Rekaman Daurah Umum Nasional Kajian Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah “Asy-Syariah” ke-17 Jakarta Islamic Centre 1441 H/2019 M


REKAMAN  KAJIAN UMUM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH “ASY-SYARIAH” KE-17
JAKARTA ISLAMIC CENTER 1441 H/2019 M
“SABAR DALAM MENJALANKAN AGAMA”
____________________________
*Sabtu, 7 Muharram 1441 H (7 September 2019)
Pembukaan : Ust. Ayip Syafruddin
 

🔗 Download Audio

Sesi I: _Kesabaran Salaf dalam Menuntut Ilmu_
Asy-Syaikh Ali bin Husein asy-Syarafi
Penerjemah: al-Ustadz Usamah Mahri

🔗 Download Audio

Sesi II: _Kesabaran Salaf dalam Mendidik Anak_
Asy-Syaikh Ali bin Husein asy-Syarafi*
Penerjemah: al-Ustadz Muhammad Rijal

🔗 Download Audio

Sesi III: _Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah_
Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy
Penerjemah: al-Ustadz Ruwaifi’

*Ahad, 8 Muharram 1441 H (8 September 2019)
Sesi IV: Kesabaran Salaf dalam Menaati Penguasa
Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy
Penerjemah: al-Ustadz Abu Nasim Mukhta

🔗 Download Audio

Sesi V: Kesabaran Salaf dalam Beribadah dan Beramal
Asy-Syaikh Zakariya bin Syuaib
Penerjemah: al-Ustadz Qomar Suaid

Sesi VI: Kesabaran Salaf dalam Menundukkan Jiwa
Asy-Syaikh Zakariya bin Syuaib
Penerjemah: al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

🔗 Download Audio

Tauisyah 1 : Tausiyah tentang Taqwa, IKhlas dan Menjaga Waktu serta Syukur
al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah

🔗 Download Audio
Tausiyah 2 : Mengagungkan Sunnah Nabi yang Shahihah
al-Ustadz Muhammad Rijal

🔗 Download Audio
Sumber : https://www.daurahnasional.com/rekaman-daurah-umum-nasional-kajian-ilmiah-ahlus-sunnah-wal-jamaah-asy-syariah-ke-17-jakarta-islamic-centre-1441-h-2019-m/

KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH “ASY-SYARI’AH” KE-17 TAHUN 1441 H / 2019 M


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
Ilmu agama merupakan cahaya terang yang akan mengantarkan kepada jalan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya dengan ilmu tersebut jalan menuju Jannah (Surga).” (HR. Muslim)
“Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu agama, maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali.” (HR. at-Tirmidzi)
Alhamdulillah, dengan mengharap pertolongan dan kemudahan dari Allah, masyaikh Ahlus Sunnah wal Jama’ah akan hadir kembali di bumi Nusantara untuk menyampaikan ilmu agama kepada segenap kaum muslimin.
KAJIAN UMUM NASIONAL

🌏🗺 “SABAR DALAM MENJALANKAN AGAMA”
🗓 Waktu:
Sabtu—Ahad, 7—8 Muharram 1441 H (7—8 September 2019 M)
🕌 Tempat:
JAKARTA ISLAMIC CENTER (JIC), Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, DKI Jakarta
🔊 Pembicara:
1⃣ Asy-Syaikh Ali bin Husain asy-Syarafi hafizhahullah (Yaman)
2⃣ Asy-Syaikh Shalah Futaini Kantusy hafizhahullah (Yaman)
3⃣ Asy-Syaikh Zakariya bin Syuaib hafizhahullah (Yaman)
☎️ Kontak Person:
📲 085319732909
📲 081513978370
📲 08129394826
===================
Panitia Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah Ke-17
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Sumber:
🌅📚 Channel Daurah Nasional “asy-Syari’ah” Ahlus Sunnah wal Jama’ah
▶️ https://telegram.me/daurahnasional
💻 Situs Resmi http://daurahnasional.com

HAJI MABRUR: DEFINISI DAN CARA MENCAPAINYA

Dalam bab sebelum ini (Keutamaan Ibadah Haji dan Umrah) telah disebutkan beberapa hadits keutamaan haji yang mabrur, di antaranya terhapuskannya seluruh dosa sehingga suci bagaikan terlahir kembali. Demikian juga balasan bagi haji yang mabrur adalah Surga. Definisi Haji Mabrur Secara Bahasa Secara bahasa, kata mabrur memiliki makna: Diterima, tidak ditolak. Berisi ketaatan, bukan kemaksiatan (Hasyiyah al-Bujayromiy alal Minhaaj (6/121) Jujur, tidak mengandung pengkhianatan. Seperti jual beli yang mabrur: jual beli yang didasari kejujuran, tidak ada aib pada barang yang disembunyikan (Fathu Dzil Jalaali wal Ikraam bi syarhi Bulughil Maraam (3/459)). Penjelasan al-Quran, Nabi dan Para Ulama tentang Haji Mabrur Allah Ta’ala berfirman: فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجّ Barangsiapa yang melakukan haji di bulan itu maka janganlah berbuat rofats (perbuatan atau ucapan kotor), kefasikan (dosa), dan perdebatan dalam haji (Q.S al-Baqoroh ayat 197) Az-Zujaj mendefinisikan rofats sebagai: segala sesuatu yang diinginkan oleh seorang laki-laki terhadap perempuan (Umdatul Qoori Syarh Shahih al-Bukhari 16/314). Sehingga, apa pun bentuknya: apakah itu ucapan, perbuatan, maupun isyarat yang mengarah pada konteks hubungan suami istri, hal ini masuk dalam kategori yang bisa merusak/ menciderai mabrurnya ibadah haji. Hal yang dikhawatirkan, saat sama-sama bergurau antar jamaah haji kemudian pembicaraan mengarah pada hal-hal yang mesum/ kotor, meski hanya candaan tentang hubungan halal antar seorang suami pada istrinya saat di tanah air, hal itu bisa juga tergolong yang terlarang. Demikian juga dengan perdebatan. Seringkali kita mendebatkan sesuatu hal yang tidak prinsip. Hanya untuk menyatakan suatu barang ini lebih baik dari barang itu, kadang kita berdebat. Mestinya hal semacam itu dijauhi, terutama di masa berhaji. Agar tidak merusak kemabruran ibadah haji kita. Seandainya pun pendapat kita benar, kita tidak perlu berdebat. Sekedar menyampaikan saja. Sudah cukup. Terdapat sebuah hadits Nabi yang menunjukkan balasan kebaikan bagi orang yang menahan diri tidak berdebat, meski ia berada dalam posisi yang benar: أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا Aku menjamin sebuah rumah di tepian Surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meski ia benar (H.R Abu Dawud) Kembali melanjutkan pembahasan tentang definisi haji yang mabrur. Di dalam sebuah hadits, Nabi shollallahu alaihi wasallam ditanya tentang haji yang mabrur, apakah itu? Beliau shollallahu alaihi wasallam menjawab: إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَطِيبُ الْكَلاَمِ (Dermawan) memberikan makanan, dan baik dalam tutur kata (ucapan)(H.R Ahmad, atThobaroniy, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, dihasankan Syaikh al-Albaniy) Hadits itu menunjukkan bahwa haji mabrur didapatkan dengan akhlak yang mulia kepada sesama muslim: dermawan dalam memberi serta tutur kata yang menyenangkan lawan bicara. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah ditanya tentang apakah haji mabrur itu? Beliau menjawab: أَنْ يَدْفَعَ زَاهِدًا فِي الدُّنْيَا رَاغِبًا فِي الْآخِرَةِ (Amalan haji yang) membuat pelakunya semakin zuhud terhadap dunia dan semakin bersemangat menggapai kebahagiaan di akhirat (riwayat Ibnu Abdil Bar dalam al-Istidzkar) Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa haji yang mabrur adalah haji yang memiliki kriteria sebagai berikut: Pertama: Melaksanakannya secara ikhlas karena Allah Azza Wa Jalla semata. Dalam berhaji tidak mengharapkan pujian, gelar haji, atau keuntungan duniawi lainnya. Ia hanya mengharapkan balasan kebaikan di akhirat. Kedua: Mengikuti tuntunan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dalam berhaji Ketiga: Biaya berhaji didapatkan dari penghasilan yang baik. Keempat: Meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa. Baik dosa yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ihram (larangan-larangan dalam berihram), maupun dosa secara umum seperti menggunjing (ghibah), mengadudomba (namimah), dusta, dan semisalnya. Berdasarkan firman Allah Ta’ala: فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ Barangsiapa yang mengerjakan haji (di bulan-bulan itu) maka janganlah ia melakukan rofats (ucapan atau perbuatan kotor), kefasikan (kemaksiatan) dan perdebatan dalam haji (Q.S al-Baqoroh ayat 197) Termasuk yang harus dihindari adalah menyakiti kaum muslimin lain saat berdesakan ketika tawaf, sa’i, melempar jumrah, dan lainnya. Karena menyakiti orang lain termasuk yang terlarang: وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُبِيناً Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang beriman laki-laki maupun wanita tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka (yang menyakiti itu) telah memukul kebohongan dan dosa yang nyata (Q.S al-Ahzab ayat 58) (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam Fataawa Nuurun alad Darb (227/19-21)) Kesimpulan Kriteria Haji Mabrur: Ikhlas karena Allah Ta’ala Tata cara manasiknya sesuai tuntunan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, terpenuhi dengan baik syarat, rukun, dan kewajiban haji, yang disempurnakan dengan sunnah-sunnah dalam haji. Biaya hajinya berasal dari penghasilan yang halal. Menjauhi ucapan dan perbuatan kotor/ mesum, dosa-dosa, maupun perdebatan. Berakhlak mulia kepada sesama manusia: tutur katanya baik, sabar, pemaaf, dermawan, tidak mengganggu atau menyakiti yang lain. Perbuatan setelah berhaji menjadi semakin baik, semakin berkurang ambisi (tidak tamak) terhadap urusan duniawi dan semakin bersemangat menggapai kebahagiaan di akhirat. (dikutip dari buku “Hadiah untuk Ikhwan, Manasik Haji dan Umrah Menggapai Ridha ar-Rahmaan”, karya Abu Abdirrahman Sofian dan Abu Utsman Kharisman) 

Sumber Artikel: https://salafy.or.id/blog/2019/07/25/haji-mabrur-definisi-dan-cara-mencapainya/ | Salafy.or.id

🔴📳 AUDIO TAUSIYAH BA'DA SUBUH,  MA'HAD DHIYA'US SUNNAH, MASJID ABU BAKAR AS SIDDIQ CIREBON


⏳ Tema : Sikap Al Hilm wal Anaah


💺 Al Ustadz Abu Nashim Mukhtar  hafidzahullahu


📅 Rabu, 28 Dzulhijjah 1440 H/ 31 Juli 2019



📱  Link Audio:
bit.ly/tausiyah1ustmukhtar

Streaming LIVE :
📬 www.salafycirebon.com

📲 Radio Syariah

=====================

📮 Salafy Cirebon


⏬ Unduh Audionya :

https://t.me/salafy_cirebon/5815

Audio Rekaman Kajian Islam Kota Tegal


Kajian Islam Ilmiah Masjid Ali Bin Abi Thalib Kota Tegal – Jawa Tengah
🌏http://bit.ly/mabatkotategal
🎗 Bersama: Al-Ustadz Muhammad Umar As Sewed حفظه الله
📅Jumat, 24 Rabbi’uts Tsani 1439 H – 12 Januari 2018 M
📶 Khutbah Jum’at
💽 Audio Khutbah Jum’at:
▶ Durasi : [27:54] 6,4 MB
🌐 Link : https://goo.gl/wbMBmG
~~~~~~
📖 Sesi 1 : 
“Dhorurotul Ihtimam Bi Sunani Nabawiyah”
💽 Audio Sesi 1 :
▶ Durasi : [31:32] 7,2 MB
🌐 Link : https://goo.gl/WZGULY
~~~~~~
💽 Sesi 2 : 
“Syarhus Sunnah Lil Imam Al Barbahari”
💽 Audio Sesi 2 :
▶ Durasi : [59:58] 13,7 MB
🌐 Link : https://goo.gl/VwxZa5
~~~ ~~~~
💽 Sesi Tanya Jawab
▶ Durasi : [12:11] 2,8 MB
🌐 Link : https://goo.gl/fZ2uYj
~~~~~~
🔍 WhatsApp Salafy Tegal
🌏 Channel Telegram :
t.me/salafytegal
══ ❁📼❁ ═════════════
🌺 Semoga bermanfaat, Jazakumullohu khoiron Wa Barokalloh fiikum
══ ❁📼❁ ═════════════
Sumber : https://www.salafycirebon.com/audio-rekaman-kajian-islam-kota-tegal.htm

AUDIO IKUTILAH AL HAQ DAN KOKOHLAH DI ATASNYA – Ustadz Muhammad Ummar Assewed


بسم الله الرحمن الرحيم
╔═ ❁💽📀💿❁ ═══════════
ALHAMDULILLAH AUDIO TABLIGH AKBAR AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH PURBALINGGA
📆 Hari  Ahad, 11 Dzulqo’dah 1440 H  / 14 Juli 2019
💺 Al Ustadz Muhanmad Umar Assewed, حفظه الله تعالى
(Pengasuh Ponpes Dhiyaussunnah Cirebon)
Dengan Materi
📚 🏷 Ikutilah Al Haq dan Kokohlah di atasnya!
****📖****
🇮🇩 🕌Masjid Agung Daarussalaam Purbalingga.
🌵Kompleks Alun alun Pusat Kota Purbalingga
Informasi lengkap :
🔽 https://almanshuroh.net/2019/07/15/audio-ikutilah-al-haq-dan-kokohlah-di-atasnya-ustadz-muhammad-ummar-assewed/
💐 Berbagi Faidah dengan Audio Kajian
Sumber : https://almanshuroh.net/2019/07/15/audio-ikutilah-al-haq-dan-kokohlah-di-atasnya-ustadz-muhammad-ummar-assewed/

[AUDIO]: Nilai Sebuah Keikhlasan

Rekaman –  AUDIO KAJIAN  Kajian Islam Ilmiyyah Tanjung Priok  Ahad, 03 Rabi’ul Awwal 1440H / 11 November 2018M   Masjid Raya al-H...