Nasehat Untuk Remaja Muslim

<<<http://www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>>

Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan hal yang bisa melalaikan mereka dari mengingat Allah subhanahu wata'ala sebagai penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.
Wahai para pemuda muslim, tidakkah kalian menginginkan kehidupan yang bahagia selamanya? Tidakkah kalian menginginkan jannah (surga) Allah subhanahu wata'ala yang luasnya seluas langit dan bumi?
Ketahuilah, jannah Allah subhanahu wata'ala itu diraih dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam beramal. Jannah itu disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yang mereka tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, mereka merasa bahwa gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan menyeret mereka ke kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور
"Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Ali 'Imran: 185)
Untuk Apa Kita Hidup di Dunia?
Wahai para pemuda, ketahuilah, sungguh Allah subhanahu wata'ala telah menciptakan kita bukan tanpa adanya tujuan. Bukan pula memberikan kita kesempatan untuk bersenang-senang saja, tetapi untuk meraih sebuah tujuan mulia. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Adz Dzariyat: 56)
Beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Itulah tugas utama yang harus dijalankan oleh setiap hamba Allah.
Dalam beribadah, kita dituntut untuk ikhlas dalam menjalankannya. Yaitu dengan beribadah semata-mata hanya mengharapkan ridha dan pahala dari Allah subhanahu wata'ala. Jangan beribadah karena terpaksa, atau karena gengsi terhadap orang-orang di sekitar kita. Apalagi beribadah dalam rangka agar dikatakan bahwa kita adalah orang-orang yang alim, kita adalah orang-orang shalih atau bentuk pujian dan sanjungan yang lain.
Umurmu Tidak Akan Lama Lagi
Wahai para pemuda, jangan sekali-kali terlintas di benak kalian: beribadah nanti saja kalau sudah tua, atau mumpung masih muda, gunakan untuk foya-foya. Ketahuilah, itu semua merupakan rayuan setan yang mengajak kita untuk menjadi teman mereka di An Nar (neraka).
Tahukah kalian, kapan kalian akan dipanggil oleh Allah subhanahu wata'ala, berapa lama lagi kalian akan hidup di dunia ini? Jawabannya adalah sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala:
وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما تدري نفس بأي أرض تموت إن الله عليم خبير
"Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya besok. Dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. "(Luqman: 34)
Wahai para pemuda, bertaqwalah kalian kepada Allah subhanahu wata'ala. Mungkin hari ini kalian sedang berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang tertawa, berpesta, dan hura-hura menyambut tahun baru dengan berbagai bentuk maksiat kepada Allah subhanahu wata'ala, tetapi keesokan harinya kalian sudah berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang menangis menyaksikan jasad-jasad kalian dimasukkan ke liang lahat (kubur) yang sempit dan menyesakkan.
Betapa celaka dan ruginya kita, apabila kita belum sempat beramal shalih. Padahal, pada saat itu amalan diri kita sajalah yang akan menjadi pendamping kita ketika menghadap Allah subhanahu wata'ala. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Yang mengiringi jenazah itu ada tiga: keluarganya, hartanya, dan amalannya. Dua dari tiga hal tersebut akan kembali dan tinggal satu saja (yang mengiringinya), keluarga dan hartanya akan kembali, dan tinggal amalannya (yang akan mengiringinya). "(Muttafaqun 'alaihi)
Wahai para pemuda, takutlah kalian kepada adzab Allah subhanahu wata'ala. Sudah siapkah kalian dengan timbangan amal yang pasti akan kalian hadapi nanti. Sudah cukupkah amal yang kalian lakukan selama ini untuk menambah berat timbangan amal kebaikan.
Betapa sengsaranya kita, ketika ternyata bobot timbangan kebaikan kita lebih ringan dari timbangan kejelekan. Ingatlah akan firman Allah subhanahu wata'ala:
فأما من ثقلت موازينه ( y )
فهو في عيشة راضية ( th )
وأما من خفت موازينه ( ß )
فأمه هاوية ( a )
وما أدراك ما هيه ( Ø × )
نار حامية ( oo )
"Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. "(Al Qari'ah: 6-11)
Bersegeralah dalam Beramal
Wahai para pemuda, bersegeralah untuk beramal kebajikan, dirikanlah shalat dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Karena shalat adalah yang pertama kali akan dihisab nanti pada hari kiamat, sebagaimana sabdanya:
"Sesungguhnya amal yang pertama kali manusia dihisab dengannya di hari kiamat adalah shalat." (HR. At Tirmidzi, An Nasa `i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lafazh hadits riwayat Abu Dawud no.733)
Bagi laki-laki, hendaknya dengan berjama'ah di masjid. Banyaklah berdzikir dan mengingat Allah subhanahu wata'ala. Bacalah Al Qur'an, karena sesungguhnya ia akan memberikan syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat nanti.
Banyaklah bertobat kepada Allah subhanahu wata'ala. Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang telah kalian lakukan selama ini. Mudah-mudahan dengan bertaubat, Allah subhanahu wata'ala akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memberi pahala yang dengannya kalian akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Wahai para pemuda, banyak-banyaklah beramal shalih, pasti Allah subhanahu wata'ala akan memberi kalian kehidupan yang bahagia, dunia dan akhirat. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik." (An Nahl: 97)
Engkau Habiskan untuk Apa Masa Mudamu?
Pertanyaan inilah yang akan diajukan kepada setiap hamba Allah subhanahu wata'ala pada hari kiamat nanti. Sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam salah satu haditsnya:
"Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima hal: umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu yang telah ia ketahui. "(HR. At Tirmidzi no. 2340)
Sekarang cobalah mengoreksi diri kalian sendiri, apakah kau mengisi waktu muda kalian untuk hal-hal yang bermanfaat yang mendatangkan keridhaan Allah subhanahu wata'ala? Ataukah kalian isi masa muda kalian dengan perbuatan maksiat yang mendatangkan kemurkaan-Nya?
Kalau kalian masih saja mengisi waktu muda kalian untuk bersenang-senang dan lupa kepada Allah subhanahu wata'ala, maka jawaban apa yang bisa kalian ucapkan di hadapan Allah subhanahu wata'ala Sang Penguasa Hari Pembalasan? Tidakkah kalian takut akan ancaman Allah subhanahu wata'ala terhadap orang yang banyak berbuat dosa dan maksiat? Padahal Allah subhanahu wata'ala telah mengancam pelaku kejahatan dalam firman-Nya:
من يعمل سوءا يجز به ولا يجد له من دون الله وليا ولا نصيرا
Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. "(An Nisa ': 123)
Bukanlah masa tua yang akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wata'ala. Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan di masa muda kalian ini untuk kebaikan.
Ingat-ingatlah selalu bahwa setiap amal yang kalian lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah subhanahu wata'ala.
Jauhi Perbuatan Maksiat
Apa yang menyebabkan Adam dan Hawwa dikeluarkan dari Al Jannah (surga)? Tidak lain adalah kemaksiatan mereka berdua kepada Allah subhanahu wata'ala. Mereka melanggar larangan Allah subhanahu wata'ala karena mendekati sebuah pohon di Al Jannah, mereka terbujuk oleh rayuan iblis yang mengajak mereka untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala.
Wahai para pemuda, senantiasa iblis, setan, dan bala tentaranya berupaya untuk mengajak seluruh umat agar mereka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala, mereka mengajak seluruh umat untuk menjadi temannya di neraka. Sebagaimana yang Allah subhanahu wata'ala jelaskan dalam firman-Nya (yang artinya):
إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا إنما يدعو حزبه ليكونوا من أصحاب السعير
"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fathir: 6)
Setiap praktek kejelekan dan kemaksiatan yang engkau lakukan, meskipun kecil pasti akan dicatat dan diperhitungkan di sisi Allah subhanahu wata'ala. Pasti engkau akan melihat akibat buruk dari apa yang telah engkau lakukan itu. Allah subhanahu wata'ala berfirman (yang artinya):
ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya." (Al Zalzalah: 8
Setan juga menghendaki dengan kemaksiatan ini, umat manusia menjadi terpecah belah dan saling bermusuhan. Jangan dikira bahwa ketika engkau bersama teman-temanmu melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata'ala, itu merupakan wujud solidaritas dan kekompakan di antara kalian.Sekali-kali tidak, justru cepat atau lambat, teman yang kamu cintai menjadi musuh yang paling engkau benci. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إنما يريد الشيطان أن يوقع بينكم العداوة والبغضاء في الخمر والميسر ويصدكم عن ذكر الله وعن الصلاة فهل أنتم منتهون
"Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu karena (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu)." (Al Maidah: 91)
>>>Abu Yusrina Al Atsary<<<
Demikianlah setan menjadikan perbuatan maksiat yang dilakukan manusia sebagai sarana untuk memecah belah dan menimbulkan permusuhan di antara mereka.
Ibadah yang Benar Dibangun di atas Ilmu
Wahai para pemuda, setelah kalian mengetahui bahwa tugas utama kalian hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala semata, maka sekarang ketahuilah bahwa Allah subhanahu wata'ala hanya menerima amalan ibadah yang dikerjakan dengan benar. Untuk itulah wajib atas kalian untuk belajar dan menuntut ilmu agama, mengenal Allah subhanahu wata'ala, mengenal Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini, mengenal mana yang halal dan mana yang haram, mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (salah), serta mana yang sunnah dan mana yang bid'ah.
Dengan ilmu agama, kalian akan terbimbing dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, sehingga ibadah yang kalian lakukan benar-benar diterima di sisi Allah subhanahu wata'ala. Betapa banyak orang yang beramal kebajikan tetapi ternyata amalannya tidak diterima di sisi Allah subhanahu wata'ala, karena amalannya tidak dibangun di atas ilmu agama yang benar.
Oleh karena itu, wahai para pemuda muslim, pada kesempatan ini, kami juga menasehatkan kepada kalian untuk banyak mempelajari ilmu agama, duduk di majelis-majelis ilmu, mendengarkan Al Qur'an dan hadits serta nasehat dan penjelasan para ulama. Jangan sibukkan diri kalian dengan hal-hal yang kurang bermanfaat bagi diri kalian, terlebih lagi hal-hal yang mendatangkan murka Allah subhanahu wata'ala.
Ketahuilah, menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim, maka barangsiapa yang meninggalkannya dia akan mendapatkan dosa, dan setiap dosa pasti akan menyebabkan kecelakaan bagi pelakunya.
"Menuntut ilmu agama itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah no.224)
Akhir Kata
Semoga nasehat yang sedikit ini bisa memberikan manfaat yang banyak kepada kita semua.Sesungguhnya nasehat itu merupakan hal yang sangat penting dalam agama ini, bahkan saling memberikan nasehat merupakan salah satu sifat orang-orang yang dijauhkan dari kerugian, sebagaimana yang Allah subhanahu wata'ala firmankan dalam surat Al 'Ashr:
والعصر ( Ø )
إن الإنسان لفي خسر ( Ù )
إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر ( u )
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat-menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. "(Al 'Ashr: 1-3)
Wallahu ta'ala a'lam bishshowab.
Sumber: Buletin Al-Ilmu, Penerbit Yayasan As-Salafy Jember
(Sumber http://www.assalafy.org/mahad/?p=418)

    LATIHAN SOAL BIOLOGI - KELAS XI IPA

    <<<http://www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>>

    I.PILIHAN GANDA
    1. Zat makanan yang menghasilkan energy tertinggi untuk satuan berat  yang sama adalah ….
         a. protein          b. karbohidrat                                c. serat kasar         d. vitamin            e. lemak

    2. Garham belakang disebut  juga ….
        a. premolar        b. molar                            c. canine                 d. incisor              e. incicivus

    3. Katup penutup jalan masuk makanan dan jalan masuk ke saluran pernapasan disebut …
        a. lidah                 b. tiroid                             c. epiglottis            d. esophagus     e. faring

    4. Sebelum amilum digunakan sebagi sumber energy oleh sel, amilum diubah terlebih dahulu menjadi ….
        a. maltose          b. asam amino                c. glukosa               d. gliserol             e. kolesterol

    5.Saluran yang berfungsi sebagai jalan makanan dari mulut ke lambung disebut …
        a. ventrikulus    b. tiroid                             c. epiglotis              d. esophagus      e. faring

    6.Polipeptida dapat dipecah menjadi dipeptida dengan bantuan enzim …
        a. peptidase      b. pepsin                          c. tripsin                  d. kemotipsin    e. karboksilpolipeptidase

    7. Organ pernapasan manusia berikut ini yang berhubungan dengan kapiler darah adalah …
        a. paru-paru     b. alveolus                       c. laring                    d. trakea              e. bronkus

    8. Pernapasan perut  terjadi  akibat  gerakan  dari …
        a. tulung rusuk              b. scapula            c. diafragma          d. rongga dada               e. rongga perut

    9. Jika kita menarik napas dalam-dalam maka udara tambahan akan masuk, yang dinamakan …
        a. udara pernapasan    b. udara komplementer              c. udara cadangan
        d. udara residu                e. kapasitas vital

    10.Alat pernapasan serangga adalah …
        a. insang             b. paru-paru       c. kulit                d. trakea              e. hidung
    II. Essay
    1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan pencernaan secara kimiawi ?
    2.       Apa fungsi hati dalam dalam proses pencernaan makanan ?
    3.       Sebutkan fungsi makanan bagi tubuh ?
    4.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan respirasi aerob dan anaerob ?
    Jelaskan fungsi gigi dan tuliskan rumus susunan gigi tetap pada manusia !

    Latihan Soal – Soal Biologi X



    >>>http://www.salafyciampeabogor.blogspot.com<<< 
    1.Variasi antara kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau merupakan   
        Keanekaragaman hayati tingkat …..
    a.       Nama        b. gen                   c. jenis                  d. lingkungan                 e. ekosistem
    2. Sifat-sifat makhluk hidup yang tampak dasarnya ditentukan oleh …..
        a. gen      b. induk jantan         c. induk betina        d. lingkungannya        e. gabungan gen dan lingkungan

    3. Pelestarian keanakaragaman hayati yang dilakukan di tempat buatan merupakan  pelestarian secara ..
        a. insitu          b. exsitu           c. reboisasi          d. pemuliaan           e. seleksi

    4. Kerusakan biodiversitas dapat dicegah dengan …..
        a. lading berpindah                          c. penggunaan bibit unggul               e. pembukaan hutan
        b. penggunaan pestisida               d. pengendalian hama secara biologi

    5. Keanekaragaman gen akan memunculkan varietas, dan setiap varietas memiliki sifat-sifat khas. Sifat-
        Sifat khas yang tampak disebut …..
    a.       Genotif    b. fenotif            c. pariental                          d. dominan                         d. resesif
    6. Alat kelamin jantan pada bryophyta disebut ………..
        a. sorus           b. kaliptra       c. spora          d. arkegonium          e. anteridium

     7. Fertilisasi pada Bryophyta terjadi di dalam …..
         a. anteridium         b. arkegonium          c. spora            d. kaliptra         e. spora

    8. Protalium termasuk generasi paku yang menghasilkan ….
        a. spora        b. gamet        c. biji        d. kromosom haploid       d. sorrus

    9. Di bawah ini yang termasuk dalam monocotyledonae adalah ….
        a. jambu       b. petai      c. ketela       d. jagung       e. tomat

    10.Berikut ini merupakan cirri-ciri regnum plantae yaitu …..
          a. memiliki kloroplas                                                 c. uniseluler prokariot
          b. dinding sel tersusun atas selulosa                  d. memiliki ikatan pembuluh

    11. Fungsi floem dari tumbuhan adalah …..
           a. mengangkut air dan mineral            c. menyimpan cadangan makanan           e. menyebarkan spora
           b. melakukan fotosintesis                     d. mengangkut zat organic hasil fotosintesis

    12. Pada lumut spora akan berkembang menjadi …..
          a. protonema              b. sporangium   c. anteridium     d. arkegonium                   e. protalium

    13. Oskulum forifera berfungsi untuk ….
          a. penyerapan air                                       c. alat pencernaan           e. penyerapan makanan
          b. masuknya makanan                             d. pengeluaran sisa makanan

    14. Pada Porifera terdapat sel yang mirip dengan Amoeba. Sel ini dinamakan …
          a. sel pori                       b. sel kolar                          c. sel amoebosit               d. sel silindris     e. pseudopodia

    15. Diantara cacing berikut ini, yang memiliki daya regenerasi paling besar adalah ….
           a. Planaria                    b. Ascaris                             c. Ancylostoma                 d. Turbellaria      e. Taenia


    II. Essay
    1.       Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati ?
    2.       Sebutkan factor-faktor yang menyebabkan Indonesia memiliki biodiversitas tinggi ?
    3.       Sebutkan cirri-ciri tumbuhan lumut ?
    4.       Sebutkan manfaat tumbuhan berbiji bagi manusia ?
    5.       Sebutkan cirri-ciri tumbuhan monokotil beserta contohnya ?

    Dua Hal Yang Berbeda, Antara Mengharapkan Taubatnya Ahlu Bid'ah Dan Larangan bermajelis Dengannya

    >>>http://www.salafyciampeabogor.blogspot.com<<< 

    Oleh: Abu Ibrahim 'Abdullah bin Mudakir Al-Jakarty
    Pintu taubat selalu terbuka bagi orang yang melakukan perbutan dosa selama nyawa belum sampai tenggorokkan dan matahari belum terbit dari barat. Allah Subhaanahu wata'aala berfirman:

    والذين لا يدعون مع الله إلها آخر ولا يقتلون النفس التي حرم الله إلا بالحق ولا يزنون ومن يفعل ذلك يلق أثاما يضاعف له العذاب يوم القيامة ويخلد فيه مهانا إلا من تاب وآمن وعمل عملا صالحا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات وكان الله غفورا رحيما

    "Dan orang-orang yang tidak menyembah sesembahan yang lain beserta Allahdan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal shalih.Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Qs. Al-Furqan: 68-70)
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

    إن الله عز وجل ليقب ل توبة العبد, ما لم يغرغر

    "Sesungguhnya Allah Azza wajalla menerima taubat seorang hamba, selama nyawa belum sampai tenggorokkan." (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

    مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

    "Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, Allah menerima taubatnya." (HR. Muslim)
    Termasuk pintu taubat pun terbuka untuk ahlu bid'ah, orang-orang sesat lagi menyimpang . Namun bukan berarti atau jangan disalah pahami dengan ini bisa untuk kita untuk bermajelis dan duduk-duduk dengan ahlu bid'ah. Perhatikan dalil-dalil berikut ini.
    Allah Subhaanahu wata'aala berfirman:

    وقد نزل عليكم في الكتاب أن إذا سمعتم آيات الله يكفر بها ويستهزأ بها فلا تقعدوا معهم حتى يخوضوا في حديث غيره إنكم إذا مثلهم إن الله جامع المنافقين والكافرين في جهنم جميعا

    "Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) kepada kamu di dalam Kitab (Al Quran) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam. " (QS. An-Nisa ': 140)
    Allah Subhaanahu wata'aala berfirman:

    وإذا رأيت الذين يخوضون في آياتنا فأعرض عنهم حتى يخوضوا في حديث غيره وإما ينسينك الشيطان فلا تقعد بعد الذكرى مع القوم الظالمين

    "Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain dan jika syaithan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). " (Qs. al-An'am: 68)
    Berkata Al-Imam Syaukani Rahimahullah:

    وفي هذه الآية موعظة عظيمة لمن يتسمح بمجالسة المبتدعة، الذين يحرّفون كلام الله، ويتلاعبون بكتابهوسنة رسوله، ويردّون ذلك إلى أهوائهم المضلة وبدعهم الفاسدة، فإن إذا لم ينكرعليهم ويغير ما هم فيه فأقلّالأحوال أن يترك مجالستهم ،وذلك يسيرعليه غير عسير . وقد يجعلون حضوره معهم مع تنزّهه عما يتلبسونبه شبهة يشبهون بها على العامة، فيكون في حضوره مفسدة زائدة على مجرد سماع المنكر

     

    "Di dalam ayat ini adalah nasehat yang agung untuk orang bermurah hati (ramah-ed) dengan duduk-duduk kepada ahlu bid'ah yang mereka menyelewengkan kalamullah (Al-Qur'an, ayat-ayat-Nya-ed), bermain-main dengan Kitab-Nya, sunnah Rasul-Nya yang mereka inginkan dengan itu yaitu mengajak kepada hawa nafsu mereka yang sesat, dan kebid'ahan mereka yang rusak, maka apabila tidak bisa mengingkari mereka dan merubah apa yang ada pada mereka, maka kondisi yang paling ringan adalah dengan meninggalkan duduk-duduk bersama mereka, yang demikian itu mudah atasnya tidaklah sulit. Dan sungguh dengan hadirnya seseorang bersama mereka (ahlu bid'ah) bersamaan dengan bersihnya orang tersebut dari apa yang mereka samarkan (rancukan dari kebenaran) dengan syubhat, yang menjadi syubhat pada kebanyakan orang, maka menjadikan hadirnya (bersama ahlu bid'ah) sebuah kerusakan yang lebih dibandingkan sekedar mendengarkan kemungkaran. " (Fathul Qadiir, Pada Ayat ini)
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

    مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْتَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

    "Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang yang shalih dan orang yang jahat, seperti orang yang bergaul dengan seorang yang membawa minyak wangi dan pandai besi, orang yang membawa minyak wangi (tukang parfum) dapat memberi parfum kepadamu atau kamu membeli darinya, paling tidak engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi kemungkinan apinya akan membakar bajumu atau engkau menemukan bau yang tidak enak darinya. " (HR. Bukhari: 5534 dan Muslim: 2628 dari shahabat Abu Musa Al-Asy'ari)
    Berkata Al-Haafidz Ibnu Hajar Rahimahullah :

    وفي الحديث النهى عن مجالسة من يتأذى بمجالسته في الدين والدنيا والترغيب في مجالسة من ينتفع بمجالسته فيهما

    "Pada hadits ini ada larangan dari bergaul kepada orang yang berdampak (jelek-ed) untuk agama dan dunia dan anjuran untuk bergaul kepada orang yang bermanfaat bagi agama dan dunia." (Fathul Bari: 4/324, Daarul Hadits Al-Qaahirah)
    Berkata Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah :

    فيه تمثيله صلى الله عليه وسلم الجليس

    "Di dalam hadits (ini) adalah perumpamaan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa teman duduk yang shalih seperti penjual minyak wangi dan perumpamaan teman duduk yang jelek seperti pandai besi, dan di dalamnya (di dalam hadits) adalah prioritas bergaul dengan orang shalih, orang yang baik, orang yang menjaga Muru'ah (wibawa / kehormatan), orang yang memiliki akhlaq yang mulia, orang yang wara 'dan memiliki adab dan (di dalam hadits ini-ed) ada larangan dari bergaul dengan orang yang jelek, ahlu bid ' ah, orang yang mengumpat manusia, atau bergaul dengan orang yang banyak berbuat dosa dan pengangguran dan semisalnya dari macam-macam orang yang tercela. " (Syarh Shahih Muslim: 8/427)
    Dalil-dalil di atas sangatlah jelas bagi kita akan dilarangnya seseorang bermajelis dan duduk dengan ahlu bid'ah, orang-orang sesat dan menyimpang. Mengharap taubatnya ahlu bid'ah dan orang-orang sesat adalah sebuah hal. Dan menjauhi ahlu bid'ah adalah hal yang lain.
    <<<Abu Yusrina Al Atsary>>>
    Perhatikan kata para ulama tentang larangan dari bergaul, bermajelis dengan ahlu bid'ah, orang-orang sesat dan menyimpang.






    Berkata Abu Qilabah Rahimahullah :

    لا تجالسوا أهل الأهواء، ولا تجادلوهم، فإني لا آمن أن يغمسوكم في الضلالة، أو يلبسوا عليكم في الدين بعضما لبس عليهم

    "Janganlah kalian duduk bersama ahlu Ahwa '(ahlu bid'ah-ed) dan janganlah mendebat mereka dikarenakan sesungguhnya aku tidak merasa aman mereka menanamkan kesesatan kepada kalian atau menyamarkan (merancukan-ed) kepada kalian hal agama, sebagian perkara agama yang mereka samarkan. " (Asyari'ah Al-Ajuri: 56 - Al Ibanah Ibnu Bathah: 2/437)
    Ismail bin Khorijah menceritakan, ia berkata:

    دخل رجلان على محمد بن سيرين من أهل الأهواء، فقالا : يا أبا بكر نحدثك بحديث؟ قال : لا  قالا : فنقرأ عليكآية من كتاب الله عزوجل؟ قال : لا، لتقومن عني أو لأقومن

    "Dua orang dari ahlu Ahwa '(ahlu bid'ah) masuk menemui Muhammad bin Siiriin mereka berdua berkata:" Wahai Abu Bakar (kunyah ibnu Siiriin-ed), kami akan menyampaikan satu hadits kepadamu? Berkata (Ibnu Siiriin): "Tidak." Berkata lagi dua orang tersebut: "Kami akan membacakan satu ayat kepadamu dari Kitabullah (Al-Qur'an) Azza wa Jalla?" Berkata (Ibnu Siiriin): "Tidak. Kalian pergi dariku atau aku yang pergi. "(Asyari'ah Al-Ajuri: 57 - Al Ibanah Ibnu Bathah: 2/446)
    Bahkan inilah (tidak bergaul dengan ahlu bid'ah dan orang-orang sesat) adalah salah satu fitur atau karakteristik seorang yang mengaku dirinya sebagai seorang salafy.
    Berkata Al-Fudhail bin 'Iyyadh rahimahullah :

    أدركت خيار الناس كلهم أصحاب سنة وينهون عن أصحاب البدع

    "Saya telah mendapatkan bahwa sebaik-baik manusia seluruhnya adalah ahlussunnah dan mereka senantiasa melarang bergaul dengan ahlu bid'ah." (I'tiqaad Ahli Sunnah, Al-Lalikai 1/138)
    Dan sangat dikhawatirkan orang yang bergaul dan bermajelis dengan ahlu bid'ah akan terpengaruh.
    Ibnu Baththah Al-Ukbary berkata:

    ولقد رأيت جماعة من الناس كانو

    "Saya pernah melihat sekelompok manusia yang dahulunya melaknat ahlu bid'ah, lalu mereka duduk bersama ahlu bid'ah untuk mengingkari dan membantah mereka dan terus menerus orang-orang itu bermudah-mudahan, sedangkan tipu daya itu sangat halus dan kekafiran sangat lembut dan akhirnya terkena kepada mereka. " (Al-Ibanah: 2/470).
    Semoga Allah memberikan pemahaman agama dan menjaga serta mengistiqamahkan kita semua. Amin, wallahu a'alam bis shawwab .

    Walimah Tapi Hamil Sebelum Menikah


    >>>http://www.salafyciampeabogor.blogspot.com<<<



    undangan-walimah
    Pertanyaan
    Bismillah. Afwan kami diundang tetangga untuk memberikan restu anak perempuan yang menikah. Tapi ana dengar dari tetangga yang lain, bahwa pengantin perempuan telah hamil sebelum menikah. Apa yang kami lakukan? Jazakallahu Khairan.
    Jawabannya (di jawab oleh al-Ustadz Qamar)
    Bila memang benar bahwa wanita tersebut telah hamil diluar nikah, maka kami memandang agar Anda tidak merestui pernikahannya, dan tidak menghadiri walimahnya. Kecuali bila wanita dan calon suami pasangannya telah beratubat dan menikah setelah kelahiran bayi tersebut. Karena menurut pendapat yang raajih bahwa pernikahan tersebut tidak sah selama dua persyaratan tersebut tidak terpenuhi, sehingga kita tidak perlu menghadiri walimahnya dan dengan tujuan agar jelas sikap kita terhadap perzinahan yang dimurkai Allah Subhaanahu wata'aala.Demikianlah juga mestinya orang lain bersikap. Agar tumbuh rasa malu dan sesal dari orang yang berzina, serta keluarganya. Sehingga membantunya untuk bertobat. (Majalah Qudwah Edisi ke 5 - ditulis ulang untuk bloghttp://nikahmudayuk.worpress.com )

    AGAMA BUKAN PERASAAN


    candle
    Jika kita menelisik kehidupan beragama dari kaum muslimin di Indonesia, atau negeri lainnya, maka kita akan banyak menemukan bukti dan fenomena yang menguatkan bahwa kehidupan beragama kita masih sebatas perasaan. Padahal agama bukanlah perasaan, nafsu dan akal-akalan semata. Agama adalah wahyu dan petunjuk datang dari langit sana.
    Allah-Azza wa Jalla-berfirman,
    وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه فاحكم بينهم بما أنزل الله ولا تتبع أهواءهم عما جاءك من الحق لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا ولو شاء الله لجعلكم أمة واحدة ولكن ليبلوكم في ما آتاكم فاستبقوا الخيرات إلى الله مرجعكم جميعا فينبئكم بما كنتم فيه تختلفون [المائدة /] 48
    "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu ". (QS. Al-Maa'idah: 48)
    Al-Hafizh Imaduddin Ibnu Katsir-rahimahullah-berkata, "Maksudnya, janganlah engkau berpaling dari kebenaran yang Allah perintahkan kepadamu, menuju keinginan-keinginan dari orang-orang jahil lagi celaka itu". [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/128), cet.Dar Thoybah, 1420 H]
    Ini menunjukkan bahwa seorang dalam beragama tidak mengikuti keinginan dan perasaan manusia, tapi mengikuti wahyu dari Allah-Azza wa Jalla-dan petunjuk Rasulullah-Shallallahu alaihi wa sallam-yang bersumber dari bimbingan Allah. Rasulullah-Shallallahu alaihi wa sallam-bersabda,
     لا إني أوتيت الكتاب ومثله معه ألا يوشك رجل شبعان على أريكته يقول عليكم بهذا القرآن فما وجدتم فيه من حلال فأحلوه وما وجدتم فيه من حرام فحرموه
    "Ingatlah sungguh aku telah diberi Al-Kitab, dan semisalnya bersamanya. Ingatlah, hampir-hampir akan ada seseorang yang kenyang di atas ranjangnya seraya berkata, "Berpeganglah saja dengan Al-Qur'an ini. Karenanya, apa saja yang kalian temukan di dalamnya berupa sesuatu yang halal, maka halalkan, dan apa saja yang kalian temukan di dalamnya beruapa sesuatu yang haram, maka haramkanlah ". [HR. Abu Dawud (no.4606). Di- shohih -kan Al-Albaniy dalam Al-Misykah (163)]
    Para pembaca yang budiman, jadi seorang muslim hendaknya dalam beragama, ia mengikuti petunjuk wahyu, baik yang terdapat dalam Al-Qur'an, maupun hadits (sabda) Nabi-Shallallahu alaihi wa sallam-, bukan mengikuti perasaan dan hawa nafsu, tanpa bimbingan wahyu .
    Perasaan dan hawa nafsu adalah kebiasaan pada manusia. Perasaan terkadang mendorong seseorang ke arah kebaikan dan terkadang pula kepada keburukan. Karenanya, syariat datang menjelaskan segala sesuatu agar perasaan dapat mengikuti kebaikan yang ditampilkan oleh wahyu. Perasaan, akal dan hawa nafsu bukanlah pemimpin, pengarah dan teladan bagi manusia dalam beragama. Perasaan, akal dan hawa nafsu harus mengikuti wahyu.
    Disinilah kerusakan sebagian kaum muslimin saat ia beragama, maka ia selalu membuat perasaan dan akalnya sebagai penentu dan pemimpin, bukan wahyu sebagai penentu dan pemutus perkara!! Akhirnya, Al-Qur'an ia kesampingkan, bahkan terkadang ia buang di balik punggungnya.
    Sebagai contoh, lihatlah mereka yang lebih memuliakan hukum-hukum Belanda, Perancis, Amerika, Jerman dan kawanannya dari kalangan orang-orang yang Allah sesatkan hatinya. Perasaan mereka lebih senang mengikuti hukum, atau hukum buatan manusia lemah, bahkan kafir, meskipun jelas-jelas banyak kekurangannya harus direvisi sepanjang abad!! Manakah orang-orang yang mau mengagungkan Al-Qur'an dan mengikutinya. Mengapa kita meniru kaum jahiliyah yang selalu mencari petunjuk dan penentu hidup dari selain wahyu Allah?! Jangan-jangan kita terkena firman Allah,
    وأن احكم بينهم بما أنزل الله ولا تتبع أهواءهم واحذرهم أن يفتنوك عن بعض ما أنزل الله إليك فإن تولوا فاعلم أنما يريد الله أن يصيبهم ببعض ذنوبهم وإن كثيرا من الناس لفاسقون (49) أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون [المائدة / 49 -50]
    "Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? " (QS. Al-Maa'idah: 49-50)
    Al-Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy Al-Yamaniy-rahimahullah-berkata, "Di dalam ayat ini terdapat larangan untuk Nabi-Shallallahu alaihi wa sallam-dari mengikuti keinginan-keinginan anggota Kitab, lalu berpaling dari kebenaran yang Allah turunkan kepada beliau. Karena, pemeluk setiap agama menginginkan agar segala urusan berdasarkan sesuatu yang mereka pijaki dan sesuatu yang mereka warisi dari nenek moyangnya, meskipun urusan itu batil, mansukh (dihapus hukumnya), ataukah telah diselewengkan dari hukum yang pernah Allah turunkan kepada para nabi sebagaimana yang terjadi pada hal rajam (bagi pezina yang sudah nikah) dan sejenisnya diantara hal-hal yang telah mereka selewengkan dari kitab-kitab Allah ".[Lihat Fathul Qodir Al-Jami 'baina Fannai Ar-Riwayah wa ad-Diroyah min Ilm At-Tafsir (2/70)]
    Disinilah kita heran dengan sebagian kaum muslimin yang bangga dan senang mengadopsi hukum-hukum manusia kafir, entah dari kalangan Ahlul Kitab atau lainnya, lalu membuang Al-Qur'an di balik punggung mereka. Padahal semua hukum yang mereka tetapkan hanya berdasarkan pengalaman yang didasari oleh perasaan, akal dan hawa nafsu semata. Kalaupun ada diantaranya mereka dasari dengan hukum-hukum Taurat atau Alkitab, tapi ketahuilah semua hukum-hukum itu telah dihapus oleh Al-Qur'an dan diganti dengan yang lebih baik. Kalau pun mereka bersikeras bahwa itu juga kebaikan, maka kita katakan bahwa tak ada kebaikan, melainkan Al-Qur'an beserta Sunnah Nabi-Shallallahu alaihi wa sallam-telah menjelaskannya.Ketahuilah bahwa hukum-hukum buatan manusia amat banyak memiliki kekurangan yang harus dibenahi sana-sini dan dihapus atau diubah. Adapun hukum Allah yang tertera dalam Al-Qur'an dan Sunnah, maka ia sudah paten dan siap menjawab segala tantangan zaman, sebab ia cocok di segala tempat dan zaman. Kalau tak percaya, buktikan saja melalui penelitian dan penerapan. Jangan tertipu dengan propaganda para pejuang hukum-hukum jahiliyah.
    Gambaran lain dari sisi keberagamaan kita yang masih dilandasi oleh perasaan, adanya sekelompok kaum muslimin yang suka mengada-adakan ajaran baru alias bid'ah dalam agama. Bid'ah (penemuan baru) dalam hal dunia selama bermanfaat dan tak membawa hal negatif, maka ia terpuji. Adapun bid'ah dalam hal agama (yakni, ajaran yang baru ditemukan) yang tak pernah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi-Shallallahu alaihi wa sallam-, maka semuanya adalah keburukan dan kejahatan, meski akal dan perasaan kita memandangnya sebagai hal yang baik. Bid'ah dalam agama, misalnya: perayaan Maulid, Isra'-Mi'raj, Nuzulul Qur'an, perayaan tahun baru (Masehi atau Hijriyyah), dzikir berjama'ah. Semua ini adalah ajaran baru yang tak ada contohnya dari Nabi-Shallallahu alaihi wa sallam-. Tapi anehnya, para kiai dan ustadz berusaha mengutak-atik mencari dalil dalam membenarkannya agar dapat mengikuti selera dan perasaan masyarakat yang senang kepada bid'ah-bid'ah seperti itu.
    Padahal Nabi-Shallallahu alaihi wa sallam-bersabda,
    من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
    "Barangsiapa yang melakukan suatu hal (baru) dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk darinya, maka hal itu tertolak". [HR.Al-Bukhary dalam Shahih-nya (2697) dan Muslim dalam Shahih-nya (1718)]
    Bahkan beliau bersabda mencap sesat semua bid'ah dalam hal agama,
    وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة
    "Wasapadalah kalian terhadap hal yang diada-adakan, karena semua hal yang diada-adakan adalah bid'ah dan semua bid'ah adalah sesat". [HR. Abu Dawud (4609). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (2735)]
    Hal Maulid-misalnya-, ia hal baru diada-adakan orang-orang belakangan berdasarkan perasaan mereka belaka, bukan didasari oleh dalil. Nanti belakangan sejak maulid diperingati oleh banyak orang, barulah para pejuang maulid mencari-cari dalil tentang keabsahannya. Meskipun semua dalil itu tak ada sedikitpun padanya sisi yang menguatkan mereka.
    Jika kita mau merujuk pada sejarah, maka maulid itu diada-adakan oleh orang-orang menyimpang dari kalangan sekte sesat yang bernama Syi'ah. Seorang Sejarawan dari kalangan madzhab Syafi'iyyah, Al-Imam Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy-rahimahullah-dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah (11/127) berkata, "Sesungguhnya pemerintahan Al-Fathimiyyun Al-Ubaidiyyun yang bernisbah kepada Ubaidillah bin Maimun Al-Qoddah, seorang Yahudi yang memerintah di Mesir dari tahun 357 - 567 H, mereka memunculkan banyak hari raya. Diantaranya perayaan maulid Nabi-Shallallahu 'alaihi wasallam ".
    Perayaan hari lahir (maulid) Nabi-Shallallahu 'alaihi wasallam-, tidak muncul, kecuali pada Dinasti Al-Ubaidiyyun pada tahun 362 H. Tidak ada seorang pun yang mendahului mereka dalam merayakan maulid ini. Kemudian, mereka diikuti oleh Raja Damaskus, Al-Muzhaffar sekitar abad ke tujuh. [Lihat Siyar A'lam An Nubalaa '(20/365/no. 253)]
    Perayaan maulid merupakan hal baru dalam agama, karenanya para ulama dari zaman ke zaman menampakkan pengingkaran terhadap acara tersebut. Diantara ulama yang mengingkari perayaan maulid (namun ini bukan pembatasan karena terbatasnya halaman):
    Al-Imam Tajuddin Abu Hafsh 'Umar bin' Ali Al-Lakhmy Al-Fakihaniy (wafat 734 H)-rahimahullah-berkata, "Saya tidak mengetahui untuk perayaan maulid ini ada asalnya (baca: landasannya) dari Al-Kitab, dan tidak pula Dari Sunnah; tidak pernah dinukil pengamalannya dari seorang pun di kalangan para ulama ummat ini yang merupakan panutan dalam agama, yang berpegang teguh dengan jejak-jejak para ulama terdahulu. Bahkan ini adalah bid'ah yang dimunculkan oleh orang-orang yang tidak punya pekerjaan (baca: kurang kerjaan) dan bid'ah ini juga merupakan selera nafsu yang sangat diperhatikan oleh orang-orang yang suka makan ". [Lihat Al-mawrid fii 'Amalil Maulid (hal. 8-9) karya Al-Fakihaniy, cet. Darul Ashimah, 1419 H]
    Sumber: Buletin Jum'at At-Tauhid. Penerbit: Pustaka Ibnu Abbas. Alamat: Jl. Bonto Te'ne, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. Pimpinan Redaksi / Penanggung Jawab: Ustadz Abu Fa'izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout: Abu Dzikro. Untuk berlangganan / pemesanan hubungi: Ilham Al-Atsary (085255974201).
    Disadur dari :http://www.darussalaf.or.id/aqidah/agama-bukan-perasaan/

    [AUDIO]: Nilai Sebuah Keikhlasan

    Rekaman –  AUDIO KAJIAN  Kajian Islam Ilmiyyah Tanjung Priok  Ahad, 03 Rabi’ul Awwal 1440H / 11 November 2018M   Masjid Raya al-H...