Kamis, 02 Juni 2016

>>Aqidah Adalah Pondasi Islam


Aqidah Adalah Pondasi Islam0 komentar
Aqidah Adalah Pondasi Islam | al-uyeah.blogspot.com

Aqidah adalah sesuatu yang sangat penting karena di atasnya dibangun amalan-amalan seorang muslim. Artinya, bila aqidah ini rusak maka amalan yang terbangun di atasnya akan ikut rusak pula. Aqidah terhadap amalan bagaikan ruh terhadap jasad seseorang. Nilai sebuah amalan tergantung pada bagus atau tidaknya dasar amalan tersebut. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits:

Dari Ibnu ‘Umar radhiallahu 'anhuma berkata:
“Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‘Islam di bangun di atas lima dasar: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan’.”(Shahih, HR. Al-Bukhari no. 7 dan Muslim no. 16)

Al-Imam An-Nawawi mengatakan:
“Sesungguhnya hadits ini adalah dasar yang agung dalam mengilmui agama dan di atas dasar inilah Islam tegak, dan hadits ini telah menghimpun rukun-rukun agama.”(Syarah Shahih Muslim, 1/152)

Aqidah yang Benar

Telah disebutkan bahwa aqidah merupakan ruh dari semua amalan di dalam Islam. Akan tetapi pada kenyataannya banyak jenis aqidah berkembang di tengah kaum muslimin. Manakah yang menjadi pondasi Islam tersebut? Dan manakah aqidah yang bukan menjadi pondasinya?

Aqidah yang benar adalah aqidah yang terambil dari Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam. Aqidah inilah yang menjadi pondasi Islam dan yang menjadi asas diterimanya seluruh amalan. Inilah makna ucapan Al-Imam Asy-Syafi’i ketika beliau menyatakan, “Aku beriman kepada Allah dan (kepada) apa-apa yang diutus-Nya sesuai dengan apa yang dimaukan-Nya”.1 (Ar-Risalah, hal. 7, Majmu’Fatawa, 4/182-184, dan Ijtima’Al-Juyusy, hal. 164-165)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
“Ucapan Asy-Syafi’i adalah haq, wajib atas setiap muslim untuk meyakininya. Barangsiapa meyakininya dan tidak melakukan apa-apa yang akan membatalkannya maka sungguh dia telah menempuh jalan keselamatan di dunia dan di akhirat.”

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan:
“Ucapan Al-Imam Asy-Syafi’i mengandung keimanan kepada apa yang datang dari Allah di dalam kitab-Nya sesuai dengan apa yang dimaukan-Nya tanpa menambah, mengurangi dan menyelewengkannya.”(Lum’atul ‘Itiqad, hal. 37)

Asy-Syaikh Ibnu Baz mengatakan:
“Telah jelas dengan dalil-dalil syar’i dari Al Qur’an dan As Sunnah bahwa amalan-amalan serta semua ucapan akan sah diterima apabila muncul dari aqidah yang benar. Apabila aqidah tersebut batil maka batal pula seluruh amalan dan ucapan yang dibangun di atasnya. Sebagaimana firman Allah:

Barangsiapa yang mengingkari keimanan maka sungguh telah terhapus amalannya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. (Al-Maidah: 5)

Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu (bahwa) jika kamu menyekutukan Allah niscaya benar-benar amalmu akan terhapus dan kamu benar-benar termasuk orang-orang yang merugi.”(Az-Zumar: 65)

Ayat-ayat yang semakna dengan ini banyak sekali. Al Qur’an dan As Sunnah telah menunjukkan bahwa aqidah yang benar adalah aqidah yang terhimpun dan terangkum di dalam rukun iman yaitu beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari kiamat, dan kepada takdir Allah yang baik maupun buruk. Perkara yang enam ini merupakan prinsip-prinsip dasar aqidah yang benar, yang karenanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan Al Qur’an dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengutus Rasul-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. (Al-‘Aqidah Ash-Shahihah, hal. 3)

Kesimpulannya, aqidah yang benar adalah aqidah yang diambil dari Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Aqidah yang benar ini adalah asas yang Islam dibangun di atasnya dan pondasi dibangunnya seluruh amalan dan ucapan yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Dikutip dari "Bahaya Laten Penyimpangan Aqidah"
Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi


Jika artikel ini bermanfaat, bantu share artikel ini. Lets change the world together mamen!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar