Selasa, 14 Februari 2017

[AUDIO]>>Refleksi Taqwa Untuk Keselamatan Pribadi, Agama dan Bangsa


Rekaman Audio Kajian Kota Denpasar
Senin, 24 Rabi'uts Tsani 1438H ~ 23.01.2017M // Masjid Raya Ukhuwah, Denpasar Bali

Bersama Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafizhahullah

— Download audio —
Mp3 versi 32 Kbps

[ Kajian Tematik ]
REFLEKSI TAQWA UNTUK KESELAMATAN PRIBADI, AGAMA DAN BANGSA

01. - Download Audio di sini


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: Channel Telegram @anNajiyahBali

Klik “JOIN” http://bit.ly/ukhuwahsalaf
Klik “JOIN” http://bit.ly/Alfawaaid
Klik “JOIN” http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

>>Janganlah Engkau Jadikan Musim Hujan Sebagai Kambing Hitam


(Faedah dari: ustadz abu sufyan sedayu gresik)

JANGANLAH ENGKAU JADIKAN MUSIM HUJAN SEBAGAI KAMBING HITAM
Nampaknya negeri ini masih terus diguyur hujan tanpa kita ketahui kapan berakhirnya, namun kenyataan yang miris kita dapati suara-suara yang mulai memojokkan musim hujan.
“wah hujan lagi, hujan lagi, bisa rugi saya.!”
“Nampaknya alam sudah tidak bersahabat lagi.”
“Gara-gara hujan harga barang jadi melonjak.”  dan ucapan-ucapan lain yang bernada menyalahkan hujan.
Wahai saudaraku mari kita merenung sejenak!
Tahukah anda sebenarnya banyak pesan yang ingin Allah sampaikan kepada kita lewat musim hujan ini. Diantara pesan yang bisa kita singkap adalah:
1. Allah ingin menunjukan kepada manusia betapa besar dan luas kekuasaan Allah.
Sebagaimana Allah berfirman:
والله أنزل من السماء ماء فأحيا به الأرض بعد موتها إن في ذلك لآية لقوم يسمعون
“Dan Dialah Allah yang telah menurun hujan dari awan kemudian menghidupkan bumi setelah kematiannya sesungguhnya pada hal ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang mau mendengar(pelajaran).  An Nahl: 6
Fenomena hujan merupakan salah satu fenomena alam yang mengagumkan sebagai bukti yang kuat untuk menunjukkan betapa agungnya Dzat yang menurunkannya, untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang mampu menandingi kuasa ilahi.
Sepintar apapun manusia, sehebat apapun teknologi yang mereka kuasai, mereka tidak mampu membendung turunnya hujan yang bertubi-bertubi mengguyur negeri mereka sehingga banjir di mana-mana tidak bisa terelakkan
لا حول و لا قوة إلا بالله العظيم
2.Untuk menambah rasa takut  kepada Allah
Hal ini telah dicontohkan oleh junjungan kita, salawat dan salam tercurah untuk beliau, sebagaimana diceritakan Ummul Mukminin ‘Aisyah:
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda.” ‘Aisyah berkata, “Wahai Rasululah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu gembira. Mereka mengharap-
harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka.”   Beliau pun bersabda, “Wahai ‘Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adalah adzab. Dan pernah suatu kaum diberi adzab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum ‘Aad) ketika melihat adzab, mereka mengatakan, “Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.”HR Al Bukhori 4829 dan Muslim 899
Seorang yg memiliki rasa takut kepada Allah akan membuat dia selalu waspada dengan berupaya melaksanakan ketaatan dan menjahui kemaksiatan. Adapun orang yg merasa aman dari hukuman Allah sehingga dia terus menerus dalam kelalaian dan lumpur dosa, dia berpikir:
“Saya tidak mungkin kebanjiran karena saya tinggal di dataran tinggi.”
“Saya ndak mungkin kena sunami wong saya jauh dari pantai”
Maka kita katakan:  “Wahai hamba Allah, apa anda pikir adzab Allah hanya banjir dan gempa bumi.”
Allah  maha mampu mendatangkan adzab dalam bentuk apapun, dari arah manapun tanpa melihat waktu.
Dengarkanlah ucapan Robbmu:
أفأمن أهل القرى أن يأتيهم بأسنا بياتا وهم نائمون
أو أمن أهل القرى أن يأتيهم بأسنا ضحى وهم يلعبون
أفأمنوا مكر الله فلا يأمن مكر الله إلا القوم الخاسرون
“Apakah punduduk sebuah desa itu merasa aman dari adzab kami di waktu malam saat mereka tidur terlelap. Apakah penduduk suatu desa merasa aman dari adzab kami di waktu dhuha tatkala mereka asik bermain.  Apakah mereka merasa aman dari makar Allah, tidaklah ada yang merasa aman dari makar Allah melainkan kaum yang merugi”.   Al A’rof 97-99
3. Penghancur kesombongan dan keangkuhan bani adam 
Wahai saudaraku yang dimuliakan Allah sebenarnya ada pesan yang dalam ingin Allah sampaikan kepada kita dengan musim hujan yang berkepanjangan sehingga menyebabkan kebanjiran melanda dimana-mana, pesan tersebut adalah agar manusia menghilangkan keangkuhan dan kesombongan mereka dan menyadari akan kelemahan mereka di hadapan Al Jabbarul Mutakabbir sehingga mereka kembali kepada Allah, tunduk dan patuh pada ketetapan-Nya.
Saat ini kebanyakan manusia terlalu angkuh nan sombong, dia lebih percaya dengan kemampuan dirinya, dia lebih bersandar pada kecerdasannya sehingga dia lupa bahwa disana ada kekuatan yang tak terbatas, dia lupa bahwa disana ada yang Maha berilmu, Dialah Allah Jalla Robbuna Al Qowiyul Matinul Aliim yang harus dia jadikan sandaran.
Seharusnya kita bersyukur kepada Allah dengan musibah ini karena hal itu pertanda Allah masih sayang dan cinta dengan kita.  sebagaimana sabda junjungan kita baginda nabi:
إذا أراد الله بعبده الخير عجل له بالعقوبة في الدنيا، وإذا أراد الله بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتي يوافي به يوم القيامة.  رواه الترمذي2396 صححه الألباني في صحيح
الجامع 308
“Apabila Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya maka Allah akan segerakan hukuman dosanya ketika di dunia, namun bila Allah menghendaki kejelekan untuknya Allah menunda hukuman atas dosanya hingga hari kiamat nanti.” HR At Tirmidzi2396 di shohihkan syaikh Al Albany dlm shohihul jaami’ 308
Sehingga sangatlah tidak pantas kalau kita menyalahkan musim hujan atas musibah yang kita derita, sangatlah tidak pantas kita menjadikan musim hujan sebagai kambing hitam dari kegagalan kita, hendaknya kita mawas diri, hujan tidak pernah salah karena dia merupakan murni perbuatan Allah, perbuatan Allah semuanya baik tidak ada yang salah sebagaimana nabi menyatakan:
الشر ليس إليك
“Kejelekan tidaklah berasal dari-Mu.”
Mencela hujan sama saja mencela Allah sebagaimana  sabda rosul dalam hadits qudsy Allah menyatakan:
يؤذيني ابن آدم يسب الدهر وأنا الدهر أقلب الليل و النهار
رواه البخاري4862 مسلم2246
“Anak adam telah menyakitiku, mereka mencela masa padahal Aku adalah Yang mengendalikannya, Aku yg membolak balikkan malam dan siang.”
sebenarnya yg salah adalah manusia sendiri, karena ketamakan mereka yang menggiring mereka pada musibah ini,penebangan, pembakaran hutan,penimbunan lahan yang terus menerus tampa memperhatikan keseimbangan alam, mereka hanya ingin meraup keuntungan saja.
Oleh karena itu melalui musim hujan ini kita jadikan sebagai ajang dalam mengkoreksi pribadi-pribadi kita dan kembali kepada Allah.
apapun yang kita rasakan dari musim hujan ini,  baik keuntungan ataupun kerugian kita sikapi dengan husnu  dzon,dan berpikir positif namun tetap optimis. Itulah sikap mukmin sejati, sebagaimana sabda nabi:
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله له خير و ليس ذلك لأحد إلا للمؤمن:  إن أصابته سراء شكر فكان خير له و إن أصابته ضراء صبر فكان خير له.  رواه مسلم2999
“Sungguh mengagumkan urusannya orang yang beriman, semua keadaan baik untuknya,  yang demikian tidak mungkin digapai melainkan hanya orang yang beriman, apabila dia mendapat kesenangan dia bersyukur, namun bila dia mendapat kesulitan dia bersabda.”
Dan kita memohon kepada Allah agar saudara-saudara kita yang di timpa musibah diberikan ketabahan, kasabaran dan keridhoan terhadap ketetapan Allah dan agar urusan mereka dipermudah
Allahumma amiin .

Senin, 30 Januari 2017

>>>INGIN BAHAGIA HANYA ADA 1 SOLUSI

video

>>>HIDUP SETELAH TERKUBUR SELAMA 6 TAHUN


Kisah yang akan kami ceritakan ini adalah kisah yang diceritakan oleh Ustadz Mukhtar la ferlaz hafizhahullah..


Beliau bercerita:

Dahulu di Yaman..
Ada seorang lelaki paruh baya yang rajin melaksanakan sholat berjamaah di masjid walaupun rumahnya jauh dari masjid..

Di kala itu belum ada penerangan listrik.. jadi penduduk masih menggunakan pelita sebagai penerang dalam gelapnya malam.

Orang itu berangkat di waktu maghrib dengan membawa pelita dan makanan bersamanya..

Pelitanya ia gunakan untuk menerangi jalannya dan sebagai penerangan dimasjid, adapun makanan yang dia bawa sebagai santapan malamnya bersama orang yang sholat bersamanya.

Hal ini terus dilakukannya dan menjadi kebiasaannya untuk berbuat derma..

Suatu saat..
Dia dan anak-anaknya membutuhkan air untuk mengairi ladang mereka..
Akhirnya merekapun bersama-sama menggali sebuah sumur..

Ayahnya di bagian dalam untuk menggali, dan anak-anaknya berada diatas untuk membuang tanahnya..

Pacul terus beradu dengan tanah...
Lubang terus di gali..
Semakin dalam...
Dan semakin dalam..

Tiba- tiba...
Tanah diatasnya amblas...
Tiba-tiba tanah diatasnya runtuh dan menimbun sang ayah..

Hingga akhirnya iapun tertimbun di dalam tanah yang dia tengah ia gali...

Anak-anaknya pun berusaha untuk menggali..
Mereka terus menggali, dan bertekad untuk dapat mengeluarkan ayah tercinta dari runtuhan tanah yang menimbunnya..

Namun sayang!
Usaha mereka tidak mendapatkan hasil...

Mereka sedih, karena sang ayah terkubur hidup-hidup didalam sumur itu...
Dan merekapun menyerahkan perkaranya kepada Allah..

Mereka pasrah dengan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah..

Tak terasa setahun telah berlalu...
Dua..
Tiga...
Empat..
Sampai enam tahun berlalu..

Ladang menjadi luas, dan butuh banyak air untuk pengairan..
Akhirnya merekapun berembuk untuk menggali sumur.

Namun dimana lagi tempat yang pas untuk mendapatkan air....
Merekapun bermusyawarah.. berembuk...
Akhirnya tidak mereka temukan tempat yang pas selain tempat yang dulu, dimana ayah tercinta terkubur dan terpendam didalamnya...

Apa yang harus diperbuat..??
Apakah mereka tetap harus menggali, atau tidak..??!
Sementara tanaman dan ladang butuh untuk di airi.

Biar ga lama penasarannya...
Kita lanjut ceritanya...

Merekapun bingung...
Disatu sisi mereka menganggap itu sebagai kubur sang ayah..
Disisi lain, mereka butuh tempat itu..
Mereka butuh sumur itu sebagai sumber air bagi ladang mereka...

Dan keputusan pun dipilih..
Dengan berat hati, mereka tetapkan ...
Akan menjadikan (tempat)nya sebagai sumur...

Sedianya lubang tetap akan digali kembali...
Kembali mereka menggali..
Kembali pacul beradu...
Tepat pada tempat dimana dulu ayahnya terkubur...

Dan sebuah kejadian mencengangkan terjadi..

Kejadian luar biasa yang menunjukkan rahasia ilahi..

Kejadian yang tidak mungkin bagi kita, bahkan bagi anak-anaknya untuk membayangkan dan menduga sebelumnya..

Apa itu??!
Betul-betul mencengangkan dan membuat mata tak mau berkedip..!!

Apa yang mereka temukan di dasar sumur itu..?!
Apa???!!

Sebuah jasad...

...

Tepatnya seorang tua yang masih bernyawa di dalam sumur!!!

Bernyawa???!!

Na'am, bernyawa..

Ada orang hidup di dlam lubang itu...
Na'am, shahih!!

Ternyata sang ayah tercinta masih hidup..
Masih bernyawa...
Enam tahun.. Selama itukah??!!

Apa ini benar dan mungkin??!!

Jawabnya: "Apa yang tak mungkin bagi Allah..?!"

Na'am, Ia benar-benar hidup..

Dengan rambut dan kuku yang panjang, sang ayah masih hidup didalam lubang selama enam tahun
Allahu akbar!!

"Idza qodhollahu bi amrin faqola lahu kun fayakun.."

Rahasia ilahi...

Penasaran ya??

Afwan ya sengaja..
Kita lanjutkan lagi...

Merekapun mengambil dan mengangkat ayahnya ke atas...

Walau dengan tampilan seperti itu...
Walau waktu yang lama...
Mereka masih mengenal...
Itu ayah ku..!!

Na'am.. Itu Ayah kami..

Selepas beberapa waktu, mereka menanyakan perihal yang terjadi..

Perkara yang tidak masul akal ini..
Rahasia dari keanehan ini....

Bagaimana bisa sang ayah dapat bertahan didalam perut bumi, dalam waktu yang lama?
Tanpa makan dan minum,
Tanpa bergerak ...
Tanpa berganti busana
Atau mandi sekalipun...

Oh sulit dinalar oleh akal ini...
Enam tahun....
Ayah... Bisakah ayah ceritakan tentang kejadian ini?!
Tanya anak-anaknya kepada sang ayah....

Sang ayahpun mulai mengisahkan...

Ketika ayah tertimbun di dalam tanah..
Terkubur didalam lubang itu....

Alhamdulillah ada lubang atau celah yang menjadi sebab ayah bisa bertahan hidup di dalamnya...
Anak-anak nya terus mendengarkan dengan seksama...
Dan sang ayahpun terus mengisahkan...

Dengan "goa" itulah ayah tidak tertimbun dan tidak menjadi mayat di kala itu..

Lantas dari mana bisa bertahan selama ini?
Enam tahun, bukanlah waktu yang singkat...

Na'am..
Ayah hidup didalamnya selama itu.. tatkala gelap datang seseorang dengan membawa pelita dan makanan...

Dan ayah tak tahu siapa dia...
Terus dan terus seperti itu...

Ada cahaya yang menghampiri...
Menemani dalam kesendirian
Menerangi dalam kegelapan...
Begitupun makanan..

Siap santap disaat lapar...
Terus menerus selama enam tahun..
MasyaAllah..

Sang Ayahpun mengingatkan.. mungkin ini merupakan pahala yang Allah segerakan dari apa yang ayah lakukan..
Dengan membawa pelita untuk menerangi orang sholat..
Dan memberi makan mereka yang sholat di masjid... MasyaAllah...

Dan memang benar..
Ketika mereka menemukan sang ayah di dalam lubang itu, ayahnya dalam keadaan bugar dan gemuk..
Tak ada tanda lemas ataupun kurus karena tak makan..

Dan iapun tetap bisa bertahan hidup dalam perut bumi selama enam tahun..
MasyaAllah Allahu Akbar..
Wallah 'ala kulli sya'in qodiir..
............................

Saudaraku, beramallah...
Bershodaqohlah...

Tidak akan rugi sedikitpun, apa yang telah antum keluarkan dijalan Allah..

Bisa jadi Allah membalas amalmu didunia dengan balasan yang disegerakan, atau di akhirat dengan jannah...

Catatan:
Kisah ini terjadi di propinsi Baidho' -yaman.
Sebagaimana dinyatakan sebagian ikhwah...
Ada yang menyatakan 6 thn, ada juga 7 thn, bahkan lbh dari itu...

Namun pastinya kisah ini ma'ruf dan benar-benar terjadi...

Ambillah pelajaran penting yang tersirat didalamnya...

Semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta'ala agar senantiasa kokoh diatas Sunnah. Dan Semoga bermanfaat. Wallaahu a'lam.
______________________
(Sumber: Postingan al akh Rana Abdulloh di forward dari koordinator 1 forum KIS 3
via Whatsapp ITS2)

Selasa, 17 Januari 2017

(DOWNLOAD AUDIO) BACAAN MUROTTAL AL-QUR'AN - ASY SYAIKH ALI HUSSEIN ASY SYARAFI (AL-HUDZAIFY) HAFIZHAHULLAH

(DOWNLOAD AUDIO) BACAAN MUROTTAL AL-QUR'AN - ASY SYAIKH ALI HUSSEIN ASY SYARAFI (AL-HUDZAIFY) HAFIZHAHULLAH


 BACAAN MUROTTAL AL-QUR'AN

Oleh: 
Asy-Syaikh Ali Hussein Asy-Syarafi (al-Hudzaify) hafidzahullah

)* Ketika Beliau menjadi Imam Sholat Isya di Masjid Al Anshar Wonosalam Sleman, DIY | Selasa, 27 Jumadil akhir 1437 H/ 05 April 2016 M
▪️Surat al-Baqarah ayat 284 sd. 286
▪️Surat an-Naazi'at ayat 27 sd. 46

LINK DOWNLOAD :


•••••
Sumber: Channel @LilHuda
Forum Berbagi Faidah

Senin, 28 November 2016

>>>Tanda Hari Kiamat : Turunnya nabi Isa ‘alaihissalam


Diantara tanda-tanda hari Kiamat Kubra adalah turunnya nabi Isa Úáíå ÇáÓáÇã sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat yang shahih dan mutawatir.
Bahkan Allah ÓÈÍÇäå æÊÚÇáì telah mengisyaratkan tentang turunnya Isa Úáíå ÇáÓáÇã sebagai tanda datangnya hari kiamat dalam firman-Nya:
وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ
وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ
وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنكُم مَّلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ
وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)? Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar sebagai ilmu tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kalian ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (az-Zukhruuf: 57-61)
Ayat terakhir dalam Firman Allah di atas yaitu
merupakan ilmu tentang hari kiamat”.
Disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubi bahwa yang dimaksud adalah turunnya nabi Isa merupakan ilmu tentang dekatnya hari kiamat. Lebih didukung lagi dengan bacaan yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid dan lain-lain dari para imam ahlut tafsir yaitu dengan difathahkan huruf ‘ain dan lam-nya menjadi ‘alamun yang bermakna “tanda” (yang berarti “Isa Úáíå ÇáÓáÇã sebagai tanda hari kiamat” -pen.). (Tafsir al-Qurthubi (16/ 105); lihat pula Tafsir ath-Thabari (25/90-91))
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanadnya kepada Ibnu Abbas bahwa beliau berkata ketika menafsirkan æóÅöäøóåõ áóÚöáúãñ áöáÓøóÇÚóÉ: “Yang dimaksud adalah keluarnya Isa sebelum hari kiamat”. (Musnad Imam Ahmad: 4/329 no. hadits 2921 dengan tahqiq Ahmad Syakir dan beliau berkata: “Sanadnya Shahih”)
Diangkatnya Nabi Isa
Termasuk isyarat akan turunnya Isa adalah berita tentang diangkatnya Nabi Isa -ruh dan jasadnya- ke langit dalam keadaan masih hidup. Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (an-Nisaa’: 157-159)
Dalam ayat ini kita mendapatkan beberapa pelajaran penting, diantaranya:
1. Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib, melainkan Allah angkat kepada-Nya, yakni dari kalimat: yang bermakna “Bahkan Allah angkat kepada-Nya”.
2. Para ahlul kitab akan beriman kepadanya sebelum kematian Nabi Isa . Ini merupakan isyarat bahwa Isa sebelum meninggalnya akan turun ke dunia dan ahlul kitab akan beriman kepadanya.
Isyarat al-Qur’an di atas dijelaskan lebih rinci dalam hadits-hadits yang shahih, diantaranya:
1. Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:
“Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh akan turun di tengah kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi dan menggugurkan jizyah serta membagikan harta hingga tidak ada yang menerimanya seorangpun.
Kemudian Abu Hurairah berkata: “Bacalah oleh kalian –jika kalian mau—ayat:
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (an-Nisaa’: 159) (HR. Bukhari Muslim)
Disamping nash yang jelas dari Rasulullah tentang akan turunnya Isa , riwayat Abu Hurairah di atas memberikan pelajaran yang sangat penting bagi kita, yaitu tafsir seorang shahabat dan pemahaman salaf terhadap ayat Allah dalam surat an-Nisaa’ ayat 159 bahwa ahlul kitab akan beriman sebelum hari kiamat adalah ketika turunnya Isa .
Dengan jelas Abu Hurairah mengatakan bahwa ayat ini mengisyaratkan turunnya Nabi Isa di akhir zaman menjelang hari kiamat. Sedangkan kita mengetahui bahwa pemahaman para shahabat adalah pemahaman yang paling dekat dengan kebenaran, karena mereka telah mendapatkan rekomendasi dan pujian dari Allah dan Rasul-Nya sebagai umat yang terbaik, golongan yang selamat dan dijamin dengan keridlaan dan surga.
2. Diriwayatkan dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda:
Bagaimana kalian jika diturunkan di tengah kalian Ibnu Maryam, sedangkan imam kalian dari kalangan kalian. (HR Bukhari dan Muslim).
3. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah , beliau mendengar Rasulullah bersabda:
Akan tetap ada segolongan umatku yang berperang di atas kebenaran dalam keadaan menang sampai hari kiamat. Kemudian turun Isa Ibnu Maryam , maka berkatalah pemimpin mereka:”Kemarilah memimpin sholat kami”. Maka ia pun berkata: ”Tidak, sesungguhnya sebagian kalian memimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan yang Allah berikan kepada umat ini.”(HR Muslim).
4. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda:
Para Nabi adalah seperti saudara sebapak, ibu mereka berbeda tapi agama mereka satu. Sesungguhnya akulah yang paling berhak dengan Isa Ibnu Maryam karena tidak ada antaraku dan dia seorang nabi pun. Sungguh dia akan turun, maka jika kalian melihatnya kenalilah dia! Dia adalah seorang yang berkulit antara merah dan putih dalam keadaan berpakaian dua kain yang bercelup ja’faran, rambut-nya seperti meneteskan air padahal tidak basah. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menggugurkan jizyah, dan mengajak manusia kepada agama Islam. Allah binasakan pada zaman-nya seluruh agama-agama selain Islam. Allah binasakan juga Dajjal. Maka terjadilah keamanan di muka bumi hingga singa-singa merumput bersama dengan unta-unta, macan-macan dengan sapi-sapi, dan serigala-serigala dengan domba-domba, serta anak-anak kecil bermain dengan ular-ular dengan tidak memberikan madharat sedikit pun kepada mereka. Demikianlah berlangsung selam empat puluh tahun, kemudian beliau meninggal dan dishalatkan oleh kaum muslimin. (HR Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
5. Hadits-hadits tentang tanda-tanda hari kiamat yang diantaranya menyebutkan akan turunnya Isa yaitu hadits Hudzaifah Ibnu Usaid dan lainnya dalam Shahih Muslim dan lain-lain. (Lihat pembahasan yang telah lalu)
Kami tidak memuat seluruh hadits-hadits tentang turunnya Isa karena terlalu banyaknya. Sebagian riwayat terkandung dalam kisah Dajjal, sebagian lain-nya diriwayatkan berkenaan dengan hadits-hadits Imam Mahdi. Atau riwayat-riwayat yang khusus menceritakan tentang turunnya Isa di akhir zaman.
Hadits-hadits tersebut dimuat di hampir seluruh kitab-kitab hadits. Dalam kitab-kitab Shahih terutama Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dan lainnya; dalam kitab-kitab sunan seperti Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah dan lain-lainnya; ataupun dalam musnad-musnad seperti Musnad Imam Ahmad dan lain-lainnya.
Oleh karena itu sama sekali tidak tepat jika dikatakan hadits-hadits tersebut berderajat Aahaad, apalagi menyatakan hadits-hadits tersebut tidak bisa dipakai sebagai hujjah, sebagaimana yang dikatakan oleh kelompok sesat mu’tazilah dan para pengikutnya atau kelompok kafir Qadiyaniyah Ahmadiyah.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Nabi Isa masih hidup sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kitab Shahih (Bukhari dan Muslim -pen.) Dan akan turun sebagaimana telah tsabit dalam hadits nabi :
Akan turun di tengah kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil dan Imam yang bijaksana. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi dan menggugurkan jizyah. (Bukhari Muslim)”. (Majmu’ Fatawa, jilid 4/322)
[Risalah Dakwah MANHAJ SALAF, Insya Allah terbit setiap hari Jum’at. Ongkos cetak dll Rp. 200,-/exp. tambah ongkos kirim. Pesanan min 50 exp. bayar 4 edisi di muka. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03, Cirebon. telp. (0231) 222185. Penanggung Jawab & Pimpinan Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP 081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Arief Subekti HP 081564690956. Untuk memperdalam ilmu dan informasi dakwah baca: majalah Asy-Syari’ah & An-Nasihah atau klik www.asysyariah.com dan www.salafy.or.id.]
(Dikutip dari Bulletin Manhaj Salaf, Edisi: 70/Th. II tgl 08 Jumadi tsani 1426 H/15 J u l i 2005 M, judul asli Tanda-tanda Hari Kiamat, turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam, penulis asli Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed)
Sumber : http://salafy.or.id/blog/2005/11/17/tanda-hari-kiamat-turunnya-nabi-isa-alaihissalam/