INGAT SHALAT :

Senin, 24 November 2014

[AUDIO MP3 TERBARU]>>Audio: Kajian Salafiyah Indonesia Sabtu-Ahad / 29 Muharram – 1 Shafar 1436H/ 21-23 Nopember

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut Rekaman Kajian Salafiyah Indonesia, Sabtu-Ahad 29 Muharrom – 1 Syafar 1436H / 23-23 November 2014 M
1.  Cileungsi
Bersama: Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy hafizhahullah
Khutbah Jum’at  ~ Download Audio Di Sini
Sesi 1 – Membedah Faham Takfir ~ Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Membedah Faham Takfir ~ Download Audio Di Sini
Sesi 3 (Tanya Jawab) – Membedah Faham Takfir ~ Download Audio Di Sini
Sesi 1 – Tuntunan Salaf Dalam Mencari Ilmu ~ Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Tuntunan Salaf Dalam Mencari Ilmu ~ Download Audio Di Sini
Sesi 3 (Tanya Jawab) – Tuntunan Salaf Dalam Mencari Ilmu ~ Download Audio Di Sini
Kiat Meredam Fitnah ~ Download Audio Di Sini
Nasihat Indah Buat Muslimah ~ Download Audio Di Sini
2.  Cilacap
Bersama: Al Ustadz Muhammad Idral Harits hafizhahullah
Sesi 1 – Ma’had Sebagai Jatung Dakwah ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Ma’had Sebagai Jatung Dakwah ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 3 (Tanya Jawab) – Ma’had Sebagai Jatung Dakwah ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
3.  Jombang
Bersama: Al Ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah
Sesi 1 – Menjaga Fitroh Buah Hati Kita ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Menjaga Fitroh Buah Hati Kita ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 3 (Tanya Jawab) – Menjaga Fitroh Buah Hati Kita ~ Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
4.  Karawang
Bersama: Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed hafizhahullah
Kutbah Jum’at ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 1 – Kokoh Di Atas Manhaj Salaf ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Kokoh Di Atas Manhaj Salaf ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 3 (Tanya Jawab) – Kokoh Di Atas Manhaj Salaf ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 1 – Membongkat Hakekat ISIS ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Membongkat Hakekat ISIS ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 3 (Tanya Jawab) – Membongkat Hakekat ISIS ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
5.  Balikpapan
Bersama: Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah
Sesi 1 – Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy Syariah Imam Al Ajurry rahimahullah ~ Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy Syariah Imam Al Ajurry rahimahullah ~ Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
Sesi 3 – Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy Syariah Imam Al Ajurry rahimahullah ~ Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
Sesi 4 – Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy Syariah Imam Al Ajurry rahimahullah ~ Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
Sesi 5 – Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy Syariah Imam Al Ajurry rahimahullah ~ Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
Sesi 6 – Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy Syariah Imam Al Ajurry rahimahullah ~ Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
Sesi 7 (Tanya Jawab) – Memetik Pelajaran Penting Kitab Asy Syariah Imam Al Ajurry rahimahullah ~Download Audio Di Sini  atau Download Audio Di Sini
6.  Wates
Bersama: Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah
Bahjatul Qulub – Hadits 2 Peringatan Keras Terhadap Perbuatan Bid’ah ~ Download Audio Di Sini
7.  Wonogiri
Sesi 1 – Bersama: Al Ustadz Muadz hafizhahullah
Pertemuan ke 3 – Tanbihul Afham ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sesi 2 – Bersama: Al Ustadz Marwan hafizhahullah
Pertemuan Ke 2 – Makaarimul Akhlaq ~ Download Audio Di Sini  atau  Download Audio Di Sini
Sumber Audio: Dari berbagai sumber…
Jazaahumullahu Khairaa, Kepada Semua Pihak Yang telah turut andil dalam menyerahkan file rekamannya dan Semoga bermanfaat bagi kita semua

Kamis, 20 November 2014

>>>AUDIO Kajian Ilmiyah Ma’had Riyadhul Jannah


Berikut Ini Rekaman Kajian Ilmiyah bersama al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman (Lombok) yang di selenggarakan pada hari Sabtu 15 Muharram 1436H/08 November 2014M
Sabtu 15 Muharam 1436H
1. Tausiyah Tiga Ushul Dakwah Salafiyyah Ustadz Abdurrahman MubarakDownload
2. Sesi Satu “Jalan Menuju Surga” Download
3. Sesi Dua “Jalan Menuju Surga” Download
4. Sesi Tiga “Jalan Menuju Surga” Download
5. Sesi Empat “Jalan Menuju Surga” Download
6. Tausiyah Ustadz Muhammad Shalehudin Download
Sumber : http://salafycileungsi.info/audio-kajian-ilmiyah-mahad-riyadhul-jannah/

Selasa, 18 November 2014

>>>Audio Kajian Salafiyah Sabtu-Ahad 22-23 Muharrom 1436 H/15-16 November 2014 M

www.salafyciampeabogor.blogspot.com

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut Rekaman Kajian Salafiyah Indonesia Sabtu-Ahad 22-23 Muharrom 1436 H/15-16 November 2014 M
1. Purwokerto
# Masjid Agung Baitussalam Purwokerto, Jawa Tengah (Sabtu, 22 Muharrom 1436 H /15 November 2014 M)
Tema : “Tegar Diatas Sunnah Walau Diterpa Badai Fitnah”
Pemateri : Al Ustadz Qomar Suaidi ZA, Lc Hafidzhohulloh
Sesi 1 ~ Download Disini  Atau Download Disini
Sesi 2 ~ Download Disini  Atau Download Disini
Sesi Tanya-Jawab ~ Download Disini  Atau Download Disini
2. Bandung
# Masjid Agung Cimahi, Bandung, Jawa Barat (Sabtu, 22 Muharrom 1436 H /15 November 2014 M)
Tema : “Hak-Hak Anak Yang Harus Ditunaikan Oleh Kedua Orang Tua”
Pemateri : Al Ustadz Abu Najm Khotib Hafidzhohulloh
3. Samarinda
# Masjid Darul Muttaqin Islamic Center Jln. Slamet Riyadi Samarinda, Kalimantan Timur (Ahad, 23 Muharrom 1436 H /16 November 2014 M)
Tema : “Membentengi Kaum Muslimin Dari Syubhat & Syahwat”
Pemateri : Al Ustadz Abu Najm Khotib Hafidzhohulloh
Sesi 1 ~ Download Disini  Atau Download Disini
Sesi 2 ~ Download Disini  Atau Download Disini
Sesi Tanya-Jawab ~ Download Disini 
4. Surabaya
# Masjid Darul Arqom, Surabaya, Jawa Timur (Ahad, 23 Muharrom 1436 H /16 November 2014 M)
Tema : “Membedah Faham Takfir”
Pemateri : Al Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Afifuddin As-Sidawi Hafidzhohulloh
Sesi 2 ~ Download Disini  Atau Download Disini
Sesi Tanya-Jawab ~ Download Disini  Atau Download Disini
Sumber Audio: Dari berbagai sumber…
Jazaahumullahu Khairaa, Kepada Semua Pihak Yang telah turut andil dalam menyerahkan file rekamannya dan Semoga bermanfaat bagi kita semua

Kamis, 13 November 2014

>>>Hukum Memakai Cadar Model Butterfly

APA HUKUM MEMAKAI CADAR MODEL BUTTERFLY?
1. Dijawab oleh Al ustadz Askary hafizhahullah
Tanya: Apa hukum memakai cadar model butterfly? Apa butterfly? Model kupu-kupu terbang.
Jadi kalau akhwat ini jalan, sambil di atasnya seperti ada kupu-kupu sedang terbang, yang menampakkan kedua matanya dan nampak terlihat indah.
Jawab:
Kembali kepada syarat. Apa tujuannya berhijab? Mempercantik diri atau untuk menutupi kecantikannya? Memperindah diri atau untuk menutupi keindahannya?
Sudah kita jelaskan diantara syarat berhijab.
Pakaian itu bukan merupakan hiasan yang memperindah dirinya. Jadi tujuannya berhijab adalah untuk menutupi diri dari perhiasan.
Sehingga tidak boleh ditampakan yang dapat mengundang syahwat kaum lelaki.
Sehingga kalau dia memakai jilbab model…model butterfly, atau mungkin ada lagi model yang baru…model kunang-kunang, model lebah… e biasanya orang-orang seperti ini senang dengan perkembangan model. Tiap tahun ada model baru, ya… Kalau ini terbang dengan butterfly, nanti juga terbang dengan kunang-kunang, yang lain lagi terbang dengan kelelawar, ya….tujuannya adalah hiasan. Maka meninggalkannya lebih afdhal, ya…
Yang penting dia berhijab. Berhijab menutup dirinya. Itu tujuanya, ya…
Kalau ingin berhias, nanti di depan suami, ya… Ambil perhiasan semau mungkin, sebagus mungkin, silakan…na’am.
Adapun kalau seseorang memakainya akhirnya terlihat lebih indah, lebih elok dipandang mata,
maka…meninggalkannya wallohu ta’ala a’lam, ini lebih utama
00:00
00:00
**************
*
 2. Dijawab oleh Al ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah
Barakallahufiikum, kadang seorang istri ya dikirimin, apa whatssapp bergambar ini apa namanya. Sekarang ada namanya cadar butterfly. Bahasa inggrisnya butterfly ya? Apa butterfly itu? Kupu-kupu ya.
Baru kemarin saya dalam perjalanan, dari jember menuju surabaya ditunjukkan oleh teman adanya cadar yang namanya cadar butterfly, apa butterfly? Kupu-kupu ustadz. Oh…naam.
Seperti apa? Akhirnya kebetulan ada contohnya. Jadi maksudnya itu butterfly kalo dipakai dia, dia cadar cuman kalo kena angin dia bisa apa ada kayak sayap kupu-kupu, naam butterfly.
Apa tujuannya?
Hukum asal wanita berjilbab adalah menutup aurat dan menjauhkan dari perhiasan, naam barakallahufiikum.
Kemudian ditepi sayapnya itu, sayap butterflynya tadi itu ada yang mengkilap, begitu. Naam. Ketika saya melihat gambarnya secara langsung ada beberapa modelnya. Itu lebih dominan maksud at tazayyun, maksud berhias. Tujuan berhias dibandingkan tujuan menutup auratnya. Naam. Jadi dia memang sudah wah bagus ya. Ya ketika dia sedang bagus ini indah, itu sudah dilarang untuk wanita. Ya boleh dipakai butterfly dirumah dihadapan suami, naam. Nggak bisa terbang ustadz gak ada angin, pakai kipas angin, ha. Dia terbang nanti in sya Allah naam.
00:00
00:00

Rabu, 12 November 2014

[ILMIAH DI ATAS SUNNAH]>>Sandiwara Dusta Da'i Rodja – Ali Hasan Al-Halaby bukan anak murid Asy-Syaikh Al-Albani


Alhamdulillah telah sampai kepada kita nasihat daripada Al-Ustadz Qomar Suaidi hafidzahullah menegaskan bahayanya mendengarkan Radio Rodja dan da'i-da'inya, penjelasan tentang syubhat-syubhat yang disebarkan oleh mereka. Termasuk dalam nasihat ini adalah bantahan terhadap dakwaan bahawa Al-Halaby merupakan murid kepada Asy-Syaikh Al-Albany dan akhir sekali menjelaskan bahawa tujuan para ulama memberikan peringatan ini adalah semata-mata untuk keselamatan agama kita semuanya.

Link suara beliau: 14340220 Wasiat tentang bahaya R.RODJA dan da'i-da'inya seperti Al-Halaby dan lain-lain -- Ulama Ingin Kita Selamat


Antara persaksian dusta yang banyak sekali kita dengarkan daripada da'i-da'i Rodja antaranya adalah menisbahkan Al-Halaby hadahullah sebagai murid Asy-Syaikh Albany rahimahullah. Apakah hal ini adalah kenyataan yang sebenarnya atau cuma omongan kosong untuk melariskan barang dagangan mereka saja..??

Pada acara pembukaan Tabligh Akbar yang lalu di Masjid Istiqlal Jakarta 2012 dengan tema: Fitnah dan Solusinya, salah seorang da'i rodja telah berkata:

“Hadirin sekalian di hadapan kita adalah seorang ‘alim yang tidak asing lagi bagi kita, salah satu ulama Ahlussunnah wal jama’ah, beliau adalah Asy Syaikhul Muhaddits ‘Ali Ibn Hasan bin Ali Ibnu Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari hafizhahullahu Ta’ala. Beliau adalah salah satu murid senior dari Al Imam Asy Syaikhul Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albany Rahimahullahu Ta’ala”

Link suara beliau: Persaksian Dusta Da'i Rodja terhadap pemuka mereka Al-Halaby – Pembukaan Tabligh Akbar Fitnah dan Solusinya



Alhamdulillah kini kita telah mendapatkan bukti nyata yang bisa menjelaskan kedustaan dai rodja ini berdasarkan kenyataan yang akan disampaikan berikut.

Asy-Syaikh yang mulia sendiri yakni Al-‘Allamah Al-Imam Asy-Syaikh Al-Albany -ketika ditanya tentang para murid- beliau menjawab sebagaimana dalam kaset no. 174:

“Permasalahan ini berbeda-beda pada masing-masing zaman. Engkau sekarang mengetahui adanya metode dirasah dengan murasalah (surat menyurat), bukan dengan kehadiran seorang murid di hadapan Syaikh. Oleh karena itu permasalahan ini hanyalah permasalahan istilah saja, tidak ada perkara yang perlu dibesarkan di baliknya yang bernilai. Jika kita menganggap adanya seseorang yang bisa bertafaqquh melalui kitab-kitab karya seseorang baik yang hidup pada masa dahulu atau sekarang, maka itu bisa dikatakan sebagai murid bagi Syaikh tersebut. Meskipun tidak mengenal dan tidak menjumpai masanya. Atau menjumpai masanya namun tidak bertemu dengan orang itu. Yang terpenting bisa mengambil tsaqafah (pengetahuan) dari orang itu dan bertafaqquh dengan fikihnya. Sehingga orang seperti ini masih memungkinkan untuk dikatakan sebagai murid si Fulan.

Penanya: Lalu apakah boleh untuk dia mengatakan tentang dirinya bahwa dia adalah murid si Fulan?

Asy-Syaikh Al-Albany: Jika mereka (orang yang disampaikan kepadanya -pent) memahami dari ucapannya bahwa dia adalah sebagai murid yang langsung belajar kepadanya maka ini adalah tadlis. Adapun jika mereka tidak memahaminya demikian, maka tidak mengapa mengatakannya sesuai dengan penjelasan yang telah saya sampaikan.

Penanya: Apakah Syaikh memiliki murid?!

Asy-Syaikh menjawab: saya memiliki banyak murid dengan cara seperti di atas.

Penanya: Yang saya maksud dengan cara yang lain, yaitu langsung berguru.

Asy-Syaikh menjawab: Tidak, saya tidak memiliki murid (yang langsung berguru -pent)

Penanya: Apakah ada di sini?!

Asy-Syaikh: Di sini tidak ada! Di Syam dahulu pernah ada! –selesai-.

Link bukti suara beliau: Asy-Syaikh Nashruddin Al-Albani tidak punya murid di Yordan



Asy-Syaikh Al-Albany rahimahullah ditanya:

Siapakah murid Anda yang paling menonjol yang Anda nasehatkan kepada kami untuk membaca kitab-kitabnya?

Beliau menjawab:

“Hakekatnya saya tidak memiliki murid-murid yang maknanya seperti kata tersebut, tetapi di sana ada beberapa orang yang sering bolak-balik menemui saya di sana di Amman (ibukota Yordania) dan mereka meminta bimbingan kepada saya berkaitan hal-hal yang menyulitkan mereka dalam mentahqiq kitab-kitab. Diantara mereka adalah saudara kami Ali Abdul Hamid Al-Halaby, lalu saudara kami Salim Al-Hilaly. Jadi dua orang ini termasuk yang sekarang konsentrasi melakukannya, yaitu menulis. Terkhusus orang yang pertama dia memiliki beberapa risalah yang menunjukkan kesungguhannya di bidang ini. Maka kami mengharapkan untuk masa depan yang cerah insya Allah.”

Sumber: Fatawa Rabigh no. 5 menit 39 detik 27 hingga menit 40 detik 45.
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=133355

Link bukti suara beliau: Fatawa Rabigh no. 5 - Siapa Murid Al-Albany yang menonjol



AL-HALABY BUKAN MURID ASY-SYAIKH AL-ALBANY

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady Al-Madkhaly hafidzahullah berkata ketika beliau membicarakan sebuah masalah:

“Jika Al-Halaby misalnya mengingkari kita maka yang dia ingkari ini terdapat pada perkataan Asy-Syaikh yang dia ini (Al-Halaby) mengklaim beliau sebagai gurunya. Dan Al-Albany telah menjadikan sebagai contoh bahwa yang termasuk mustafid (orang yang mengambil faedah) dan bukan termasuk muridnya adalah Ali Hasan Abdul Hamid. Dan saya telah mendengar kaset ini dan saya katakan, ‘Alhamdulillah yang menjadikan Asy-Syaikh Nashir (Al-Albany) rahimahullah membuat permisalan bagi seorang mustafid dan bukan termasuk murid-murid beliau, hanya mustafid, adapun thalib atau tilmidz (murid) tidak. Beliau tidak menjadikan sebagai contoh kecuali Ali Hasan.’ Allahu Akbar.

Seakan-akan Allah telah memberikan taufik kepada imam ini untuk mengucapkan kalimat ini karena perkara yang hanya diketahui oleh Allah di masa ini yang akan terjadi pada diri orang ini (Al-Halaby). Jadi beliau membuat contoh bagi orang-orang yang mengambil faedah dari beliau dan mereka bukan murid-murid beliau. Benar jika yang dimaksud adalah murid-murid yang maknanya umum yaitu yang mengambil faedah dari kitab-kitab beliau, yaitu Ali Hasan. Ini terdapat dan terekam dengan suara Asy-Syaikh Nashir dan ini terdapat di internet…”

Link suara beliau: Penegasan Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi bahawa Al-Halaby bukan murid Asy-Syaikh Al-Albany



Sumber: http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2013/01/21/sandiwara-telah-usai-al-albani-tidak-punya-murid-di-yordania/#more-2098

Wallahu ta'ala a'lam