Rabu, 03 Agustus 2016

>>[ARTIKEL] Jadilah Seorang Salafy Sejati, Bukan Salafy Imitasi!!


JADILAH SEORANG SALAFY SEJATI, BUKAN SALAFY IMITASI!!**

Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata:

“Salafiyyun bukanlah seorang yang makshum (tidak terjatuh dalam kesalahan). Namun mereka adalah orang-orang yang berpegang pada kebenaran (ahlul haq), orang-orang yang berpegang dengan As-Sunnah (ahlus-sunnah). Mereka adalah sebaik-baik manusia dalam aqidah, manhaj, agama, akhlak, adab dan ilmu.”

[Majmu’ Fatawa, 10/115]

🔹🔹🔹🔹

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah berkata:

“Seorang sunni (pengikut sunnah) yang sebenarnya adalah seorang yang tidak marah jika ada seseorang yang menyebutkan pelaku kebidahan lalu mencelanya dan memperingatkan (manusia) darinya. Seorang sunni seharusnya merasa senang dengan hal tersebut, ia tidak merasa marah. Namun jika ia marah, maka ketahuilah bahwa ia bukan seorang sunni, bahkan ia adalah seorang pendusta. 

Inilah yang kami berlakukan padanya hingga hari ini. Ketulusan mereka (terhadap manhaj ahlus sunnah) diuji dengan hal ini, yang telah disebutkan pada kalian. Maka inilah jalannya para ulama sunnah, dan inilah jalannya para ulama salaf. Barangsiapa yang berjalan di atasnya maka ia seorang sunni salafi, dan barangsiapa menyelisihinya maka iaorg seorang khalafi (orang-orang baru) yang muncul, siapapun dia.”

🔹🔹🔹🔹

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

“As-Salafiyyah adalah mengikuti manhaj nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Nabi dan sahabat adalah salaf kita dan orang-orang yang mendahului kita, orang-orang yang mengikuti mereka adalah as-salafiyyah (salafy sejati).”

[Liqa' Al-Baab Al-Maftuuh kaset no. 57]

🔹🔹🔹🔹

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Kesimpulannya, ia (al-ghuraba’/salafy sejati) adalah seorang yang asing dalam urusan dunia dan akhiratnya. Ia tidak memiliki penolong dan pembela dari orang-orang awam. Ia adalah seorang berilmu di tengah-tengah orang bodoh. Ia adalah ahlus-sunnah yang berdakwah menyeru kepada Allah dan rasul-Nya ditengah-tengah ahlul-bid’ah dan para da’i yang menyeru kepada kesesatan dan bid’ah. Ia memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran di tengah-tengah masyarakat yang menganggap sesuatu yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan menganggap kemungkaran sebagai sesuatu yang ma’ruf.”

[Madarijus Salikin, 3/200]

قال الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه اللّٰه:

{ إن السلفيين ليسوا بالمعصومين ولكنهم هم أهل الحق وأهل السنة وهم خير الناس عقيدة ومنهجا ودينا وأخلاقا وأدبا وعلما. }

[مجموع فتاوى ١٠/١١٥]

🔸🔸🔸🔸

قال الشيخ محمد بن هادي حفظه اللّٰه:

{ السني الحقيقي: هو الذي لا يغضب لشيء من البدع إذا كانت عنده إذا ذكر المبتدع وطعن فيه وحذر منه، السني يفرح بذلك ما يغضب فإذا غضب فاعلم بأنه ليس بسني، بل هو كذاب، 

وهذا الذي نعيشه نحن اليوم، هؤلاء إخلاصهم يمتحن بهذا الذي ذكرت لكم، فعلماء السنة هذه طريقتهم، وعلماء السلف هذا هو منهجهم، فمن صار عليه فهو السني والسلفي، ومن خالفه فهو الخلفي كائنا من كان. }

[http://bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?t=5388]

🔸🔸🔸🔸

قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه اللّٰه:

{ السلفيَّة هي اتباع منهج النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه ؛ لأنهم هم الذين سلفونا وتقدموا علينا , فاتباعهم هو السلفية. }

[لقاء الباب المفتوح الشروط ٥٧]

🔸🔸🔸🔸

قال الإمام إبن القيم رحمه اللّٰه :

{ وبالجملة فهو غريب في أمور دنياه وآخرته لا يجد من العامة مساعدا ولا معينا فهو عالم بين جهال صاحب سنة بين أهل بدع داع إلى الله ورسوله بين دعاة إلى الأهواء والبدع آمر بالمعروف ناه عن المنكر بين قوم المعروف لديهم منكر والمنكر معروف. }

[مدارج السالكين ٣/٢٠٠]

Rujukan: Dari Situs ForumSalafy.Net / Channel Telegram Ashhaabus Sunnah @ashhabussunnah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar