>>>(Audio) Download Kajian Salafiyah di Beberapa tempat di Indonesia (Sabtu-Ahad 6-7 Jumadil Ula 1435H/08-09 Maret 2014M)

((((www.salafyciampeabogor.blogspot.com))))

Berikut Kajian Ilmiyah Salafiyah Indonesia yang di adakan di Beberapa tempat di Indonesia
 1. Purwokerto Jawa Tengah Sabtu 06 Jumadil Ula 1435H/08 Maret 2014M
~Bersama al Ustadz Muhammad Umar as Seweed
Sesi Satu Download di Sini
Sesi Dua Download di Sini
Sesi Tiga (Tanya Jawab) Download di Sini

2. Ma’had Darussunnah Jeneponto (Sulawesi Selatan),  Sabtu-Ahad 06-07 Jumadil Ula 1435H/08-09 Maret 2014
~Bersama al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc
>Sabtu 08 Jumadil Ula 1435H/08 Maret 2014
1. Tausiyah Ba’da Shubuh Download di Sini
2.Sesi Satu Download di Sini
3.Sesi Dua Download di Sini
4.Sesi Tiga Download di Sini
>Ahad 07 Jumadil Ula 1435H/09 Maret 2014M
1. Tausiyah Ba’da Shubuh Download di Sini
2.Sesi Satu Download di Sini
3.Sesi Dua Download di Sini
3. Masjid Asy-Syifa RSUD Dr. Kariyadi Semarang, Ahad 09 Jumadil Ula 1435H/
Bersama Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafrudin
1. Sesi Satu Download di Sini atau di Sini
2. Sesi Dua Download di Sini atau di Sini
4. Masjid Ulul Albab Jawa Situbondo Jawa Timur, Ahad 07 Jumadil Ula 1435H/09 Maret 2014M
Bersama al Ustadz Syafi’i bin Saleh Alaydrus Hafizhahullah
1. Sesi Satu Download di Sini
2.Sesi Dua Download di Sini
Sumber : forumsalafy.net

[AUDIO MP3] MARI JAGA FITRAH MEREKA

((((www.salafyciampeabogor.blogspot.com))))


Download

Tanggal
Judul Kajian
Pembicara
12 Jan 2014
Mari Jaga Fitrah Mereka Sesi 1
Ust Ayip Syafruddin
Mari Jaga Fitrah Mereka Sesi 2

Aplikasi Android beberapa Radio Salafy di Indonesia. Download disini Sumber :
http://salafysemarang.com/download

>>>Kajian Utama ” Mereka Menuduh Ibnu Utsaimin”

Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Di salah satu blog musuh dakwah tauhid disebutkan sebuat artikel dengan judul “Fatwa Sadis Imam Wahhabi Salafi Ibn Utsaimin!!” Artikel ini diposting pada 20 November 2012 oleh abusalafy. Berikut ini petikannya.
Kedangkalan Akidah Tauhid Wahhabi Salafi
Seperti biasanya, kaum Wahhâbi Salafi yang cupet cara berpikirnya, gemar mengumbar fatwa pengkafiran kepada siapa saja yang tidak meyakini penyimpangan akidah seperti yang mereka yakini. Kini giliran vonis kafir atas siapa saja yang tidak mengimani bahwa Allah “bertempat di langit”….. Demikian dijatuhkan vonis itu oleh Ibnu Utsaimin, salah seorang imam gede kaum Wahhâbi Salafi setelah kematian Bin Bâz…. Perhatikan vonis itu dalam kitab “Majmû’ Fatâwa Ibnu Utsaimin”, 1132-1—133 pertanyaan: 55. Buku kumpulan fatwa itu disusun oleh Fahd bin Nâshir bin Ibrahim al-Salman. Cet. Dâr al Wathan. ..
Terjemahan Fatwa Bin Utsaimin: Beliau ditanya tentang ucapan sebagian orang jika ditanya, “Di mana Allah?” Lalu ia menjawab, “Allah ada di setiap tempat” atau “Allah ada Maha Ada” apakah jawaban ini benar? Maka beliau menjawab, Jawaban ini palsu/batil/keliru, tetapi tidak secara totaldan tidak juga ketika diikat. Jika ia ditanya, “Di mana Allah?” hendaknya ia berkata, “Allah di langit.”Seperti wanita yang ditanya oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Di mana Allah?” lalu ia menjawab, “Di langit.” Adapun orang yang mengatakan bahwa “Allah Maha Ada” hanya itujawabannya, maka sesungguhnya ia lari dari jawaban dan berkelit. Adapun orang yang berkata Allah Subhanahu wata’ala ada di setiap tempat dengan maksud Dzat-Nya maka ia adalah kafir. Sebab ia mendustakan nash-nash, bahkan dalil-dalil naqliyah dan aqliyah serta dalil fitrah bahwa Allah berada di atas segala sesuatu. Dan Dia (Allah) berada di atas mlangit, bersemayam di atas Asry-Nya.
Berikut ini komentar Abu Salafy.
Demikianlah dengan mudahnya Syeikh Mufti Andalan kaum Wahhâbi Salafi menjatuhkan vonis kafir atas sesiapa yang tidak meyakini bahwa “Allah bertempat di langit… bersemayam… duduk di atas Arsy-Nya”… apa dasarnya? Sederhana… sebuah hadis yang redaksinya masih diperselisihkan di antara para ulama Islam… dan kami telah beber panjang lebar dalam seri Ternyata Tuhan Tidak Di Langit!
Dan inilah akidah tajsîm yang diyakini oleh kaum Mujassimah dan kemudian dipromosikan Ibnu Taimiyah dan setelahnya dijadikan akidah resmi kaum Wahhâbi/salafy….
Kami tidak menghiraukan penyimpangan mereka jika ia hanya mereka yakini sendiri. Akan tetapi ketika mereka meneror kaum muslimin dengan vonis kafir, maka kesesatan itu harus segera dibongkar….
Dalam kesempatan ini kami tidak bermaksud membuktikan kepalsuan akidah kaum Yahudi yang kemudian kental kita temukan dalam akidah yang diyakini kaum Wahhâbi itu… telah banyak artikelkami tentang masalah ini… namum di sini kami hanya membuktikan kepada Anda betapa mazhab Wahhâbi Salafi itu ditegakkan di atas pengkafiran kaum muslimin dengan sebab dan alasan yangsama sekali tidak dapat dibenarkan agama... di samping jelas bagi Anda betapa dangkal pemahaman agama kaum Wahhâbi Salafi!.
Tanggapan Penulis
Bismillah. Apa yang disampaikan oleh Ibnu Utsaimin bahwa orang yang berkata Allah Ada di setiap tempat dengan maksud Dzat-Nya maka ia adalah kafir
adalah pernyataan yang benar. Adapun yang disebutkan oleh Abu Salafy1: “Kedangkalan Akidah Tauhid Wahhabi Salafi” dan “fatwa sadis” justru menunjukkan kedangkalan ilmunya dalam memahami masalah ini. Dengan sederhananya , d i a mengomentari fatwa Ibnu Utsaimin dalam hal itu bahwa alasan beliau: Sederhana… sebuah hadis yang redaksinya masih diperselisihkan di antara para ulama Islam. Justru inilah kedangkalan. Bukankah Ibnu Utsaimin dalam fatwa yang dinukilkan sendiri oleh Abu Salafy mengatakan bahwa “Adapun orang yang berkata Allah ada di setiap tempat dengan maksud Dzat-Nya maka ia adalah kafir. Sebab ia mendustakan nash-nash, bahkan dalil-dalil naqliyah dan aqliyah serta dalil fitrah bahwa berada di atas segala sesuatu. Dan Dia (Allah) berada di atas langit, bersemayam di atas Arsy-Nya.
Sadarkah Anda saat menerjemahkan kutipan ini? Atau orang lain yang menerjemahkan dan Anda hanya main copy-paste saja? Coba Pembaca perhatikan, apa dasar yang disampaikan oleh Ibnu Utsaimin dalam pernyataan tersebut?
1. Dalil-dalil aqli
2. Dalil-dalil naqli
3. Dalil-dalil fitrah
Tiga macam dalil yang apabila dijabarkan akan mencapai jumlah yang banyak. Bagaimana bisa dia katakan bahwa alasan Ibnu Utsaimin “Sederhana… sebuah hadis yang redaksinya masih diperselisihkan di antara para ulama Islam.” Maaf, kemana akal Anda saat membantah asy-Syaikh Utsaimin? Di sini, sedikit saya jabarkan dalildalil yang diisyaratkan oleh Ibnu Utsaimin, agar Abu Salafy—dan yang sejenisnya— tidak sesembrono itu menuduh syaikh dengan tuduhan yang sangat tidak pantas dan tidak sopan. Di antara dalil naqli adalah firman Allah Subhanahu wata’ala,
أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ
“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumibersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?” (al-Mulk: 16)
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا
“Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orangorang yang kafir.” (Ali Imran: 55)
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ
“Kepada-Nya lah naik perkataanperkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.” (Fathir: 10)
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia naik di atas Arsy. Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang, (masingmasing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” (al-A’raf: 54)
الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ
“Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang naik dan tinggi di atas ‘Arsy.” (Thaha: 5 )
Masih banyak lagi. Ini baru dari ayat. Belum lagi dari hadits. Di antaranya adalah dari Anas bin Malikradhiyallahu ‘anhu,
 فَكَانَتْ زَيْنَبُ تَفْخَرُ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِىِّ تَقُولُ زَوَّجَكُنَّ أَهَالِيكُنَّ، وَزَوَّجَنِى اللهُ تَعَالَى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَوَاتٍ
“Zainab bintu Jahsy dahulu berbangga terhadap para istri nabi yang lain, ‘Yang menikahkan kalian adalah keluarga kalian sendiri, sedangkan yang menikahkan aku adalah Allah dari atas tujuh langit.”Dalam riwayat lain, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menikahkan aku di langit. Dalam lafadz yang lain, ia berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam“Allah menikahkan aku denganmu dari atas Arsy-Nya.” (HR. al-Bukhari)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 أَلاَ تَأْمَنُونِي وَأَنَا أَمِينُ مَنْ فِي السَّمَاءِ، يَأْتِينِي خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً
“Tidakkah kalian percaya kepadaku padahal aku adalah orang yang dipercaya oleh Dzat yang di atas langit? Datang kepadaku berita langit, pagi dan petang hari.” __________(Muttafaqun alaihi)
Dua hadits saja yang kami keluarkan. Di kantong Ahlus Sunnah masih banyak lagi hadits tentangnya. Adapun hadits yang dia katakan “… sebuah hadis yang redaksinya masih diperselisihkan di antara para ulama Islam” hanyalah salah satu dari sekian banyak hadits yang mendasari pernyataan beliau ini, yang itu adalah keyakinan aswaja dengan pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah yang asli. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim dan dikenal sebagai hadits Jariyah. Siapa yang mempermasalahkan redaksinya? Sekelas al-Imam Muslim kah dia sehingga mengkritik redaksiShahih Muslim? Sebagai tambahan, hadits itu tidak hanya diriwayatkan oleh Muslim rahimahullah, tetapi juga Abu Dawud, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Abi Ashim, dan yang lain rahimahumullah juga meriwayatkannya.
Adanya lafadz-lafadz lain dari hadits ini tidak berarti hadits ini lemah. Yang menganggap lemah hanya orang semacam al-Kautsari, pembawa bendera Jahmiyah abad ini. Adapun dalil secara aqli, beliau terangkan, “Adapun dalil secara akal, dikatakan: tanpa diragukan bahwa sifat ketinggian adalah sifat kesempurnaan dan lawannya adalah sifat kekurangan. Telah pasti bahwa Allah Subhanahu wata’ala memiliki sifat kesempurnaan, maka wajib ditetapkan bagi-Nya sifat ketinggian. Dengan penetapan sifat ketinggian itu Tidak ada konsekuensi sisi negatif atau kekurangan. Adapun dalil secara fitrah yang menunjukkan ketinggian Allah Subhanahu wata’aladengan Dzat-Nya, sesungguhnya tiap orang yang berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala, baik dengan doa ibadah maupun doa permintaan, kalbunya saat itu tidak tertuju kecuali ke langit. Oleh karena itu, engkau dapati dia mengangakat kedua tangannya ke langit dengan perintah fitrahnya.
Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang dari Hamadzan kepada Abul Ma’ali al-Juwaini, “Tidaklah seorang yang tidak berpengetahuan sama sekali mengatakan, ‘Ya Rabb,’ melainkan dia dapatkan dalam kalbunya keharusan untuk mencari arah atas.’ Al-Juwaini (yang saat itu mengingkari sifat ketinggian Allah Subhanahu wata’ala) lantas menepuk kepalanya dan mengatakan, “Orang Hamadzan ini telah membuatku bingung. Orang Hamadzan ini telah membuatku bingung.’ Demikian kisah ini dinukil darinya. Sahih atau tidak kisah itu, sesungguhnya tiap orang mendapati seperti apa yang dia katakan. Dalam Shahih Muslim disebutkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhubahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan seseorang yang menjulurkan dua tangannya ke langit dan menyeru, “Wahai Rabbku, wahai Rabbku,” sampai akhir hadits. Kemudian engkau dapati juga orang yang shalat dan kalbunya menuju ke langit, lebih-lebih saat sujud dan berkata,“Subhana rabbiyal a’la, (Mahasuci Rabbku yang Mahatinggi” karena dia tahu bahwa sesembahannya di langit.
Mahasuci Allah. Dengan demikian, nyatalah kebenaran ucapan Ibnu Utsaimin bahwa Allah di atas langit dan yang mengatakan Dzat Allah berada di tiap tempat adalah kafir. Sebab, dia telah mengingkari semua ayat dan hadits yang menunjukkan hal ini, yang sulit dihitung jumlahnya. Justru yang aneh adalah yang tidak mengafirkan orang semacam ini, jika dia mengetahui ayat-ayat dan hadits34 hadits tersebut lantas menentangnya. Berbeda halnya dengan orang yang belum memahami hal ini dan tidak mengetahui dalil, bisa jadi masih ada uzur baginya. Yang aneh adalah yang tidak meyakini bahwa Allah Subhanahu wata’ala di atas langit, semacam Abu Salafy dalam artikelnya “Ternyata tuhan tidak di langit.” Lantas di mana menurutnya? Di mana-mana? Atau tidak dimana-mana? Sempat terbayang dalam pikiran penulis, bagaimana perasaan Abu Salafy saat berdoa? Bisa jadi, ia berdoa sambil kalbunya meraba-raba dan mencari di mana tuhannya, entahketemu atau tidak. Seorang yang mengatakan demikian, bisa jadi ia meyakini bahwa Allah Subhanahu wata’ala di mana-mana dengan Dzatnya, yang konsekuensinya Allah berada di tempattempat kotor dan najis. Na’udzubillah,
Mahasuci Allah dari hal itu. Orang yang fitrahnya sehat tidak akan menerima hal itu. Dia saja tidak mau bertempat di tempat yang kotor dan najis, lantas bagaimana dia bisa menempatkan tuhannya di tempat yang seperti itu? Itu kan kurang ajar terhadap tuhannya. Allah Subhanahu wata’alasembahan kami tidak begitu. Bisa jadi pula, ia meyakini bahwa Allah Subhanahu wata’ala tidak bertempat di mana-mana; tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kanan, tidak di kiri, tidak di depan, tidak di belakang, tidak di dalam alam, dan tidak pula di luarnya. Jika keyakinannya demikian, seperti yang dikatakan oleh Mahmud bin Sabaktakin, “Tolong, sebutkan perbedaan antara Rabb yang kamu sebut itu dengan sesuatu yang tidak ada!” Apa yang mereka sebutkan adalah definisi paling bagus terhadap sesuatu yang tidak ada. Inilah ta’thil (penolakan terhadap sifat-sifat Allah) yang mutlak. Maka dari itu, dahulu ulama mengatakan, “Sekte Jahmiyyah menyembah sesuatu yang tidak ada wujudnya.” Anda dari golongan mana, wahai Abu Salafy? Hanya kepada Allah Subhanahu wata’alakami mohon pertolongan.
Sumber : www.asysyariah.com

>>>[AUDIO] AL-USTADZ LUQMAN BA'ABDUH & AL-USTADZ ABDURRAHMAN MUBARAK – ISTIQOMAH DENGAN BIMBINGAN ULAMA SUNNAH

Rekaman Kajian Ilmiyah
Ma'had Al-Manshuroh, Banjarbaru Kal-Sel

Al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba‘abduh & Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ~hafidzahumullah~
Sabtu & Ahad, 29-30 Rabi‘uts Tsani 1435H * 01-02/03/2014M

Download rekaman:
Al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba‘abduh & Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak ~hafidzahumullah~
Sabtu & Ahad, 29-30 Rabi‘uts Tsani 1435H * 01-02/03/2014M


Download rekaman:



01


7.1MB
02
4.4MB



03



3.4MB
04
12.4MB
05
8.6MB



06



4.2MB
07
7.3MB
08
17.3MB
Sumber: ForumSalafy•Net

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum

>>>KAJIAN AHLUS SUNNAH - SLIPI JAKARTA

(((((www.salafyciampeabogor.blogspot.com))))


Sumber : www.Ahlussunnahslipi.com

>>>Permata Salaf ” Nasihat Al -Imam Al – Barbahari rahimahullah Tentang Kebid’ahan & Pelakunya”

((((www.salafyciampeabogor.blogspot.com))))


Al-Imam al-Barbahari rahimahullah mengatakan, “Jika engkau melihat seseorang duduk bersama ahli bid’ah, ingatkan dan beri tahu dia. Jika ia masih saja duduk bersama ahli bid’ah setelah mengetahuinya, jauhilah dia karena sesungguhnya dia adalah pengikut hawa nafsu.” (Syarhus Sunnah poin ke-144 hlm. 121)


Beliau rahimahullah juga mengatakan, “Jika tampak bagimu suatu kebid’ahan dari diri seseorang, hati-hatilah engkau darinya. Sebab, yang dia sembunyikan lebih banyak daripada yang dia tampakkan.” (Syarhus Sunnah poin ke-148 hlm. 123)


Beliau rahimahullah mengatakan pula, “Berhati-hatilah, kemudian berhatihatilah engkau dari orang-orang pada masamu secara khusus. Lihatlah siapa yang engkau ajak duduk, dari siapa engkau mendengar, dan siapa yang engkau jadikan teman. Sebab, manusia hampir-hampir berada dalam kerendahan, kecuali orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala.” (Syarhus Sunnah poin ke-150 hlm. 125)

>>>Dauroh Islamiyyah Al Ustadz Asykari bin Jamal Bugisy di Bandung 2 Hari

((((((www.salafyciampeabogor.blogspot.com))))))


Dauroh Islamiyyah Al Ustadz Asykari bin Jamal Bugisy di Bandung 2 Hari


[AUDIO]: Nilai Sebuah Keikhlasan

Rekaman –  AUDIO KAJIAN  Kajian Islam Ilmiyyah Tanjung Priok  Ahad, 03 Rabi’ul Awwal 1440H / 11 November 2018M   Masjid Raya al-H...