KU TAK INGIN SENDIRI


KU TAK INGIN SENDIRI

Di alam kubur bersama “amal kejelekan”.
————————
🔰 Gambaran keadaan manusia di alam kubur.
🚀 Satu motivator beramal sholeh.
💢 Keadaan manusia tatkala detik-detik ajal begitu mencekam. Setelah itu, hanya ada dua pilihan keadaan alam kubur yang menjadi rahasia ilahi. Insan beriman selalu berharap dan khawatir darinya; mendapatkan nikmat kubur atau adzab, hanya itu pilihannya.
✅💯 Semasa hidup, insan beriman selalu berharap mendapatkan nikmat kubur yang Allah Ta’ala janjikan. Tak hanya itu, ia juga menaruh cemas dan khawatir dalam hati dari keadaan kedua, takut dari adzab kubur serta siksa yang menyengsarakan. Sehingga ia senantiasa berlindung darinya dalam doa sebelum salam di akhir sholat, dan pada kesempatan lainnya.
💥 Cukup rasanya, gambaran mengerikan tentang adzab kubur yang dikabarkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam membuat kita cemas dan takut untuk mendapatkannya, seperti:
➖Dipukul malaikat, karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan kubur,
➖Diberi alas dari api neraka,
➖Dibukakan pintu menuju neraka,
➖Merasakan panas dari hembusan api neraka,
➖Kuburannya dipersempit hingga tulang rusuknya bersinggungan,
➖Ditemani oleh seorang bermuka jelek, berpakaian jelek, serta berbau busuk. Itulah amal kejelekan seseorang di dunia; Allah Ta’ala menjadikannya seseorang berwujud jelek di alam kubur
↔ Lain halnya dengan insan beriman, keadaannya begitu menyenangkan, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan,
🔻 Ia selamat dari pukulan malaikat, karena berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan kubur,
🔻 Diberikan kepadanya alas dari ‘Jannah’,
🔻 Dibukakan untuknya pintu menuju ‘Jannah’,
🔻 Merasakan hembusan dan aroma ‘Jannah’,
🔻 Kuburannya diperluas sejauh mata memandang,
🔻 Ditemani oleh seorang berparas tampan, berpakaian elok, tercium darinya aroma wangi semerbak,
🔰 Insan beriman bertanya kepadanya: “Siapakah engkau?”
➖ Orang berparas tampan tadi menjawab:
أنا عملك الصالح، كُنْتَ وَاللَّهِ سَرِيعًا فِي طَاعَةِ اللَّهِ، بَطِيئًا عَنْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ، فَجَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
“Akulah amal sholehmu. Dahulu engkau –demi Allah- selalu bersegera dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, lambat dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah. Sehingga Allah –Ta’ala- membalasmu dengan kebaikan.”
📌 (( Kisah ini disebutkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari shahabat Al-Barro` bin ‘Azib -rodhiyallahu ‘anhu))
📚 [ HR. Ahmad no. 18534, 18614, Al-Hakim no. 107.]
Dishohihkan Asy-Syaikh Al-Albani -rohimahullah- dalam kitab “Shohih Al-Jami’” no. 1676, “Al-Misykah” no. 1630, “Ahkamul Janaiz”; hal. 158.
〰〰〰〰
🔘 Semoga kita semua dimudahkan untuk mendapatkan kenikmatan di alam kubur, serta dijauhkan dari adzab-Nya. Dengan bersegera melakukan ketaatan demi ketaatan, meninggalkan beraneka ragam kemaksiatan.Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin. ]
Wallahul Muwaffiq (AH)
Sumber : http://salafymedia.com/blog/ku-tak-ingin-sendiri/

KISAH MENAKJUBKAN : JAWABAN TELAK SEORANG AWAM TERHADAP SEORANG NASRANI


KISAH MENAKJUBKAN : JAWABAN TELAK SEORANG AWAM TERHADAP SEORANG NASRANI

✅📒💐 KISAH MENAKJUBKAN : JAWABAN TELAK SEORANG AWAM TERHADAP SEORANG NASRANI
……………………………………….
🅾 Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah :
🌷 “Seseorang yang masih diatas fitrahnya dia memiliki jawaban yang tidak dimiliki oleh orang berilmu yang telah menyimpang fitrahnya.
🏫 Diceritakan, bahwa ada salah seorang (muslim) dari penduduk Nejed yang berkumpul dengan orang nasrani, aku menduganya di Mesir. Terjadi perbincangan diantara keduanya sebagaimana perbincangan yang banyak terjadi antara dua orang yang sedang duduk.
🚫 Si nasrani berkata kepadanya : “Kalian wahai orang-orang muslim adalah orang-orang zhalim !”
🔘 Si awam bertanya : “Bagaimana bisa begitu ?!”
🚫 Si nasrani menjawab : “Karena kalian membolehkan bagi kalian untuk menikahi wanita kami, sementara kalian tidak membolehkan bagi kami untuk menikahi wanita kalian”.
🔗 Apakah ini benar, ataukah tidak benar ?, terdapat rincian,
❌ perkataan dia “Sesungguhnya kalian adalah orang-orang zhalim” ini tidak benar,
☑ dan perkataan dia “kalian membolehkan ini dan tidak membolehkan itu” ini benar.
🔘 Maka si awam ini mengatakan kepadanya :
💎 “KAMI MENGIMANI NABI KALIAN SEMENTARA KALIAN TIDAK MENGIMANI NABI KAMI”
🌻🌾 Subhanallah, benar-benar jawaban yang telak lagi memuaskan, dia melanjutkan :
💎 “BERIMANLAH DENGAN NABI KAMI MAKA KALIAN BOLEH MENIKAHI WANITA DARI KAMI”
🌷🌼 Ini adalah jawaban yang bagus”.
*****
💻🔊Sumber Audio : http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_076_04.mp3
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✏ Alih Bahasa : Tim Istifadah
💽 Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2016/02/jawaban-telak-seorang-awam-terhadap.html
📮 Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P
🔎 Faedah Lain » http://salafymedia.com/blog/category/al-istifadah/
———-
▫قصة إفحام رائعة▫
🔶 قـال الشيــخ ابن عثيميـن رحمه الله :
【الإنسان الذي على فطرته عنده من الجواب ما ليس عند العالم المنحرف،
يقال: إن رجلاً من أهل نجد اجتمع بنصراني أظنه في مصر، وجرى الحديث بينهما كما يجري الحديث بين الجالسين كثيراً،
فقال له النصراني: أنتم أيها المسلمون ظلمة،
🔹قال: كيف؟
قال: لأنكم تبيحون لأنفسكم أن تتزوجوا منا ولا تبيحون لنا أن نتزوج منكم. هل هذا صحيح هذا أم غير صحيح؟
فيه تفصيل، فقوله: أنكم ظلمة، غير صحيح، وقوله: تبيحون ولا تبيحون، صحيح،
🔹فقال له العامي: نحن نؤمن بنبيكم وأنتم لا تؤمنون بنبينا،
سبحان الله! جواب مفحم مقنع،
آمنوا بنبينا ولكم أن تتزوجوا منا. وهذا جواب سليم.】
❍ رابـط الفتــوى ❍


KU TAK INGIN SENDIRI

KU TAK INGIN SENDIRI Di alam kubur bersama “amal kejelekan”. ————————  Gambaran keadaan manusia di alam kubur.  Satu motivator bera...