… Walau darah menetes di medan perang… Maju ayo maju ayo terus maju… Singkirkanlah dia dia dia… Kikis habislah mereka…. Musuh agama dan ulama… Demi agama ku rela berkorban.

Jika beliau, pak Sekjen tidak mampu dan tidak mau (dan inilah keyakinan kami!) menghukumi Mars GP. Anshor dan Mars Banser sebagaimana memvonis, memolitisir dan mempress riliskan temuan besarnya keterkaitan penulis AISM dengan kelompok jaringan radikal ekstrem HANYA KARENA KEBERADAAN kata “jihad, rela mati bela agama, bila agama kita dihina kita tiada rela” di buku AISM maka yakinlah anda sekalian tanpa harus ragu sedikitpun bahwa vonis dan opini yang beliau sebarluaskan terkait Salafy Wahabi Saudi terlibat jaringan Radikalis Ekstremis benar-benar adalah vonis dusta, fitnah keji dan mengada-ada yang dilandasi oleh kebencian yang luarbiasa tanpa didukung oleh secuilpun bukti dan fakta yang nyata.

Bankan lihatlah wahai saudaraku sekalian nampak jelas Mars Banser dan Mars GP. Anshor mengandung muatan radikalis ekstremis yang jauh lebih dahsyat dibandingkan isi buku AISM sesuai kriteria yang dikonferensiperskan pak Sekjen.
Itu semua adalah susunan kalimat sempurna yang terangkai dari beberapa kata dengan makna yang bisa dipahami oleh kita semua tanpa kita harus memperkosa dan meliarkan maknanya agar memcocoki hawa nafsunya.

Jika terhadap anak-anak TK saja yang belum mampu mengangkat senjata, belum bisa merakit bom dan belum tentu tahu apa arti kosa kata yang dibacanya itupun bapak sudah menuntut AISM dilarang digunakan lalu bagaimana mungkin terhadap orang-orang dewasa dengan sekian banyak anggota yang tersebar di seluruh penjuru tanah air , yang mampu mengangkat beban beratnya senjata berat dan senjata ringan, bom dan sejenisnya boleh dan bebas-bebas saja diajarkan ajaran ekstremisme dan radikalisme sesuai kriteria yang telah bapak gunakan untuk memvonis Wahabi?!”

Adakah radikalis ekstremis hanya berlaku untuk memvonis orang lain sementara untuk dirinya sendiri membolehkan radikal bebas diajarkan dan dinyanyikan sampai mati?!

Anggaplah ini sebagai salah satu bantuan info A1 langsung dari sumber resminya yang diposting sendiri oleh narasumbernya (berdasarkan data di situs tersebut) kepada Pak Sekjen tanpa kami “meliarkan” pemaknaan kosa kata yang berdiri sendiri tidak saling terkait menjadi sebuah (stabilo kuning) kalimat untuk menjustifikasi tujuannya.

Bisa jadi para pembaca akan menemukan rekaman suara atau video Mars GP. Anshor dinyanyikan, tetapi jangan kaget jika ternyata yang menyanyikannya dengan memekikkan takbir Allahu Akbar… Allahu Akbar… Darah dan nyawa telah kuberikan…Syuhada rebah Allahu Akbar itu ternyata adalah sekumpulan orang-orang Kristen dari Paduan Suara Universitas Kristen Satya Wacana pada harlah GP. Anshor yang ke-78 di Stadion Manahan Solo. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Mars GP. Anshor... Takbir Allahu Akbar bersama nashara

Gambar 18. Mars GP. Anshor… Takbir Allahu Akbar – Allahu Akbar dipekikkan oleh orang-orang Nashara dari paduan suara Suara Universitas Kristen Satya Wacana.

Kita tunggu press rilis Pak Sekjen berikutnya, benarkah beliau masih konsisten anti-radikalis anti ekstremisme menyikapi isi beranda rumahnya?! Ataukah beliau cuma sebatas memiliki kemampuan (memaksa) merangkai kata-kata dengan stabilo untuk memfitnah pihak lain? Allahul musta’an.

Catatan kecil:
Jika Pak Sekjen bertanya kepada kami, menurut kamu sendiri apakah Mars GP. Anshor dan Mars Banser mengandung upaya cuci otak kepada orang dewasa untuk menanamkan pemahaman radikal ekstrem kepada anggotanya sebagaimana saya telah memvonis buku AISM:
“sahid di medan jihad. Selain itu, ada kalimat dan kata-kata yang mengandung ekstremisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’.

Tentu saja kami jawab tanpa ragu,
Apakah kami akan ikut-ikutan latah tergiur bersikap ambisius, tendensius, apriori, fitnah bombastis, politis dan kekanak-kanakan dengan menuding itu adalah ajaran radikalis ekstremis? Apakah karena kami tidak sependapat dengan anda lalu dienul Islam menghalalkan untuk melemparkan fitnah keji dan kedustaan kepada muslim yang lainnya?!?! Tentu tidak wahai pak Sekjen! Haram hukumnya memfitnah.

Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إياكم والظنَّ، فإنَّ الظنَّ أكذب الحديثِ

“Jauhilah prasangka, karena prasangka (menuduh tanpa dasar) itu adalah sedusta–dusta perkataan….”

وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ

“Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”

Adakah setelah Allah dan Rasul-Nya memerintahkan untuk menjauhinya lalu seorang muslim yang taat dan mengharapkan ridha dan jannah-Nya malah memungutnya dan menunggangi hawa nafsunya untuk menjatuhkan muslim yang lainnya?! Na’udzubillahi min dzalik.

Bagaimana dikatakan kalimat “Relakan kami pergi berjuang… Majulah ayo maju serba serbu (serbu)… Walau darah menetes di medan perang… Maju ayo maju ayo terus maju… Singkirkanlah dia dia dia… Kikis habislah mereka…. Musuh agama dan ulama… Demi agama ku rela berkorban…Darah dan nyawa telah kuberikan…Syuhada rebah Allahu Akbar….Teruskanlah perjuangan Demi agama ku rela berkorban” dicap radikal ekstrem? Bahkan itu adalah kewajiban setiap muslim. Allahu a’lam.

BERSAMBUNG IN SYA ALLAH

Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Klik ➡JOIN Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

Artikel terkait:

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (Bag.1)

Sumber : http://tukpencarialhaq.com/2016/01/25/gelora-fitnah-sekjen-gp-anshor-adung-abdurrohman-yang-didustakan-oleh-bukti-dan-kenyataan-bag-2/#more-11034

>>ISIS ADALAH PELAKSANA PROYEK ZIONIS, SEBUAH RENUNGAN (HANYA BAGI ORANG-ORANG YANG CERDAS SAJA)

ISIS ADALAH PELAKSANA PROYEK ZIONIS, SEBUAH RENUNGAN (Hanya Bagi Orang-orang Yang Cerdas Saja)

Bismillahirrohmanirrohim. o
ISIS ADALAH PELAKSANA PROYEK ZIONIS

ISIS ADALAH PELAKSANA PROYEK ZIONIS,  SEBUAH RENUNGAN (HANYA BAGI ORANG-ORANG YANG CERDAS SAJA)


ISIS, nama ini yang muncul di hadapan kita secara tiba-tiba tanpa pendahuluan. Kelompok ini tiba-tiba mengancam seluruh dunia (menurut media).
Pertanyaannya, kenapa ISIS merubah namanya menjadi “Negara Islam”?!
Jawabannya: agar   chanel-chanel berita dan media massa internasional bisa mengkritik Islam dan negara-negara muslim tanpa merasa bersalah. Jadi makna “negara Islam” sifatnya umum dan itulah tujuannya dan itu yang akan melekat dalam ingatan generasi-generasi mendatang bahwa semua negara Islam adalah “teroris”.
Berikut ini bukti-bukti yang lain yang menegaskan bahwa ISIS melaksanakan proyek Zionis:
1. Dahulu kelompok ISIS dan sebagian orang-orang yang menyerukan jihad menyerang negara-negara Teluk dan memprovokasi rakyat untuk melawan mereka dengan dalih bahwa negara-negara tersebut merintangi mereka dan menghalangi mereka menuju Palestina untuk memerangi Zionis. Ucapan ini awalnya mendapatkan sedikit penerimaan di kalangan para pemuda. Namun Allah menghendaki tersingkapnya sikap main-main mereka dan jelasnya kedustaan mereka ketika terjadi revolusi Suriyah. Ini dia buktinya, sekarang ketika Suriyah membuka perbatasannya dan terhubung dengan perbatasan bumi yang dicaplok (Palestina), dan tidak ada pihak yang menghalangi orang-orang yang ingin memerangi Zionis, dan tidak ada yang mengurangi mereka kecuali karena memang tidak adanya niat yang jujur.
Namun ternyata apa yang terjadi?!
Apakah orang-orang yang mengkoar-koarkan jihad dan mengaku mencintai Masjid al-Aqsha dari kalangan ISIS melakukan persiapan untuk memerangi Zionis setelah lenyapnya apa yang dianggap sebagai penghalang itu, yaitu karena negara-negara Teluk melarang mereka?!
Jawabannya: tidak.
Kenapa?!
Karena di sana ada sebab lain yang memang diada-adakan untuk membenarkan ketidakmauan mereka menghadapi Yahudi. Yaitu harus terlebih dahulu membebaskan Jazirah Arab (dari para rezimnya, menurut mereka, baca; memberontak -pent), baru setelah itu membebaskan al-Quds (Masjid al-Aqsha)!!
Pertanyaannya: Apakah berkelit dan mencari-cari berbagai alasan semacam ini untuk meninggalkan jihad memerangi Zionis bisa diterima menurut syari’at, akal, dan ucapan, bagi siapa saja yang memang benar-benar ingin berjihad, dalam keadaan perbatasan terbuka dan jalan menuju al-Quds tidak ada yang merintanginya kecuali tekat membaja dan tawakkal kepada Allah serta kejujuran niat yang semua inilah yang sebenarnya tidak mereka miliki?!
2. Ketika Yahudi mencabik-cabik Ghaza dan membunuh anak-anak dan para wanita di bulan Ramadhan, ISIS ketika itu berada di Suriyah, namun kita tidak menyaksikan sedikitpun perlawanan untuk menolong anak-anak Ghaza, atau minimalnya untuk mengalihkan perhatian Zionis dari anak-anak itu, padahal tidak ada sesuatupun yang menghalangi mereka untuk masuk ke bumi yang dicaplok tersebut.
Di sini terkumpullah dua hal:
Pertama: Hilangnya apa yang dianggap sebagai penghalang, karena tidak ada pemerintah Arab yang melarang mereka, karena Suriyah dalam situasi revolusi.
Kedua: Adanya alasan insidentil untuk membenarkan, yaitu permusuhan terhadap Ghaza. Walaupun demikian, tidak ada seorangpun dari mereka yang tergerak untuk berjihad atau untuk melancarkan kegiatan-kegiatan melawan Zionis.
Pertanyaannya: Mengapa ISIS tidak menolong anak-anak Ghaza pada waktunya?! Apakah anak-anak itu tidak berhak mendapatkan pertolongan sebagai balasan atas penjajahan Zionis?! Ataukah tidak boleh menolong mereka kecuali setelah “membebaskan” Jazirah Arab dan memecah belah rakyatnya yang mereka adalah kaum Muslimin?!
Sungguh aneh keadaan mereka!!
3. ISIS mengumumkan di pemberitaan mereka bahwa sesungguhnya mereka berperang di Yaman, Libya, Iraq, Mesir, Sinai, dan Suriyah, dan mereka membanggakan hal itu. Namun jika Anda bertanya kepada mereka, “Jika kalian siaga di tempat-tempat tersebut, maka mengapa kalian hanya meloncati Zionis dan tidak mendekati mereka?!”
Setelah pertanyaan ini Anda menurut mereka akan dianggap musuh yang sangat berbahaya.
4. Kelompok ISIS mengklaim memiliki pasukan dan kekuatan dan mencaplok beberapa bagian dari wilayah Iraq dan Syam dan mereka mendirikan negara, kemudian mereka mengumumkan siap untuk membebaskan (memberontak -pent) Jazirah Arab.
Pertanyaannya: Jika kalian benar-benar memiliki kekuatan dan kemampuan, mengapa kalian tidak menggulingkan Basysyar Asad dan kalian mengistirahatkan saudara-saudara kalian kaum Muslimin dari kejahatan permusuhannya?!
Bukankah hal ini lebih utama menurut syari’at karena mereka sangat mendesak untuk dikeluarkan dari penderitaan berat ini, terkhusus anak-anak dan para wanita serta orang-orang yang tertindas dari kaum Muslimin di Suriyah?!
Manakah yang lebih utama, kepala Basysyar ataukah menggulingkannya atau mengancam negara-negara yang tenang dan rakyatnya dalam keamanan?!
Jika membebaskan Palestina dan menggulingkan Basysyar bukan prioritas menurut ISIS, maka mengapa mereka tidak menggulingkan Pemerintah Iraq yang berhaluan Syi’ah tidak dan mencabutnya hingga ke akar-akarnya?! Bukankah mereka adalah musuh-musuh ISIS?!
Bukankah ini lebih utama dibandingkan mengancam rakyat muslim yang berpegang teguh dengan as-Sunnah di negara-negara Teluk?!
Jika mereka benar-benar memiliki kemampuan personil dan materi, maka mengapa mereka tidak menolong Ahlus Sunnah di Ahwaz yang dijajah oleh Iran dan membebaskan mereka dari para mullah dan kekuasaannya?!
Bukankah ini lebih utama dibandingkan usaha membebaskan pihak-pihak yang tidak perlu untuk kalian bebaskan sebagaimana yang kalian klaim?!
Semua ini merupakan prioritas penting menurut syari’at dan akal bagi siapa saja yang tujuan mereka benar-benar jujur untuk meninggikan kalimat Allah.
5. Dari waktu ke waktu ISIS mengumumkan bahwa mereka menyerang dan membunuh Syi’ah di Iraq dan menyebarkan pembunuhan di tengah-tengah mereka sebagai bentuk pembelaan agama, tetapi anehnya kita tidak menyaksikan para milisi Syi’ah bergerak untuk memerangi ISIS dan bergabung dengan pasukan sekutu untuk menghentikan kejahatan mereka terhadap Syi’ah yang merupakan bangsa mereka.
Pertanyaannya: Apakah masuk akal mereka benar-benar membunuh Syi’ah, sementara kita tidak menyaksikan milisi Syi’ah seperti milisi Muqtada as-Shadr minimilnya yang mau bangkit meredam kejahatan mereka, dan kita tidak menyaksikan cuplikan video yang jelas yang tidak menyisakan keraguan?!
6. Di saat ISIS mengancam negara-negara Teluk dengan pembebasan yang mereka klaim itu dan mereka menutup mata dari prioritas-prioritas utama yang telah lalu penjelasannya, kita menjumpai ancaman-ancaman ini tidak tertuju kepada negara-negara lain yang dihantam angin propaganda The Arab Spring, dan mereka sama sekali menyebutnya kecuali untuk menggoncang rasa aman dan menimbulkan ketidaktenangan.
Pertanyaannya: Apakah ini maksudnya adalah bahwasanya negara-negara yang rezimnya digulingkan pada masa revolusi The Arab Spring telah bebas dan tidak perlu lagi dibebaskan oleh ISIS, ataukah yang dimaksud adalah pembebasan dari Islam menuju sekulerisme sebagaimana yang terjadi di Tunisia?!
SELESAI ALHAMDULILLAH
Saluran telegram “Rudud Manhajiyyah”
Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Klik ➡JOIN Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com
Text arabic:
للعقول الراقيه فقط
 داعـش منظمـة يهوديـة
دلائل دامغة تثبت أن داعش تنفذ مشروعا صهيونيا
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله.
داعش هذا الاسم الذي ظهر لنا فجأه بدون مقدمات.
تلك الجماعة التي أصبحت فجأه تهدد العالم بأسره
(كما روج لها الإعلام)
السؤال: لماذا غيرت داعش مسماها إلى الدولة الإسلامية؟
الجواب: حتي يتاح للقنوات الإخبارية والإعلامية الدولية من انتقاد الإسلام والدول المسلمة دون حرج فمعنى الدولة الإسلامية عام وهو المقصد وما سيرسخ في عقول الأجيال القادمة أن أي دولة إسلامية “إرهابية”
وهذة دلائل أخرى تثبت أن داعش تنفذ مشروعا صهيونيا في :
١- كانت جماعة داعش وبعض من يدعون الجهاد يهاجمون الدول الخليجية ويحرضون عليهم بحجة أن هذه الدول تقف في طريقهم وتمنعهم من التوجه إلى فلسطين لقتال الصهاينة وكان هذا الكلام يحضى ببعض القبول لدي الكثير من الشباب، ويشاء الله ان تنكشف ألاعيبهم ويتبين كذبهم مع ثورة سوريا فها هي الآن سوريا مستباحة الحدود وترتبط بحدود مع الأراضي المحتلة ولا يوجد من سيمنع الذين يريدون قتال الصهاينة من ذلك ولا ينقصهم سوى النية الصادقة.
فما الذي حدث؟!
هل قام أولئك الذين يدعون الجهاد وحب الأقصى من الدواعش بإعداد العدة لقتال الصهاينة بعد زوال المانع المزعوم من أن الدول تمنعهم؟!
الجواب: لا.
فلماذا؟
لأن هناك سبب آخر تم اختراعه لتبرير عدم توجههم للجهاد ضد اليهود.
وهو أنه لا بد من تحرير الجزيرة العربية أولآ ومن ثم تحرير القدس!!
السؤال: هل هذا التحايل واختلاق الأعذار عن قتال الصهاينة مقبول شرعا وعقلا ومنطقا لمن يريد الجهاد حقاً، فالحدود مفتوحه والطريق إلى القدس لا ينقصه سوى العزم والتوكل على الله وصدق النية وهي ما يفتقدونها؟!
٢- في الوقت الذي كانت إسرائيل تدك غزة وتقتل الأطفال والنساء في شهر رمضان كانت داعش في سوريا ولم نشاهد منهم أي ردة فعل لنصرة أطفال غزة أو على الأقل إشغال الصهاينة عنهم رغم عدم وجود ما يمنعهم من الدخول للأراضي المحتلة.
وهنا اجتمع أمران:
الأول: زوال المانع المزعوم، فلا يوجد حكومة عربية تمنعهم فسوريا في حالة ثورة.
والثاني: وجود المبرر الطارئ وهو العدوان على غزة ومع هذا لم يتحرك منهم أحد للجهاد أو لتنفيذ عمليات ضد الصهاينة.
والسؤال: لماذا لم تناصر داعش أطفال غزة في وقتها، ألا يستحقون النصرة عوضا عن الاحتلال الصهيوني ككل؟! أم أن النصرة لا تجوز إلا بعد تحرير الجزيرة وتشتيت شعبها المسلم؟!
عجباً لهم.
٣- يعلن الدواعش في أخبارهم بأنهم يقاتلون في اليمن وليبيا والعراق ومصر في سيناء وسوريا ويتباهون بذلك. وإذا سألتهم إذا كان لكم هذا التواجد فلماذا تقفزون من فوق الصهاينة فلا تقربونهم؟
بعد هذا السؤال انت في نظرهم العدو اللدود.
٤- تدعي جماعة داعش أنها تمتلك جيشا وقوات وتحتل أجزاء من العراق والشام وأنها تقيم دولة، ثم تعلن أنها تتهيأ لتحرر الجزيرة العربية.
السؤال: إذا كان لديكم القوات والإمكانيات، فلماذا لا تسقطون بشار وتريحون إخوانكم المسلمين من عدوانه؟!
أليس هذا أولى شرعاً فهم بأمس الحاجة لإخراجهم من هذا الكابوس وخصوصا الأطفال والنساء والمستضعفين من المسلمين في سوريا، ما هو الأولى رأس بشار أو إسقاطه، أم تهديد دول مستقرة وشعوب آمنة؟!
- إذا لم تكن فلسطين أولوية لدى داعش وكذلك إسقاط بشار، فلماذا لا تسقط الحكومة العراقية الشيعية وتجتثها من جذورها أليسوا أعدائها؟ أليس هذا أولى من تهديد الشعوب السنية المسلمة في الخليج؟!
- إذا كان لديهم الإمكانيات البشرية والمادية، فلماذا لا يناصرون أهل السنة في الأحواز الإيرانية ويحررونهم من الملالي وحكمه، أليس هذا أولى من السعي لتحرير من هم ليس في حاجة لتحريركم المزعوم؟!
وكل هذه أولويات شرعا وعقلا لمن كان هدفهم إعلاء كلمة الله فعلا.
٥- من حين لآخر تعلن داعش أنها تجندل وتقتل الشيعة في العراق وتعيث فيهم قتلا انتصارا للدين، ولكن الغريب أننا لم نشاهد المليشيات الشيعية تتحرك لقتال داعش وتدخل في تحالفات لوقف اعتدائاتها على الشيعة أبناء جلدتهم.
السؤال: هل يعقل أن يكون قتلهم للشيعة حقيقة ولا نشاهد ميليشيات الشيعية مثل مليشيات الصدر على الأقل تنتفض لرد اعتدائاتهم ولا نشاهد مقاطع فيديو واضحة لا تقبل الشك؟!
٦- في الوقت الذي تتوعد فيه داعش دول الخليج بالتحرير المزعوم وتغض الطرف عن الأولويات التي سبق إيضاحها، نجد هذه التهديدات لا تشمل الدول الأخرى التي طالتها رياح الربيع العربي ولا تأتي على ذكرها سوى في زعزعة أمنها وضمان عدم استقرارها.
السؤال: هل يعني هذا أن الدول التي أسقطت أنظمتها في ثورات الربيع العبري متحررة وليست بحاجة إلى تحرير داعش لها، أم أن التحرير من الإسلام إلى العلمانية كما في تونس؟!

[BAGUS WAJIB BACA PELAN2]>>GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN

Bismillahirrohmanirrohim. o
gelora fitnah sekjen gp anshor

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (ANTARA KRITIKAN TERHADAP SEBUAH BUKU DENGAN AMBISI BMBASTIS MENGUNDANG MASS MEDIA HANYA UNTUK MENUDUH BERDASARKAN DUGAAN DENGAN DATA KADALUARSA EMPATBELAS TAHUN YANG LALU)


ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻻﻩ ﻭﺑﻌﺪ:
Pengantar
Pada dasarnya mengritik isi sebuah buku bukanlah hal yang jelek, bahkan hal itu bisa menjadi salah satu langkah mulia dalam upaya meningkatkan kualitas isi sebuah buku. Ini adalah suatu keniscayaan mengingat watak manusia yang tak mungkin luput dari salah dan lupa. Apalagi jika sang penulis sudah menghasung kepada segenap pembacanya dengan membuka segala masukan, menerima kritik dan saran dari semua pihak.
Nukilan:
“Juga tak lupa, seluruh rekan-rekan pendidik yang banyak memberikan masukan mulai dari masa uji coba buku ini hingga masa merevisi…..
Banyaknya kesalahan dalam buku ini adalah kekhilafan penyusun, namun kebenaran dalam buku ini adalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Penyusun mengharapkan pembaca yang budiman berkenan menyampaikan masukan-masukan agar buku ini dapat direvisi pada edisi berikutnya.” (AISM 1, hal. 5, cetk. 40, 2005)
Banyaknya kesalahan dalam buku ini adalah kekhilafan penyusu
Gambar 1. Banyaknya kesalahan dalam buku ini adalah kekhilafan penyusun
Dunia media -yang masih hangat memberitakan aksi brutal para bomber bunuh diri Teroris Khawarij di Thamrin Jakarta- telah berhasil diramaihangatkan lagi oleh acara konferensi pers Sekjen GP. Anshor beserta jajarannya yang menyampaikan temuan adanya buku TK yang dituduh secara tendensius mengajarkan radikalisme ekstremisme wahabisme. Tuduhan ini berkelanjutan menjadi efek “domino” (kartu yang biasa dipakai para penjudi) bahwa penulisnya terkait dengan jaringan radikal kelompok Solo. Dan masih berlanjut lagi tuduhan tendensius yang dipenuhi apriori dan kebencian bahwa isi buku tersebut adalah bukti adanya cuci otak terhadap anak-anak yang dilakukan oleh kelompok Salafy Wahabi Saudi.
Nukilan:
“INILAHCOM, Jakarta – Murani Musta’in yang merupakan penulis buku TK berbau unsur radikalisme merupakan istri dari pimpinan kelompok radikal di Solo.
“Informasi yang kami terima, penulis ini (Murani) adalah istri dari Ayip Syafruddin yang merupakan pimpinan kelompok Laskar Jihad di Solo,” kata Sekjen GP Ansor Adung Rochman di Kantor GP Anshor, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).
Ia menambahkan kelompok pimpinan Ayip tersebut ➡diduga menyebarkan paham radikalisme yang ideologinya berasal dari paham penganut Salafi Wahabi.
“Penulis juga memasukkan aspek ideologinya seperti di halaman 18 buku jilid 4 ➡disebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi. Nampak di dalam kalimat yang dipilih adalah mengorbankan jihad dalam tanda kutip radikalisme,” jelasnya.
Ia berharap seluruh wilayah di Tanah Air mewaspadai peredaran buku ini khususnya di kalangan anak-anak yang sedang memasuki pendidikan usia dini (PAUD).
Buku itu tidak hanya bisa ditemukan peredarannya di toko buku, tetapi juga dapat dibeli melalui internet.
“Buku ini juga dijual online dengan harga Rp 12.500. Sekali lagi, informasi awal peredaran buku ini dari salah satu kader kami,” ucapnya.” -selesai penukilan
http://m.inilah.com/news/detail/2268237/penulis-diduga-terkait-kelompok-solo
Tuduhan tersebut juga dilansir di situs lainnya:
“Pimpinan pusat GP Ansor mengawatirkan paham radikalisasi telah menyebar luas ketingkat anak-anak usia dini melalui buku beraliran wahabisme di sekolah.”
http://m.detik.com/news/foto-news/3122890/ansor-kecam-buku-bacaan-anak/2#detailfoto
“Di dalam buku tersebut terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme di antaranya ‘sabotase’, ‘gelora hati ke Saudi’, ‘bom’, ‘sahid di medan jihad’, hingga ‘cari lokasi di Kota Bekasi’. Kemudian ada juga kalimat dan kata-kata yang mengandung radikalisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘gegana ada di mana’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’, ‘basoka dibawa lari’, ‘selesai raih bantai kiyai’, dan ‘kenapa fobia pada agama’.” http://m.detik.com/news/berita/3122884/gp-ansor-temukan-buku-tk-berbau-radikalisme-di-depok
“Kami menemukan fakta di lapangan bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang senantiasa menggunakan media sekolah untuk menyebarkan benih radikalisme di tengah masyarakat kita, salah satunya lewat buku ini. Ini ⇒patut diduga⇐ upaya mencuci otak kepada anak-anak terkait paham radikalisme,” kata Benny Rhamdani dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (20/1/2016). GP Ansor menggelar jumpa pers di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016). http://m.detik.com/news/berita/3122884/gp-ansor-temukan-buku-tk-berbau-radikalisme-di-depok
Benar-benar tuduhan yang sangat serius, ambisius dan tendensius. Allahul musta’an.
Tetapi apakah konferensi pers bapak Sekjen GP. Anshor beserta jajarannya yang “mengkritik” dan menuduh dengan berbagai tuduhan tendensius lagi ambisius kepada sang penulis dan penyuntingnya (suami beliau sendiri) termasuk diantara para pembaca yang BUDIMAN sebagaimana kritikan yang diharapkan oleh penyusun dan penyunting AISM?! Simak paparan selanjutnya.
Yang menjadikan tanda tanya besar adalah opini yang dibangun berdasarkan temuan beberapa kosa kata dan atau kalimat yang kemudian dipaksakan untuk memfitnah, melemparkan ujaran kebencian bahkan dengan menempuh cara dusta sekalipun kepada pihak yang dibidiknya, Salafy Wahabi Saudi lalu dikaitkan dengan kelompok Solo dan radikalis semntara kita semua mengetahui bahwa Solo adalah merupakan basis besar dari pemahaman Takfir Khawarij dengan salah satu dedengkotnya, Abu bakar Ba’asyir.
Lalu apa tujuan sebenarnya yang dimaukan?!
Bukankah lebih berharga jika pihak tersebut membantu pemerintah/aparat keamanan terkait di negeri ini dengan langkah nyata (andai saja jika memang punya) membeber bukti-bukti valid A1 tentang keterkaitan orang yang dituduhnya dengan jaringan radikalis ekstremis kelompok Solo dan tidak mengemas tunggangannya sebagai sebuah kritikan terhadap buku ajar anak-anak lalu merangkainya menjadi sebuah kesimpulan keterkaitan dengan jaringan radikal hanya berdasarkan dugaan ditemukannya beberapa kosa kata atau kalimat yang berbau radikal?!
Maka di sini kami tidak akan membahas dari sisi kritikan terhadap kosa kata atau kalimat yang kurang/tidak tepat jika diajarkan kepada anak-anak usia dini (karena pada dasarnya kita semua tentu sangat terbuka untuk menerima dan berterima kasih atas kritikan ataupun saran) tetapi penulis lebih memilih untuk membuktikan bahwa kritikan atas kata atau kalimat tersebut sebenarnya hanyalah sasaran antara yang menjadi Kuda Troya untuk melancarkan tuduhan-tuduhan berat kepada pihak lain dengan dasar dugaan yang lemah selemah sarang laba-laba serta menghiasinya dengan bahan-bahan dusta, tipu daya dan mengada-ada.
Beberapa poin tanggapan:
1. Sekilas Inf O untuk Menghangatkan Suasini 
BOOM WASPADALAH!! WASPADALAH!!!
Ajaran “Radikalisme” (suara ledakan) BOOM telah memasuki rumah anda sejak lama, bahkan telah menggoncang isi mulut anda.
Adalah fakta bahwa BOOM telah melanda sekian juta masyarakat Indonesia, banyak para gadis remaja, para janda, ibu-ibu, anak-anak, lelaki muda maupun dewasa, cleaning service dan siapapun anggota masyarakat yang membutuhkannya, apapun jabatan dan pekerjaannya.
BOOM radikal menyerang dan menggoncang masyarakat Indonesia
Gambar 2. BOOM radikal menyerang dan menggoncang masyarakat Indonesia sampai ke mulut-mulut dan rumah-rumah mereka
Pastikan segenap tetangga dan handai taulan  menggunakan BOOM seefektif mungkin agar cucian anda bersih secara maksimal bahkan mengunyah BOOM senikmat mungkin sebelum dikonferensi pers-kan oleh tetangga sebelah yang menuntut ditariknya  BOOM dari peredaran karena telah menjangkiti masyarakat dengan ajaran radikalisme di seluruh wilayah NKRI yang kita cintai.
2. Data Usang lagi Kadaluarsa EMPATBELAS TAHUNAN Dicomot Bapak Sekjen beserta Jajarannya dan Dikemas sebagai Informasi Terkini untuk Menggelorakan Fitnah terhadap Salafy “Wahabi” Saudi
Ketika dusta tanpa ditakar dan tanpa ditimbang….
Untuk menambah bumbu radikal ekstrem dengan penyedap sensasi seram, Laskar Jihad yang sudah lama dibubarkan (lebih dari EMPATBELAS  TAHUN YANG LALU) oleh Pak Sekjenpun dihidupkan kembali dan dilekatkan kepada Salafy yang sedang dibidiknya.
Press rilis Sekjen GP. Anshor mengumumkan temuan besarnya...
Gambar 3. Press rilis Sekjen GP. Anshor mengumumkan temuan besarnya….dugaan.
Nukilan:
“Informasi yang kami terima, penulis ini (Murani) adalah istri dari Ayip Syafruddin yang merupakan pimpinan kelompok Laskar Jihad di Solo,” kata Sekjen GP Ansor Adung Rochman di Kantor GP Anshor, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).” -selesai penukilan-
Bagaimana kenyataannya? Benarkah tudingan Pak Sekjen?
Biarkanlah data A1 plus bukti jejak rekam sejarah yang dimuat oleh media massa ketika itu yang menghukumi pernyataannya.
Ketika Gerakal Radikalis Pemberontak RMS Unjuk Gigi memBANTAI kaum muslimin Maluku, dimana Pembelaan Pak Sekjen yang Anti-Radikal ketika itu?
Alex Manuputty Masih Ditahan di Pomdam Pattimura
By Liputan6on 08 Mei 2002 at 04:03 WIB
Liputan6.com, Ambon: Ketua Eksekutif dan Ketua Yudikatif Front Kedaulatan Maluku Alex Manuputty dan Semi Waelaruny bersama 15 orang tersangka pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) hingga Selasa (7/5), masih ditahan di ruang tahanan Polisi Militer Komando Daerah XVI Pattimura, Ambon. Alex ditangkap 17 April silam dan sebelumnya sempat mendekam di tahanan Kepolisian Daerah Maluku. Sedangkan 15 tersangka lainnya ditangkap 25 April silam bertepatan dengan ulang tahun ke-52 RMS. Dan mereka dititipkan ke Pomdam Pattimura untuk penyidikan lebih lanjut. [baca: Puluhan Pengibar Bendera RMS Ditahan http://www.liputan6.com/news/?id=33123].
“Hikam: Pembubaran RMS dan FKM Tak Berdasar
By Liputan6on 12 Mei 2002 at 17:35 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa versi Kuningan menyayangkan keputusan pemerintah untuk membubarkan organisasi Front Kedaulatan Maluku dan Republik Maluku Selatan, serta menarik Laskar Jihad dari Ambon.”
Url bukti: http://news.liputan6.com/read/33986/hikam-pembubaran-rms-dan-fkm-tak-berdasar
“Wapres Meminta Laskar Jihad Keluar dari Maluku
By Liputan6on 14 Mei 2002 at 06:15 WIB”
Url bukti:  http://news.liputan6.com/read/34065/wapres-meminta-laskar-jihad-keluar-dari-maluku?id=34065
Penjelasan Kapolri
Gambar 4. Penjelasan Kapolri, pemulangan Laskar Jihad sedang diatur oleh pemerintah
“Kapolri: Pemulangan Laskar Jihad Sedang Diatur
By Liputan6on 14 Mei 2002 at 20:36 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Teknis pemulangan anggota Laskar Jihad dari Maluku tengah diatur Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku Saleh Latuconsina dan pimpinan aparat keamanan. “Hal ini menyangkut pengangkutan dan ke mana dipulangkan. Itu harus kita rumuskan lebih lanjut,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar seusai mengikuti Rapat Koordinasi bidang Politik dan Keamanan, Selasa (14/5) siang. Beberapa waktu silam, Wakil Presiden Hamzah Haz juga meminta Laskar Jihad ditarik dari Maluku dan kembali ke pesantren….
Menurut Kapolri, pemerintah telah berupaya mengurangi konflik di Maluku, antara lain melarang keberadaan Front Kedaulatan Maluku dan Republik Maluku Selatan. Sedangkan pimpinan FKM Alex Manuputty kini tengah menjalani proses hukum [baca: Alex Manuputty Masih Ditahan di Pomdam Pattimura]. Dia juga menegaskan, aparat tak segan-segan menindak setiap kegiatan separatisme, seperti pengibaran bendera RMS atau kegiatan apapun.”
Url bukti: http://news.liputan6.com/read/34157/kapolri-pemulangan-laskar-jihad-sedang-diatur
LJ membubarkan diri
Gambar 5. LJ membubarkan diri
“Laskar Jihad Membubarkan Diri
By Liputan6on 16 Okt 2002 at 19:58 WIB”
url bukti: http://news.liputan6.com/read/43303/laskar-jihad-membubarkan-diri
“Kapolri Menyambut Positif Pembubaran Laskar Jihad
By Liputan6on 17 Okt 2002 at 07:52 WIB”
Url bukti: http://news.liputan6.com/read/43325/kapolri-menyambut-positif-pembubaran-laskar-jihad
Ini adalah rangkaian pemberitaan terkait Laskar Jihad (dari sekian banyak pemberitaan sejenis dari media yang berbeda-beda), pemberontakan RMS di Maluku yang diiringi dengan pemBANTAIan terhadap kaum muslimin (siapa yang radikal? pemberontakan RMS ataukah penulis yang sengaja memakai kosa kata BANTAI wahai Pak Sekjen?) , diiringi penjelasan pemerintah terkait teknis proses pemulangannya yang mereka atur secara resmi -jazakumullahu khairan atas segala kebaikan pemerintah ketika itu- lalu diumumkannya pembubaran LJ dan sambutan positif bapak Kapolri.
Adalah hal yang sangat kontraproduktif jika bapak Sekjen GP. Anshor pada tahun 2016 malah berlaku negatif dengan cara mengundang sekian banyak awak media dan mengumumkan “HIDUPnya” Laskar Jihad setelah LJ pada tahun 2002 (EMPAT BELAS TAHUN YANG LALU!!!) DIBUBARKAN, bahkan setelah bapak Kapolri ketika itu -jazakumullahu khairan- menyambut baik pembubarannya.
Lalu apa misi sebenarnya yang anda inginkan dengan memblow-up berita dusta (yang didustakan sendiri oleh media pers yang mungkin saja mereka adalah yang memberitakan sendiri pembubaran LJ ketika itu) dan tendensius semacam ini?!
Mengritik sebuah buku belajar anak-anak TK ataukah hendak membuktikan benarnya dugaan anda bahwa Salafiyun terkait dengan jaringan radikal teroris khawarij anjing-anjing neraka?!
Apakah anda menginginkan agar Laskar Jihad hidup lagi setelah mereka memenuhi nasehat untuk membubarkannya?! Tidak wahai Pak Sekjen, tidak akan, abadan. Takutlah anda kepada Allah Ta’ala wahai bapak atas kedustaan yang anda sebarluaskan. Allahul musta’an.
Maka teringatlah kami bagaimana jahatnya opini mandul yang berupaya ditancapkan oleh para pendukung Teroris Pemberontak RMS (Republik Maluku Sarani) untuk mengaitkan Laskar Jihad dengan jaringan Radikal Teroris bahkan dengan mencerca habis Bapak Presiden RI SBY ketika itu:
Nukilan:
“sunny | 15 Nov 18:57 2009
Picon
SBY kirim laskar jihad ke Maluku dan Sulawesi
Refleksi :
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan komplotannya mensponsori pengiriman kaum teroris Laskar Jihad ke Maluku dan Sulawesi
Cap teroris kepada Laskar Jihad dan hujatan kepada bapak Pre
Gambar 6. Cap teroris kepada Laskar Jihad dan hujatan kepada bapak Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)
Perhatikanlah bagaimana lisan-lisan mereka, para pendukung dan simpatisan pemberontak RMS menggelari Laskar Jihad sebagai teroris dan menghujat bapak Presiden RI dengan hujatan yang kotor dan menjijikkan.
Demikianlah pandangan bapak Presiden, bapak Kapolri ketika itu tentang Laskar Jihad, lalu manakah bukti A1 yang menjadi sandaran anda wahai Pak Sekjen untuk mengaitkan Laskar Jihad dengan gerakan radikalis ekstremis?!
Bapak Sekjen, dengan fakta dan kenyataan seperti di atas sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang bisa dijadikan barang bukti untuk mengaitkan LJ dengan jaringan radikal teroris, maka upaya anda dengan memalsukan sejarah bahwa Laskar Jihad masih hidup adalah bukti lain bahwa anda sebenarnya tidak punya sandaran data riil sama sekali yang kuat lagi valid untuk menuduh Salafiyun sehingga andapun harus menyiasati modus penyebaran informasi palsu kepada masyarakat Indonesia dengan mengada-adakan sesuatu yang tidak ada kenyataanya?!
Allahul musta’an.
Dengan beberapa contoh statemen resmi pemerintah, berikut pernyataan bapak Presiden RI ketika itu,  nampaklah bahwa tidak ada bukti sehelaipun dari para pejabat pemerintah yang menyatakan bahwa Laskar Jihad memiliki keterkaitan dengan jaringan Teroris Radikal.
Bapak-bapak di Kepolisian NKRI tentu tidak akan menunggu selama empatbelas tahun lebih laporan dari Pak Sekjen pada tahun 2016 jika memang Laskar Jihad benar-benar sejak dahulu terbukti memiliki keterkaitan dengan jaringan radikal teroris yang selama ini beraksi di negeri ini. Tentulah sejak lama beliau-beliau itu sudah meringkus dan menangkap Laskar Jihad jika memang terbukti terlibat dalam jaringan teror radikalis tanpa harus menunggu temuan besar Pak Sekjen yang sampai terseok-seok bersusah payah hanya untuk membuktikan keterkaitan LJ dengan modal modul buku ajar anak-anak TK yang berisi temuan “hebat” beberapa kosa kata sebagai kata kuncinya berikut untuk memvonis dengan penyedap cuci otak yang ditudingkannya.
Bahkan orang-orang yang pernah terjun di Ambon-Maluku tentulah tahu bagaimana sikap keras dan tegas Laskar Jihad terhadap jaringan Takfirinya Abubakar Ba’asyir cs bersama KOMPAK DDIInya yang beroperasi di sana.
Jika demikian halnya kenyataan di lapangan maka bukankah berita yang menyedihkan jika Pak Sekjen bersusah payah mengumpulkan kosa kata dalam upayanya mengaitkan Laskar Jihad dengan gerakan radikalis  (teroris teroris anjing-anjing neraka)?!
Ataukah ada diantara pembaca yang menuntut bukti otentik pernyataan pembubaran Laskar Jihad dengan dalih bisa saja berita media tersebut dusta?
Baiklah, kita lanjutkan….
Ini adalah bukti screenshot orisinil pembubaran Laskar Jihad yang diposting di situs LJ ketika itu, laskarjihad.or.id. Perhatikanlah:
Pada tanggal 16 Oktober 2002 Laskar Jihad dibubarkan, lihat bukti nyata screenshot di bawah  ini,
Pembubaran Laskar Jihad 14 TAHUN LALU
Gambar 7. Pembubaran Laskar Jihad, 14 tahun yang lalu.
Tak disangka tak dinyana, pada bulan Januari tanggal 20 2016 Sekjen GP. Anshor mengundang mass media dan mengumumkan bahwa :
“Informasi yang kami terima, penulis ini (Murani) adalah istri dari Ayip Syafruddin yang merupakan pimpinan kelompok Laskar Jihad di Solo,” kata Sekjen GP Ansor Adung Rochman di Kantor GP Anshor, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).” -selesai penukilan-
Astaghfirullahal ‘adzim...bagaimana mungkin beliau sampai tega seperti ini, MENGUNDANG PERS DAN MENYEBARLUASKAN STATEMEN KE BERBAGAI MEDIA HANYA UNTUK MEMPERMALUKAN DIRINYA SENDIRI?!
MENGUMUMKAN TEMUAN INFORMASI TERKINI (LAGI PALSU)  YANG TELAH KADALUARSA EMPATBELAS TAHUNAN?!!!! Allahul musta’an.
Seperti inikah tujuan mulia dalam mengritik isi sebuah buku ajar anak-anak?!  Mengundang dan mendatangkan sekian banyak kuli tinta serta menyebarluaskannya ke berbagai mass media opini yang dipaksakan dengan berbagai bumbu kedustaan?! Ataukah kritikan tersebut hanya sebagai asesoris batu loncatan untuk melemparkan fitnah bahwa Salafy Wahabi Saudi terkait gerakan radikalis teroris hanya berdasarkan ilmu dugaan dan temuan beberapa kosa kata di buku anak-anak?
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
3. Komedi Satir Pak Sekjen, Saudi, Bekasi, Bantai, Kiai, Bin Baz Rahimahullah Tolok Ukur Terkait Kelompok Berpaham Radikalisme????!
Nukilan:
Benny menjelaskan buku berbau unsur radikalisme itu dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis.
“Di dalam buku tersebut terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme di antaranya ‘sabotase’, ‘gelora hati ke Saudi’, ‘bom’, ‘sahid di medan jihad’, hingga ‘cari lokasi di Kota Bekasi’. Kemudian ada juga kalimat dan kata-kata yang mengandung radikalisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘gegana ada di mana’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’, ‘basoka dibawa lari’, ‘selesai raih bantai kiyai’, dan ‘kenapa fobia pada agama’.” -selesai penukilan-
Ah Mengada-ada!
Lihatlah wahai saudaraku bagaimana buku terbitan tahun 1999 ini dipahami secara liar, digiring dengan jurus cocoklogi dengan kejadian terorisme akhir-akhirnya ini sampai-sampai kosa kata ‘cari lokasi di Kota Bekasi’ yang tidak memiliki beban makna negatif apapun diangkatnya, diplintir dan dipolitisir lalu diboombastiskannya di hadapan wartawan dan diopinikan keterkaitannya dengan kelompok radikalisme!!
Sungguh sangat memprihatinkan, mengada-ada dan membual saja tuduhannya dan betapa nampak sekali pemaksaan penggiringan opini jahat hingga menyoal susunan kata ‘gelora hati ke Saudi’ untuk memvonis seseorang terkait kelompok jaringan radikal ekstrem.
Apakah mereka yang anda tuding tersebut sejak tahun 1999 sudah bercita-cita hendak melancarkan teror ke Saudi?!
Ataukah anda menuding Saudi yang mengembangkan teror dan radikalisme seperti tudingan Syiah pengkafir dan pelaknat shahabat Nabi?!
Atau anda sendiri memang memiliki antipati dan kebencian terhadap orang-orang yang memiliki gelora ke Saudi (untuk naik haji)?!
Ataukah anda sarankan saja (agar penyusunnya terlepas dari tuduhan anda mengajarkan ajaran radikalisme) kata ‘gelora hati ke Saudi’  tersebut diganti menjadi “gelora hati ke Karbala” dan anda usulkan kepada yang berwenang agar dibelokkan saja tujuan hajinya ke sana agar bisa sering mengawal para tokoh Radikalis Syiah yang berkunjung ke Indonesia dan keluar masuk kampung kaum Sunni sebagaimana foto dan videonya yang tersebarluas?!
Ada pengawal Syiah Radikal
وشهد شاهد من أهلها
NU Garis Lurus
11 Januari pukul 15:44 ·
DATA VIDEO TOKOH SYIAH TAKFIRI M. TAWHIDI BLUSUKAN DI JAWA TENGAH DENGAN PENGAWALAN DUA ORANG BERBAJU BANSER
Tipe Kendaraan GRAND LIVINA XV M Merk NISSAN
No Kendaraan: R 8471 JD
Warna: Biru Tua Biru MD
Tahun Rakit: 2008.
Jenis: MPNP/Minibus
R Adalah Plat Banyumas Jawa Tengah, Sedangkan JD adalah kendaraan wilayah Banjarnegara. Komandan Banser Wilayah Banyumas Setelah Dikonfirmasi Membantah Anggotanya Terlibat.
Wallahu Alam.
Waspada Bahaya Syiah Ghulat Takfiri Pencaci Shahabat Dan Keluarga Nabi…!!!
BUKTI KENDARAAN
Gambar 8. Ada pengawal Syiah Radikal
Apakah Para Pembaca Yang Budiman Yakin bahwa Pak Sekjen beserta jajarannya tidak pernah merasakan sama sekali Hasil Produk Radikalisme?
Jujur saja, penulis sendiri tidak percaya! Mari kita simak paparan berikut ini.
Nukilan:
“Badan Usaha Pembantaian/Rumah Potong Hewan, PD
Alamat :
Jl. Kol Sugiyono. 176
Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur
Telepon :
0341-801037
Produk Usaha : Jasa Pemotongan Hewan
Badan Usaha dengan produk Jasa Pemotongan Hewan” -selesai penukilan –
Url bukti: http://www.daftarperusahaan.com/bisnis/pembantaian-rumah-potong-hewan-pd
PD. Pembantaian radikal
Gambar 9. PD. Pembantaian radikal dibawah kendali badan usaha pemerintah daerah kota Malang
Nukilan:
“….maka pada tanggal 1 April 1966 dibentuklah Perusahaan Daerah Pembantaian yang bertepatan dengan HUT Kodya Malang yang ke 52 tahun. Kemudian secara resmi pada tanggal 17 Oktober 1966 diresmikan sebagai tanggal berdirinya PD. Pembantaian Kodya Malang dengan Surat Keputusan Walikota tanggal 18 Oktober 1966 Nomor 90 a/U.
Selain pemotongan hewan sebagai usaha utama, juga bidang distribusi dan produksi dari ternak  serta hasil–hasil dari ternak. Setelah berubah status dari Abattoir yang dikelola oleh Dinas Kehewanan menjadi PD. Pembantaian, kesempatan ini digunakan sebaik–baiknya untuk merehabilitasi gedung, halaman, jalan–jalan, peralatan maupun bangunan bangunan yang dipandang perlu untuk diperbaiki. Luas komplek Abattoir yang dulu seluas 10.000 m2, setelah menjadi PD. Pembantaian luas komplek ditambah 1.843 m2 sehingga menjadi 11.843 m2.
Pejabat awal berdirinya Abattoir adalah Drh. Slamet yang pensiun pada tahun 1958. Pejabat penggantinya adalah Drh. Pratomo dari tahun 1958 sampai dengan 1976. Terhitung mulai tanggal 2 Pebruari 1976 PD. Pembantaian dipimpin oleh Letkol. Poernomo.
Sejalan dengan perkembangan PD. Pembantaian dan perkembangan usaha yang diharapkan harus meningkat, maka Perda tahun 1966 diganti dengan Perda Nomor 8 tahun 1969. Kemudian Perda Nomor 8 tahun 1969 diganti dengan Perda Nomor 17 tahun 2002 menjadi PD. Rumah Pemotongan Hewan (PD.RPH) Kota Malang. Dengan Perda Nomor 17 tahun 2002 ini PD.RPH Kota Malang diharapkan lebih maju dan lebih potensial dimasa–masa mendatang sehingga keberhasilan dan kemakmuranlah yang akan dicapai.” -selesai penukilan-
Url bukti: http://rphmalang.blogspot.co.id/2012/05/sejarah.html
Ternyata pembantaian adalah kosakata radikal ekstrem yang resmi dan sah digunakan oleh perusahaan daerah sebagai nama bagi tempat pemotongan hewan, sapi misalnya.
Bukan hanya di kota Malang saja jaringan daging radikal ekstrem ini meluas dan menggejalan telah dikonsumsi warganya SELURUH KOTA selama bertahun, ternyata di kota Surakarta yang masyarakatnya terkenal halus,  lemah lembut, penuh budi pekerti yang luhurpun ternyata terjangkit pula mereka oleh jaringan daging radikal  ekstrem sejak lama (sesuai tolok ukur GP. Anshor tentunya). Simak bukti di bawah ini:
Jaringan Pembantai daging radikal ekstrem
Gambar 10. Jaringan Pembantai daging radikal ekstrem dibawah kendali langsung pemerintah daerah
Yang sangat mengherankan dan menakjubkan adalah, sekian banyak mass media, sekian banyak komentator wartawan dengan berbagai strata pendidikan yang sebagiannya mungkin dikatakan cerdas berikut gelar yang berderet di belakang namanya, bagaimana mungkin mereka berlaku seperti kerbau yang dicocok hidungnya oleh Bapak Sekjen GP. Anshor berikut jajarannya pasrah saja digiring dan dicuciopinikan untuk perang terhadap paham kelompok anti radikal ekstrem yang dituduhnya telah mencuciotak sekian banyak anak-anak sejak usia emas dengan dasar dugaan kosa kata atau kalimat yang tidak boleh diajarkan kepada anak-anak tetapi lihatlah bukti di atas bagaimana orang-orang seluruh kota baik bapak-bapak, ibu-ibu, para gadis dan janda, lelaki semuanya tua dan muda pun anak-anak terbukti telah bertahun-tahun terlibat dalam jaringan daging sapi radikal ekstrem hasil produksi rumah pembantaian yang dikelola sendiri oleh pemerintah daerah.
Bagaimana mungkin jaringan daging radikal bebas semacam ini bisa luput dari perhatian mereka?!?!
Sungguh para wartawan media cetak maupun elektronik dan televisi yang biasanya mempermainkan dan menyetir emosi masyarakat dengan pemberitaan yang mereka turunkan ternyata bak kerbau yang dicocok hidungnya. Itu semua hanyalah manjadi semacam pertunjukan Komedi Satir Daging Radikal Ekstrem yang ternyata enak rasanya terbukti telah dikonsumsi hasil pemBANTAIannya oleh seluruh warga masyarakat di satu kota.
Iya, Komedi Satir Radikalisme Ekstrem bahwa ternyata mereka yang berteriak-teriak memperingatkan manusia dari bahayanya “Wahabisme” ternyata mereka telah dicucimulutnya pula sebagai penikmat produk resmi radikal daging sapi  ekstrem.
Sadarkah mereka bahwa Komedi Satir Daging Radikal ekstrem tersebut bisa menjadi bahan tertawaan orang-orang yang masih sehat akalnya.
Teringatlah hamba tentang kisah …
Maling Teriak Maling
Lalu jika anda sendiri adalah penikmat dan pengonsumsi produk radikal ekstrem yang telah mencuci mulut dan perut anda selama bertahun-tahun sampaipun mendarah daging, bagaimana mungkin anda bisa dengan lantangnya berteriak memvonis cuci otak tanpa malu akan bahayanya sebuah buku belajar membaca anak-anak hanya karena memuat beberapa kata yang kurang tepat?!?!?!?!
Silakan pasang status #tepokjidatsendiri
inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.
Bersambung in syaa Allah
Sumber rujukan:http://tukpencarialhaq.com/2016/01/23/gelora-fitnah-sekjen-gp-anshor-adung-abdurrohman-yang-didustakan-oleh-bukti-dan-kenyataan/

>>WASPADALAH TERHADAP (DA’I) PENIPU YANG BERSEMBUNYI DI BALIK PARA ULAMA SEMENTARA DIA TIDAK SEJALAN DENGAN MEREKA !!


🔇❗WASPADALAH TERHADAP (DA’I) PENIPU YANG BERSEMBUNYI DI BALIK PARA ULAMA SEMENTARA DIA TIDAK SEJALAN DENGAN MEREKA !!

🌅🔸Berkata Al Imam Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafizhahullah :

🐾🌵”Ini termasuk cara-cara Ahlulbid’ah dan fitnah, mereka mesti bersembunyi di belakang seseorang dari sosok-sosok (ulama) yang menonjol.

🌑🌾Al Qadariyyah (sekte pengingkar taqdir) bersembunyi di belakang Al Hasan, mereka menulis, menyebarkan, dan mengarang risalah-risalah, lalu mereka menisbatkan keyakinan tentang taqdir kepada Al Hasan secara dusta dan palsu, dan beliau bukan termasuk dari golongan mereka.

💣🌳Al Khawarij mereka bersembunyi di belakang sosok besar yang lain, yaitu Abusy Sya’tsa’ Jabir bin Zaid, salah seorang murid senior Ibnu Abbas, termasuk ahli fiqih yang senior, orang-orang khawarij bersembunyi di belakangnya.

⛽♨Maka inilah diantara permainan-permainan ahlulbid’ah, karena kebid’ahan mereka bakalan tidak laku kalau tidak bersembunyi di belakang para imam Islam.

🚡🚩Dan demikianlah yang diperbuat kebanyakan manusia. Al Quthbiyyah tidaklah laku melainkan dengan cara bersembunyi seperti ini, di belakang Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Baz, Al Albany, Ibnu ‘Utsaimin, dan selain mereka dari sosok-sosok ulama yang diakui dan diterima oleh manusia di alam.

📣📡Lantas mereka berkata : “Kami adalah murid Ibnu Baz, kami diatas manhaj Salaf, termasuk murid-murid Al Albany, kami murid Ibnu ‘Utsaimin”, mereka mengelabui manusia seakan-akan para imam ini bersama mereka, sehingga permainan mereka ini menyelubungi banyak dari para pemuda yang cinta terhadap ilmu dan mencintai ulama, cinta kepada Islam, mencintai kebenaran, namun rupanya permainan mereka ini telah menipu banyak manusia hingga terjerumus dalam tali-tali (muslihat) mereka.”

📚[Adz Dzari’ah : 2/101]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

✏ Alih Bahasa : Tim Istifadah. Sumber :http://salafymedia.com/blog/2016/01/21/waspadalah-terhadap-dai-penipu-yang-bersembunyi-di-balik-para-ulama-sementara-dia-tidak-sejalan-dengan-mereka/

[AUDIO]: Nilai Sebuah Keikhlasan

Rekaman –  AUDIO KAJIAN  Kajian Islam Ilmiyyah Tanjung Priok  Ahad, 03 Rabi’ul Awwal 1440H / 11 November 2018M   Masjid Raya al-H...