Rabu, 16 Januari 2013

Sepercik hiburan (bagi yg ditimpa kegalauan)




Sepercik hiburan (bagi yg ditimpa kegalauan)

Oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman
Al Qudsi Al Indonesi
عفى اله عنه
 Di Markiz Induk Pusat Dakwah Salafiyyah
yang Murni Sedunia
Darul Hadits Dammaj Yaman
حرسها الله
 بسم الله الرحمن الرحيم
Muqoddimah Penerjemah
 الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن واله, أما بعد:
Alloh ta’ala berfirman:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ [التوبة/71]
“Dan orang-orang mukminin dan mukminat itu sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, menegakkan sholat dan menunaikan zakat serta menaati Alloh dan Rosul-Nya. Mereka itulah yang akan dirohmati Alloh, sesungguhnya Alloh itu ‘Aziz (Maha Perkasa) lagi Hakim (Maha Penuh Hikmah)” (QS At Taubah 71)

Beratnya ujian dalan memikul kebenaran terkadang membikin langkah seseorang itu tersendat atau bahkan berhenti beberapa saat. Dan ujian itu bukan hanya datang dari pihak manusia, tapi bahkan juga dari jin-jin sesat utusan dari Iblis la’anahulloh.
telah sampai kepada kami surat dari seorang saudara yang membutuhkan penopangan dan nasihat. Maka dalam kesempatan yang amat berharga ini ana ingin menyampaikan sedikit hiburan dari mutiara-mutiara Imam Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahulloh saat mensyaroh kitab “Riyadhush Sholihin.” Meskipun yang tertulis nanti hanyalah sekedar penerjemahan dari ilmu yang telah tersebar di Indonesia, ana berharap Alloh ta’ala berkenan memberikan berkah-Nya buat langkah yang tidak seberapa ini.
 باب في اليقين والتوكل
(Bab Yaqin Dan Tawakkal)
Imam Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahulloh berkata,”Sang penulis (Imam An Nawawy rohimahulloh) menggabungkan antara yaqin dan tawakkal, karena tawakkal itu merupakan satu buah dari buah-buah keyakinan. Keyakinan itu adalah kekuatan iman dan kekokohan, hingga seakan-akan seseorang itu melihat dengan mata kepalanya perkara yang diberitakan oleh Alloh dan Rosul-Nya, dikarenakan kuatnya keyakinan dirinya. Maka keyakinan itu adalah kekokohan dan keimanan, yang tidak disertai keraguan dari satu sisipun. Maka dia bisa melihat perkara ghoib yang diberitakan oleh Alloh dan Rosul-Nya seakan-akan perkara tadi hadir di hadapannya. Dan ini merupakan derajat keimanan yang tertinggi!
Keyakinan ini menghasilkan buah-buah yang agung, di antaranya adalah: Ketawakkalan kepada Alloh. Dan yang namanya Ketawakkalan kepada Alloh adalah bersandarnya seseorang kepada Robbnya ‘Azza wa Jalla di dalam lahiriyyahnya maupun batiniyyahnya, di dalam upayanya memperoleh manfaat-manfaat dan menolak bahaya.
Alloh ta’ala berfirman:
}ومَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ {[الطلاق/2، 3]
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Alloh maka Dialah yang akan mencukupinya” (QS Ath Tholaq 2-3)
Maka pada kedua martabat ini: Keyakinan dan tawakkal, seseorang akan berhasil memperoleh keinginannya di dunia dan akhirat. Dan dia bisa tenteram, hidup di dunia dengan tenang dan berbahagia, karena dia meyakini seluruh apa yang diberitakan oleh Alloh dan Rosul-Nya, dan dia bertawakkal kepada Alloh ‘Azza wa Jalla.
Kemudian sang penulis menyebutkan beberapa ayat dalam bab ini, di antaranya adalah:
Firman Alloh ta’ala:
” وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الأَحْزَابَ قَالُوا: هَذَا مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُولُهُ، وَصَدَقَ الله وَرَسُولُهُ، وَمَا زَادَهُمْ إلاَّ إيْماناً وَتَسْلِيماً “
“Manakala para mukminun melihat golongan-golongan yang bersekutu itu merekapun berkata,”Inilah sesuatu yang dijanjikan oleh Alloh dan Rosul-Nya kepada kita. Dan benarlah Alloh dan Rosul-Nya.” Dan tidaklah hal itu menambahi mereka kecuali keimanan dan ketundukan.” (QS Al Ahzab 22)

Al Ahzab adalah kelompok-kelompok dari berbagai kabilah yang beraneka ragam. Mereka berhimpun dan bergabung untuk memerangi Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam-. Telah berkumpul sekitar sepuluh ribu prajurit tempur dari Quroisy dan yang lainnya lalu mengepung Madinah untuk menghabisi Nabi -shalallohu ‘alaihi wa sallam-. Dan terjadilah dalam peperangan  ini krisis yang besar yang menimpa para Shohabat Rosul -shalallohu ‘alaihi wa sallam- . Alloh ta’ala berfirman:
وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا  [الأحزاب/10]
“Ketika pandangan mata sudah tidak lagi tetap, dan hati sudah mencapai tenggorokan, dan kalian menyangka Alloh dengan berbagai persangkaan.” (QS Al Ahzab 10)
Dugaan-dugaan yang jauh.
Alloh ta’ala berfirman:
هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا  [الأحزاب/11]
“Ketika itulah para mukminun diuji dan digoncangkan dengan goncangan yang keras.” (QS Al Ahzab 11)
Maka dalam krisis yang berat dan dahsyat itu orang-orang terbagi menjadi dua kelompok, dijelaskan Alloh Azza wa Jalla dalam ayat-ayat ini.
Bagian pertama: Alloh ta’ala berfirman tentang mereka:
وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا  [الأحزاب/12]
“Dan ingatlah ketika orang-orang munafiq dan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit berkata,”Tidaklah Alloh dan Rosul-Nya menjanjikan pada kami kecuali tipuan belaka.” (QS Al Ahzab 12)
Orang-orang menafiq yang menampakkan keimanan tapi menyembunyikan kekufuran, orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit dari kalangan mukminin dan di dalam keyakinan mereka ada kekurangan berkata,”Tidaklah Alloh dan Rosul-Nya menjanjikan pada kami kecuali tipuan belaka.”
Mereka berkata,”Bagaimana Muhammad berkata bahwasanya dia akan menaklukkan Kisro dan Qoishor serta Shon’a sementara dia sekarang terkepung oleh orang-orang itu.
Bagian kedua: Orang-orang yang mukmin. Alloh berfirman tentang mereka:
” وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الأَحْزَابَ قَالُوا: هَذَا مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُولُهُ، وَصَدَقَ الله وَرَسُولُهُ”
“Manakala para mukminun melihat golongan-golongan yang bersekutu itu merekapun berkata,”Inilah sesuatu yang dijanjikan oleh Alloh dan Rosul-Nya kepada kita. Dan benarlah Alloh dan Rosul-Nya.”.” (QS Al Ahzab 22)
Lihatlah perbedaan di antara kedua kelompok ini! Mereka ketika melihat pasukan sekutu tadi dan melihat kesusahan besar ini, mereka tahu bahwasanya pertolongan dan jalan keluar akan datang menyusulinya. Mereka berkata,”Inilah sesuatu yang dijanjikan oleh Alloh dan Rosul-Nya kepada kita. Dan benarlah Alloh dan Rosul-Nya.” Akan terwujudlah pertolongan dan kerajaan-kerajaan Qoishor, Kisro dan Yaman akan ditaklukkan. Dan itulah yang terjadi, dan segala pujian yang sempurna bagi Alloh.
Dan sisi pendalilannya adalah firman Alloh: “Inilah sesuatu yang dijanjikan oleh Alloh dan Rosul-Nya kepada kita. Dan benarlah Alloh dan Rosul-Nya.”
Dan ini adalah puncak keyakinan, di mana seseorang itu di saat ada kesulitan dan kesukaran besar dia itu tetap teguh, beriman dan yakin.
Sebagaimana firman Alloh ta’ala:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ [الحج/11]
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Alloh di tepi belaka.” (QS Al Hajj 11)
yaitu di pinggiran saja.
فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ [الحج/11]
“Maka dia mendapatkan kebaikan hatinyapun tenang dengan keimanan. Tapi jika dia tertimpa fitnah dia berbalik arah. Rugilah dia di dunia dan akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS Al Hajj 11)
Kebanhyakan manusia jika berada dalam keselamatan, maka dia tenang. Tapi jika dia diuji –wal’iyadzu billah- berbaliklah dia ke belakang, bahkan terkadang sampai kepada batasan murtad dan kekufuran, dan menentang Alloh dengan dalih qodho’ dan qodar. Dan berikutnya dia membenci Alloh –wal’iyadzu billah- karena dia pada awalnya tidak tertimpa gangguan dan fitnah. Tapi dia pada kali yang kedua tertimpa fitnah berbaliklah dia ke belakang.
Di dalam ayat ini ada dalil tentang keharusnya manusia itu untuk merasa takut dan khawatir terhadap penyimpangan hati, dan senantiasa mohon pada Alloh kekokohan. Karena tiada satu hatipun dari hati Bani Adam kecuali berada di antara kedua jemari Alloh, membolak-baliknya sekehendaknya. Jika Alloh kehendaki Dia akan menegakkannya. Tapi jika Dia menghendakinya bisa pula menyelewengkannya. Maka kita mohon pada Alloh Yang membolak-balik hati agar mengokohkan hati kita di atas ketaatan kepada-Nya. Dan agar memberi kita istiqomah di atas agama-Nya, dan kokoh di atasnya.

Ayat yang kedua:
Firman Alloh ta’ala:
” الَّذينَ قَالَ لَهُم النَّاسُ إنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إيْمَاناً وَقَالُوا: حَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيل. فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللهِ، وَاللهُ ذو فَضْلٍ عَظِيمٍ ” آل عمران: 173، 174
“Yaitu orang-orang yang para manusia berkata kepada mereka,”Sesungguhnya orang-orang telah berkumpul untuk menyerang kalian, maka takutlah kalian kepada mereka,” maka justru hal itu menambahi mereka keimanan dan mereka berkata HASBUNALLOHU WA NI’MAL WAKIL (cukuplah bagi kami Alloh dan Dialah sebaik-baik yang mengurusi). Maka kembalilah mereka dengan kenikmatan dan karunia dari Alloh, mereka tidak tertimpa kejelekan, dan mereka mengikuti keridhoan Alloh. Dan Alloh itu memiliki karunia yang agung.” (QS Ali ‘Imron 174-175)
Ayat ini turun tentang para Shohabat rodhiyallohu ‘anhum pada saat mereka mengalami luka-luka dan cedera di perang Uhud, dan sebagian mereka menjadi syuhada. Maka dikatakan pada mereka,”Sesungguhnya Abu Sufyan telah bertekad untuk menyerang kalian, sehingga orang-orang telah berkumpul untuk menggempur kalian. Maka Nabi -shalallohu ‘alaihi wa sallam- menyeru manusia untuk menjumpai dan menghadapi mereka. Maka merekapun memenuhi panggilan Alloh dan Rosul-Nya setelah mereka mengalami luka-luka dan cedera serta mala petaka yang besar yang mana tujuh puluh orang dari mereka terbunuh sebagai syuhada fi sabilillah dan Nabi -shalallohu ‘alaihi wa sallam- yang lainnya juga mengalami musibah. Walaupun demikian mereka tetap memenuhi panggilan Alloh dan Rosul-Nya
>>>http://www.salafyciampeabogor.blogspot.com<<<
Dan Alloh ta’ala berfirman:
” وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذي لا يَمُوت ” الفرقان: 58
“Dan berkawakkallah engkau kepada Al Hayy (Yang Mahahidup) yang tidak mati.” (QS Al Furqon 58)
 Dan Alloh ta’ala berfirman:
” وَعَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ ” إبراهيم: 11
“Dan hanyalah kepada Alloh hendaknya kaum mukminin itu bertawakkal.” (QS Ibrohim 11)
 Dan Alloh ta’ala berfirman:
” فَإذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى الله ” آل عمران: 159،
“Maka jika engkau telah membulatkan tekad maka berkawakkallah engkau kepada Alloh” (QS Ali ‘Imron 159)
Dan Alloh ta’ala berfirman:
” وَإنما الْمُؤْمِنُونَ الَّذينَ إذَا ذكِرَ الله وَجِلَتْ قُلُوبهُمْ وَإذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُه زَادَتْهُمْ إيْمَاناً وَعَلَى رَبِّهمْ يَتَوَكَّلُونَ “
الأنفال: 28:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.Sumber:www.kebenaranhanya1.wordpress.com



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar