>>Belajar dari Kecil, Sebab-Sebab yang Membantu Hapalan dan Waktu terbaik utk Menghapal

[AUDIO] Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed – Kajian Kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur



Kajian bermula awal bulan Muharram 1434H | Limo - Depok | Bersama Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafizhahullah

-- Download audio | Mp3 versi 24 Kbps --


Malam Sabtu, 18 Jamadil Awwal 1437H ~ 26.02.2016M (Terbaru)
(Pertemuan ke-18) Tentang orang2 yang Asing dan bagaimana sifat2 mereka serta tidak perlu merasa sendiri karena sedikitnya orang yang mengikuti kebenaran

01. Sesi 1 - Download Audio di sini

02. Sesi TJ - Download Audio di sini


Pertemuan Sebelumnya:
(Pertemuan ke-17) Bagaimana Salaf Menghukumi Seseorang dengan Teman Dekat dan Teman Berjalannya
01. Sesi 1 Download Audio di sini 02. Sesi TJ Download Audio di sini
(Pertemuan ke-16) Ahlul Bid'ah-Kelompok Sesat Lebih Jelek dari Orang-Orang Fasik
01. Sesi 1 Download Audio di sini 02. Sesi TJ Download Audio di sini 03. Sesi TJ (tambahan) Download Audio di sini
(Pertemuan ke-15)
Bab 29 - Memboikot Ahlul Ahwa wal Bida' adalah Sunnah
01. Sesi 1 Download Audio di sini 02. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-14)
Bagaimana Salaf Meng-HAJR Ahli Bid'ah dengan Ta'yin dan Bagaimana Salaf menjauhkan manusia dari Ahlul Bid'ah
01. Sesi 1 Download Audio di sini
02. Sesi TJ Download Audio di sini
(Pertemuan ke-13)
01. Sesi 1 Download Audio di sini 02. Sesi TJ Download Audio di sini
(Pertemuan ke-12)
Mengikuti Jejak² Salaf dan Tidak Mengada-adakan Kebid'ahan
01. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-11)
Belajar dari Kecil, Sebab-Sebab yang Membantu Hapalan dan Waktu terbaik utk Menghapal
01. Sesi 1 Download Audio di sini 02. Sesi TJ Download Audio di sini
(Pertemuan ke-10)
Bab Tashabut, Meneliti Sanad, Tingginya kedudukan Isnad dan Bagaimana Allah mengistimewakan ummat ini
01. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-9)
Tingginya Kedudukan Ahlussunnah dan Ahlul Hadits
01. Sesi 1 Download Audio di sini 02. Sesi TJ Download Audio di sini
(Pertemuan ke-8)
Peringatan Dari Bahaya Mencela Para Sahabat Nabi
01. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-7)
Tanda-Tanda Ahlul Bid'ah
01. Sesi 1 Download Audio di sini 02. Sesi 2 & TJ Download Audio di sini
(Pertemuan ke-6)
Tanda-tanda Ahlus Sunnah dan Ahlul Bid'ah
01. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-5)
Bab Memilih Guru, Adab Terhadap 'Ulama, Tanda-tanda Ahlus Sunnah
01. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-4)
Bab Perhatian Terhadap Ilmu dan Ulama
01. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-3)
Bab Kewajiban Meminta Izin Kepada Penguas
01. Sesi 1 Download Audio di sini
Bab Perhatian Terhadap Ilmu
02. Sesi 2 Download Audio di sini
(Pertemuan ke-2)
Bab Ciri-Ciri Khowarij
01. Sesi 1 Download Audio di sini
(Pertemuan Pertama)
Kewajiban Bersabar Terhadap Pemerintah
01. Sesi 1 Download Audio di sini
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini untuk kepentingan da’wah, bukan untuk tujuan komersil. Untuk mengunduh / download sila right click pada link file yang berkenaan dan pilih “Save Link As ...”. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

>>Apa itu Sunnah dan Siapakah Ahlussunnah


[AUDIO] SYARH USHULUS SUNNAH LISY SYAIKH 'UBAID AL-JAABIRY

  Kajian Rutin Bulanan
Pembahasan:
Kitab Ghiroosul Jannah Fii Syarhi Ushulus Sunnah
(Karya Asy-Syaikh 'Ubaid Al-Jaabiry Hafizhohulloh)

Pemateri:
Al-Ustadz Muhammad As-Sewed Hafizhohulloh
(Pengasuh Ponpes Dhiyaaus Sunnah Cirebon)

Waktu & Tempat:
Setiap Hari Kamis (Pekan ke-3) Ba'da 'Ashr - Selesai di Masjid Al-Atsary Kawasan Ponpes Nuurul 'ilmi Al-Atsary Sindangkasih Majalengka

Berikut Rekaman:

1. Apa itu Sunnah dan Siapakah Ahlussunnah? - Download Audio Disini

In Syaa Allah... Kajian berlanjut setiap bulan silahkan ajak serta keluarga, karib kerabat dan tetangga Anda untuk mendapatkan faidah dari setiap pokok-pokok ahlussunnah yang dibahas. Semoga bermanfaat... Baarokallaahu fiikum.
Sumber : www.salafymajalengka.com

>>[AUDIO] TENTRAMKAN HIDUPMU DENGAN IKHLAS

[AUDIO] TENTRAMKAN HIDUPMU DENGAN IKHLAS

NGAWIBerikut Ini Rekaman Kajian Ilmiyah yang di adakan :
Pada Hari/Tanggal : Kamis 29 Rabiuts Tsani 1436H/19 Februari 2015M
Tempat : Masjid As Shaalihin Walikukun Ngawi
Pemateri : Al Ustadz Abu Nasiim Mukhtar iben Rifai hafizhahullah
Tema : TENTRAMKAN HIDUPMU DENGAN IKHLAS
1. Sesi Satu Download di Sini
2. Sesi Dua Download di Sini
3. Sesi Dua (TJ) Download di Sini

**Sumber Audio : Panitia Kajian Ilmiyah Ahlussunnah wal Jama’ah Ngawi (Jazaahumullahu Khairaa)

NKRI Waspadalah Dari Ambisi Revolusi Syiah Khumainiyah: NIMR AL NIMR ADALAH KOMPRADOR SYIAH KHUMAINIYAH IRAN

NKRI Waspadalah Dari Ambisi Revolusi Syiah Khumainiyah: NIMR AL NIMR ADALAH KOMPRADOR SYIAH KHUMAINIYAH IRAN

Bismillahirrohmanirrohim. o
nimr al nimr adalah komprador syiah khumainiyah iran

NKRI WASPADALAH DARI AMBISI REVOLUSI SYIAH KHUMAINIYAH (NIMR AL NIMR ADALAH KOMPRADOR SYIAH KHUMAINIYAH IRAN)


Gambar 1. Video Syiah Saudi Nimr al Nimr adalah antek revolusi Syiah Iran
Inilah bukti yang menjawab pertanyaan kenapa negara Syiah Khumainiyah Iran murka (sampaipun mendemonstrasikan kebrutalan barbar, radikalisme ekstremisme dengan membakar Kedutaan Saudi di Teheran) tatkala pemerintah Saudi Arabia mengeksekusi mati warga negaranya sendiri (!!!!), Nimr al Nimr yang menjadi biangkerok provokator aksi kekacauan anti pemerintah Saudi di negerinya sendiri.
Ternyata Nirm al Nimr adalah salah satu dedengkot Syiah Saudi Arabia yang menjadi agen kepanjangan tangan dari ambisi Revolusi Khawarij Syiah Khumainiyah Iran untuk membentuk negara Syiah Wilayatul Faqih di Bahrain, Iraq, Saudi Arabia dan berbagai tempat negara Muslimin di seluruh penjuru dunia dibawah cengkeraman kendali Wilayatul Faqih Iran !!
wilayatul faqih
Gambar 2. Wilayatul Faqih, Rahbar Iran
Nukilan:
“Negara Republik Islam Iran menggunakan sistem pemerintahan Wilayatul Faqih. Wilayatul Faqih, secara etimologi kedua kata ini berasal dari bahasa arab dengan suku kata wilayah dan faqih. Wilayah dalam bahasa Arab berarti kedaulatan, kekuasaan, perwalian dan pengawasan.
Dalam terminologi Syiah, kata ini menjadi istilah kunci perumusan politik Islam, yang mengindikasikan kepemimpinan universal.”
Sumber : www.tukpencarialhaq.com

>>HADIAH BAGI ORANG-ORANG YANG SOK HATI-HATI DAN MENGAKU BERSIKAP HIKMAH YANG MENELANTARKAN DAN MELEMBEKKAN DAKWAH

HADIAH BAGI ORANG-ORANG YANG SOK HATI-HATI DAN MENGAKU BERSIKAP HIKMAH YANG MENELANTARKAN DAN MELEMBEKKAN DAKWAH

Bismillahirrohmanirrohim. o
hadiah bagi orang-orang yang sok hati-hati

💥 HADIAH BAGI ORANG-ORANG YANG SOK HATI-HATI DAN MENGAKU BERSIKAP HIKMAH YANG MENELANTARKAN DAN MELEMBEKKAN DAKWAH 💥

🔊 HIKMAH BUKAN MAKSUDNYA MELEMBEKKAN URUSAN DAN MENELANTARKANNYA 🔊

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah
Bukanlah yang dimaksud dengan hikmah adalah sikap lembek dalam menghadapi perkara-perkara, menelantarkannya, bersikap basa basi, dan semisalnya, yang menyeret kepada penelantaran dakwah dan termasuk sikap mengalah yang disebutkan oleh Allah kepada Rasul-Nya yang mulia:
ﻭَﺩُّﻭﺍ ﻟَﻮْ ﺗُﺪْﻫِﻦُ ﻓَﻴُﺪْﻫِﻨُﻮﻥَ.
“Mereka sangat ingin agar engkau mau mengalah lalu mereka juga akan mengalah.” (QS. Al-Qalam: 9)
Di sana para ulama mengatakan bahwa yang boleh adalah “mudarah” yaitu engkau mengalah dalam urusan duniamu demi tetap menegakkan agama. Adapun sikap “mudahanah” adalah mengalah dalam urusan agama demi meraih dunia dan yang berkaitan dengannya.
Maka hendaklah kita benar-benar mewaspadai sikap mudahanah dan pelembekan dakwah. Dan tidak masalah terkadang ada sedikit sikap kuat (tegas) dalam mendakwahkan agama Allah Tabaraka wa Ta’ala jika memang keadaannya menuntut demikian, tidak pada setiap keadaan. Maka orang yang selalu menggunakan cara kelembutan maka orang ini melembekkan dakwah. Sedangkan orang yang menjadikan sikap keras terus-menerus maka dia ini akan membuat dakwah tertolak. Jadi setiap tempat memiliki ucapan tersendiri yang sesuai. Dan dari sinilah Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻣَﻌَﻪُ ﺃَﺷِﺪَّﺍﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَﺎﺀُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ.
“Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya sikap mereka keras terhadap orang-orang kafir, namun mereka saling menyayangi diantara mereka.” (QS. Al-Fath: 29)
Dan sifat-sifat lain yang Allah sifatkan terhadap Rasulullah dan para Shahabatnya yang mulia dalam ayat ini.
Yang menjadi dalil adalah bahwa sikap keras itu terkadang terpuji, yaitu kepada orang-orang kafir. Terkadang pedang terhunus kepada mereka, dan terkadang berbicara kepada mereka dengan ucapan yang pedas, dan semisalnya.
Bahkan terhadap orang-orang yang suka berbuat maksiat, terkadang Allah menuntut agar kita menyikapi mereka dengan keras. Allah berfirman:
اﻟﺰَّﺍﻧِﻴَﺔُ ﻭَﺍﻟﺰَّﺍﻧِﻲ ﻓَﺎﺟْﻠِﺪُﻭﺍ ﻛُﻞَّ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﻣِﺎﺋَﺔَ ﺟَﻠْﺪَﺓٍ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺄْﺧُﺬْﻛُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﺭَﺃْﻓَﺔٌ ﻓِﻲ ﺩِﻳﻦِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ۖ.
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah masing-masing dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk menjalankan agama Allah, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhirat.” (QS. An-Nuur: 2)
Kita tegas terhadapnya dan merajamnya dengan batu sampai dia mati (bagi yang telah menikah -pent), dan di sini tidak ada tempat untuk menaruh belas kasihan dan tidak ada tempat untuk kelembutan, karena masing-masing tempat memiliki ucapan sendiri yang sesuai.
Demikian juga peminum khamer dicambuk, pencuri dipotong tangannya, dan tidak ada tempat untuk menaruh belas kasihan di sini. Para Shahabat dahulu merasa kasihan terhadap seorang wanita dari Bani Makhzum dan mereka berusaha memberi syafaat dengan memintakan keringanan kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam untuknya. Lalu mereka mengatakan, “Siapa yang akan berani memberi syafaat untuknya selain orang yang dicintai oleh Rasulullah.” Yaitu Usamah bin Zaid. Maka Usamah pun pergi untuk memberi syafaat bagi wanita dari Bani Makhzum tersebut. Maka Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
ﺃَﺗَﺸْﻔَﻊُ ﻓِﻲ ﺣَﺪٍّ ﻣِﻦْ ﺣُﺪُﻭﺩِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ ﺑِﻨْﺖَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺳَﺮَﻗَﺖْ ﻟَﻘَﻄَﻌْﺖُ ﻳَﺪَﻫَﺎ.
“Apakah engkau ingin memberi syafaat untuk membela seseorang yang harus ditegakkan padanya salah satu hukum hadd yang telah ditetapkan Allah?! Demi Allah, seandainya Fathimah bintu Muhammad mencuri, pasti aku akan memotong tangannya.”
(Lihat: Shahih al-Bukhary no. 3475 dan Muslim no. 1688 -pent)
Jadi pada sebagian tempat harus ada sikap keras seperti ini. Allah Ta’ala berfirman:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺟَﺎﻫِﺪِ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻏْﻠُﻆْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ۚ ﻭَﻣَﺄْﻭَﺍﻫُﻢْ ﺟَﻬَﻨَّﻢُ ۖ ﻭَﺑِﺌْﺲَ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ.
“Wahai Nabi, berjihadlah memerangi orang-orang kafir dan munafik serta bersikap keraslah kepada mereka, dan tempat kembali mereka adalah Jahannam yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. At-Taubah: 73)
Masing-masing tempat memiliki ucapan sendiri yang sesuai. Dan seorang yang bijak adalah yang meletakkan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya. Jadi tidak dengan kelembutan yang melembekkan dakwah dan melemahkannya, dan juga tidak dengan sikap keras yang membuat orang lari darinya. Seorang mu’min selalu bersikap pertengahan dan menangani perkara-perkara dan menata sikap hikmah agar mendakwahkan agama Allah Tabaraka wa Ta’ala bisa berjalan di tengah-tengah barisan manusia dengan cara terbaik dan paling indah. Ini yang bisa aku sampaikan dalam masalah ini.
🌍 Saluran Telegram asy-Syaikh Fawaz al-Madkhaly hafizhahullah
Sumber : www.tukpencarialhaq.com

>>MEWASPADAI (KESESATAN) SUFI SERTA KETERKAITANNYA DENGAN JAMAAH TABLIGH & IKHWANUL MUSLIMIN

MEWASPADAI (KESESATAN) SUFI SERTA KETERKAITANNYA DENGAN JAMAAH TABLIGH & IKHWANUL MUSLIMIN

Bismillahirrohmanirrohim. o
mewaspadai kesesatan sufi dan kaitannya JT dengan IM

📌MEWASPADAI (KESESATAN) SUFI SERTA KETERKAITANNYA DENGAN JAMAAH TABLIGH & IKHWANUL MUSLIMIN📌


Sufi, selama ini banyak dipahami sebagai gambaran kesederhanaan, kezuhudan ataupun kehidupan yang nyaris tak tersentuh ‘peradaban’. Menilik sejarahnya, nama sufi sebenarnya nisbat dari sekelompok manusia yang beribadah secara berlebihan, dengan berbagai tata cara yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
🔥Sejarah Munculnya Tasawuf dan Sufi
Tasawuf (تَصَوُّف) diidentikkan dengan sikap berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara’ terhadap dunia. Penganutnya disebut Shufi (صُوْفِيٌّ) (selanjutnya ditulis Sufi menurut ejaan yang lazim, red), dan jamaknya adalah Sufiyyah (صُوْفِيَّةٌ).
Istilah ini sesungguhnya tidak masyhur di jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, shahabat-shahabatnya, dan para tabi’in. Sebagaimana dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah: “Adapun lafadz Sufiyyah bukanlah lafadz yang masyhur pada tiga abad pertama Islam. Dan setelah masa itu, penyebutannya menjadi masyhur.” (Majmu’ Fatawa, 11/5)
Bashrah, sebuah kota di Irak, merupakan tempat kelahiran Tasawuf dan Sufi. Di mana sebagian ahli ibadahnya mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud, dan wara’ terhadap dunia (dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), hingga akhirnya memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuf/صُوْفٌ).
Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan “Sufi”, sebagai nisbat kepada Shuf (صُوْفٌ). Jadi, lafadz Sufi bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena nisbat kepadanya adalah Shuffi (صُفِّيٌ). Bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, karena nisbat kepadanya adalah Shaffi (صَفِّيٌ).
Demikian juga bukan nisbat kepada makhluk pilihan Allah karena nisbatnya adalah Shafawi (صَفَوِيٌّ). Dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab) meski secara lafadz bisa dibenarkan. Namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.
Para ulama Bashrah yang mengalami masa kemunculan kelompok sufi ini, tidaklah tinggal diam. Sebagaimana diriwayatkan Abu Asy-Syaikh Al-Ashbahani rahimahullah dengan sanadnya dari Muhammad bin Sirin rahimahullah, bahwa telah sampai kepadanya berita tentang orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba. Maka beliau berkata: “Sesungguhnya ada orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba dengan alasan untuk meneladani Al-Masih bin Maryam! Maka petunjuk Nabi kita lebih kita cintai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun dan yang selainnya.” (Diringkas dari Majmu’ Fatawa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal. 5, 6, 16)
Asy-Syaikh Muhammad Aman bin ‘Ali Al-Jami rahimahullah berkata: “Demikianlah munculnya jahiliyyah Tasawuf, dan dari kota inilah (Bashrah) ia tersebar.” (At-Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 5)
🔥Siapakah Peletak Tasawuf?
Ibnu ‘Ajibah, seorang Sufi Fathimi, mengklaim bahwa peletak Tasawuf adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, menurut Ibnu ‘Ajibah, mendapatkannya dari Allah subhanahu wa ta’ala melalui wahyu dan ilham.
Kemudian Ibnu ‘Ajibah berbicara panjang lebar tentang hal ini dengan sekian banyak bumbu keanehan dan kedustaan, yaitu: “Jibril pertama kali turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa ilmu syariat. Ketika ilmu itu telah mantap, turunlah ia untuk kedua kalinya dengan membawa ilmu hakikat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajarkan ilmu hakikat ini pada orang-orang khusus saja. Dan yang pertama kali menyampaikan Tasawuf adalah ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, dan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menimba darinya.” (Iqazhul Himam Fi Syarhil Hikam, hal. 5 dinukil dari At-Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 8)
Asy-Syaikh Muhammad Aman bin ‘Ali Al-Jami rahimahullah berkata: “Perkataan Ibnu ‘Ajibah ini merupakan tuduhan keji lagi lancang terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan kedustaan, ia menuduh bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan kebenaran. Dan tidaklah seseorang menuduh Nabi dengan tuduhan tersebut, kecuali seorang zindiq yang keluar dari Islam dan berusaha untuk memalingkan manusia dari Islam jika ia mampu. Karena Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan kebenaran tersebut dalam firman-Nya:
يَٰأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ
“Wahai Rasul sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu oleh Rabbmu. Dan jika engkau tidak melakukannya, maka engkau tidak menyampaikan risalah-Nya.” (Al Maidah: 67)
Beliau juga berkata: “Adapun pengkhususan Ahlul Bait dengan sesuatu dari ilmu dan agama, maka ini merupakan pemikiran yang diwarisi orang-orang Sufi dari pemimpin-pemimpin mereka (Syi’ah).
Benar-benar ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu sendiri yang membantahnya, sebagaimana diriwayatkan Al-Imam Muslim rahimahullah dari hadits Abu Thufail ‘Amir bin Watsilah rahimahullah. Ia berkata: “Suatu saat aku pernah berada di sisi ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Maka datanglah seorang laki-laki seraya berkata: ‘Apa yang pernah dirahasiakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadamu?’
Maka ‘Ali pun marah lalu mengatakan: ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah merahasiakan sesuatu kepadaku yang tidak disampaikan kepada manusia! Hanya saja beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberitahukan kepadaku tentang empat perkara.’
Abu Thufail rahimahullah berkata: ‘Apa empat perkara itu wahai Amirul Mukminin?’
Beliau menjawab: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘(Artinya) Allah melaknat seseorang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat seorang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat seorang yang melindungi pelaku kejahatan, dan Allah melaknat seorang yang mengubah tanda batas tanah’.” (At-Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 7-8)
🔥Hakikat Tasawuf
Dari bahasan di atas, jelaslah bahwa Tasawuf bukan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan pula ilmu warisan dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Lalu dari manakah ajaran Tasawuf ini?
Asy-Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata: “Ketika kita telusuri ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga perkataan-perkataan mereka baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat di dalam buku-buku terdahulu dan terkini mereka, maka kita dapati sangat berbeda dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah. Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi ini di dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya yang mulia lagi baik, yang mereka adalah makhluk-makhluk pilihan Allah subhanahu wa ta’ala di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat bahwa ajaran Sufi ini diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma Hindu, ibadah Yahudi, dan zuhud Budha.” (At-Tashawwuf Al-Mansya’ Wal Mashadir, hal. 28)
Asy-Syaikh Abdurrahman Al-Wakil rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Tasawuf merupakan tipu daya setan yang paling tercela lagi hina untuk menggiring hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala di dalam memerangi Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya ia (Tasawuf) merupakan topeng bagi Majusi agar tampak sebagai seorang Rabbani, bahkan ia sebagai topeng bagi setiap musuh (Sufi) di dalam memerangi agama yang benar ini. Periksalah ajarannya! Niscaya engkau akan mendapati di dalamnya ajaran Brahma (Hindu), Buddha, Zaradisytiyyah, Manawiyyah, Dishaniyyah, Aplatoniyyah, Ghanushiyyah, Yahudi, Nashrani, dan Berhalaisme Jahiliyyah.” (Muqaddimah kitab Mashra’ut Tasawuf, hal. 19)
Keterangan para ulama di atas menunjukkan bahwa ajaran Tasawuf bukan dari Islam. Bahkan ajaran ini merupakan kumpulan dari ajaran-ajaran sesat yang berusaha disusupkan ke tengah-tengah umat untuk menjauhkan mereka dari agama Islam yang benar.
🔥Kesesatan-Kesesatan Ajaran Tasawuf
Di antara sekian banyak kesesatan ajaran Tasawuf adalah:
Wihdatul Wujud, yakni keyakinan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menyatu dengan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Demikian juga Al-Hulul, yakni keyakinan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala dapat masuk ke dalam makhluk-Nya.
Al-Hallaj, seorang dedengkot sufi, berkata: “Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang (yang sedang) makan dan minum.” (Dinukil dari Firaq Al-Mua’shirah, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Iwaji, 2/600)

Ibnu ‘Arabi, tokoh sufi lainnya, berkata: “Seorang hamba adalah Rabb dan Rabb adalah hamba. Duhai kiranya, siapakah yang diberi kewajiban beramal? Jika engkau katakan hamba, maka ia adalah Rabb. Atau engkau katakan Rabb, kalau begitu siapa yang diberi kewajiban?” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah dinukil dari Firaq Al-Mu’ashirah, hal. 601)
Muhammad Sayyid At-Tijani meriwayatkan (secara dusta, pen) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:
رَأَيْتُ رَبِّي فِي صُوْرَةِ شَابٍ
“Aku melihat Rabbku dalam bentuk seorang pemuda.” (Jawahirul Ma’ani, karya ‘Ali Harazim, 1/197, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 615)
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَيۡءٞۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١١
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)
قَالَ رَبِّ أَرِنِيٓ أَنظُرۡ إِلَيۡكَۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِي
“Berkatalah Musa: ‘Wahai Rabbku nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu.’ Allah berfirman: ‘Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihatku’…”[1] (Al-A’raf: 143)
💥Seorang yang menyetubuhi istrinya, tidak lain ia menyetubuhi Allah subhanahu wa ta’ala.
Ibnu ‘Arabi berkata: “Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah!” (Fushushul Hikam).[2]
Betapa kufurnya kata-kata ini…, tidakkah orang-orang Sufi sadar akan kesesatan gembongnya ini?
Keyakinan kafir bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah makhluk dan makhluk adalah Allah subhanahu wa ta’ala, masing-masing saling menyembah kepada yang lainnya.
Ibnu ‘Arabi berkata: “Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya. Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya.” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah).[3]
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
إِن كُلُّ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّآ ءَاتِي ٱلرَّحۡمَٰنِ عَبۡدٗا ٩٣
“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.” (Maryam: 93)
💥Keyakinan bahwa tidak ada perbedaan di antara agama-agama yang ada.
Ibnu ‘Arabi berkata: “Sebelumnya aku mengingkari kawanku yang berbeda agama denganku. Namun kini hatiku bisa menerima semua keadaan, tempat gembala rusa dan gereja pendeta, tempat berhala dan Ka’bah, lembaran-lembaran Taurat dan Mushaf Al Qur’an.” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah).[4]
Jalaluddin Ar-Rumi, seorang tokoh sufi yang sangat kondang, berkata: “Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti. Bagiku, tempat ibadah adalah sama… masjid, gereja, atau tempat berhala-berhala.”[5]
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥
“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)
💥Bolehnya menolak hadits yang jelas-jelas shahih.
Ibnu ‘Arabi berkata: “Kadangkala suatu hadits shahih yang diriwayatkan oleh para perawinya, tampak hakikat keadaannya oleh seseorang mukasyif (Sufi yang mengetahui ilmu ghaib dan batin). Ia bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung: “Apakah engkau mengatakannya?”
Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingkari seraya berkata: “Aku belum pernah mengatakannya dan belum pernah menghukuminya dengan shahih.”
Maka diketahui dari sini lemahnya hadits tersebut dan tidak bisa diamalkan sebagaimana keterangan dari Rabbnya walaupun para ulama mengamalkan berdasarkan isnadnya yang shahih.” (Al-Futuhat Al-Makkiyah).[6]
💥Pembagian ilmu menjadi syariat dan hakikat.
Di mana bila seseorang telah sampai pada tingkatan hakikat berarti ia telah mencapai martabat keyakinan yang tinggi kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, menurut keyakinan Sufi, gugur baginya segala kewajiban dan larangan dalam agama ini.
Mereka berdalil dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al Qur’an Surat Al-Hijr ayat 99:
وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ ٩٩
yang mana mereka terjemahkan dengan: “Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga datang kepadamu keyakinan.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Tidak diragukan lagi oleh ahlul ilmi dan iman, bahwa perkataan tersebut termasuk sebesar-besar kekafiran dan yang paling berat. Ia lebih jahat dari perkataan Yahudi dan Nashrani karena Yahudi dan Nashrani beriman dengan sebagian isi Al Kitab dan mengkufuri sebagian lainnya. Sedangkan mereka adalah orang-orang kafir yang sesungguhnya (karena mereka berkeyakinan dengan sampainya kepada martabat hakikat tidak lagi terkait dengan kewajiban dan larangan dalam agama ini, pen).” (Majmu’ Fatawa, 11/401)
Beliau juga berkata: “Adapun pendalilan mereka dengan ayat tersebut, maka justru merupakan bumerang bagi mereka. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: ‘Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tidak menjadikan batas akhir beramal bagi orang-orang beriman selain kematian’, kemudian beliau membaca Al Qur’an Surat Al-Hijr ayat 99, yang artinya: ‘Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga datang kepadamu kematian’.”
Beliau melanjutkan: “Dan bahwasanya ‘Al-Yaqin’ di sini bermakna kematian dan setelahnya, dengan kesepakatan ulama kaum muslimin.” (Majmu Fatawa, 11/418)
💥Keyakinan bahwa ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala itu bukan karena takut dari adzab Allah subhanahu wa ta’ala (an-naar/neraka) dan bukan pula mengharap jannah Allah subhanahu wa ta’ala.
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِيٓ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ ١٣١
“Dan peliharalah diri kalian dari an-naar (api neraka) yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (‘Ali Imran: 131)
وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ ١٣٣
“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb kalian dan kepada jannah (surga) yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (‘Ali Imran: 133)
💥 Dzikirnya orang-orang awam adalah Laa ilaha illallah, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus adalah الله Allah”, هُوَ huwa (dibaca: huu)”, dan آه aah” saja.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الذِّكْرَ لاَ إِلَهِ إِلاَّ اللهُ
“Sebaik-baik dzikir adalah Laa ilaha illallah.” (HR. At-Tirmidzi, dari shahabat Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 1104).[7]
Syaikhul Islam rahimahullah berkata: “Barangsiapa beranggapan bahwa Laa ilaha illallah adalah dzikirnya orang awam, sedangkan dzikirnya orang-orang khusus dan paling khusus adalah هُو/Huwa, maka ia seorang yang sesat dan menyesatkan.” (Risalah Al-’Ubudiyah, hal. 117-118, dinukil dari Haqiqatut Tasawuf, hal. 13)
💥Keyakinan bahwa orang-orang Sufi mempunyai ilmu kasyaf (yang dapat menyingkap hal-hal yang tersembunyi) dan ilmu ghaib.
Allah subhanahu wa ta’ala dustakan mereka dalam firman-Nya:
قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ
“Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah.” (An-Naml: 65)
💥Keyakinan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari nur/cahaya-Nya, dan Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan segala sesuatu dari cahaya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ
“Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku …” (Al-Kahfi: 110).
إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ٧١
“(Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku akan ciptakan manusia dari tanah liat.” (Shad: 71)
💥Keyakinan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan dunia ini karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Demikianlah beberapa dari sekian banyak ajaran Tasawuf, yang dari ini saja, nampak jelas kesesatannya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjauhkan kita dari kesesatan-kesesatan tersebut.
🔥Keterkaitan Antara Sufi dengan Jamaah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin
Keterkaitan antara Sufi dengan kelompok Jamaah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin sangatlah erat karena pendiri kedua kelompok ini adalah seorang Sufi.
Jamaah Tabligh didirikan oleh Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi seorang Sufi dari tarekat Jisytiyyah. Dan seiring bergulirnya waktu, Jamaah Tabligh kemudian berbai’at di atas empat tarekat Sufi: Jisytiyyah, Qadiriyyah, Sahruwardiyyah, dan Naqsyabandiyyah. (Lihat kitab Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, karya Asy-Syaikh Hasan Janahi, hal. 2, 12.)
Adapun Ikhwanul Muslimin, pendirinya adalah Hasan Al-Banna, seorang Sufi dari tarekat Hashafiyyah, sebagaimana yang ia katakan sendiri: “…Di Damanhur aku bergaul dengan kawan-kawan dari tarekat Hashafiyyah dan setiap malam aku selalu mengikuti acara hadhrah yang diadakan di Masjid At-Taubah…”
Ia juga berkata: “Terkadang kami berziarah ke daerah Azbah Nawam, karena di sana terdapat makam Asy-Syaikh Sayyid Sanjar, salah seorang dari tokoh tarekat Hashafiyyah.” (Mudzakkiratud Da’wah Wad Da’iyah, hal. 19, 23, dinukil dari kitab Fitnatut Takfir Wal Hakimiyah, karya Muhammad bin Abdullah Al-Husain, hal. 63-64)
Wallahu a’lam bish shawab.
Ditulis oleh Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.
[1] Maksudnya di dunia ini, adapun di akhirat maka kaum mukminin akan melihat Allah subhanahu wa ta’ala, menurut aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ salaf. (ed)
[2] Dinukil dari Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 24-25.
[3] Dinukil dari Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 24-25.
[4] Dinukil dari Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal.24-25.
[5] Dinukil dari Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal.24-25.
[6] Dinukil dari Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 23
[7] Lihat kitab Fiqhul Ad‘iyati Wal Adzkar, karya Asy-Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, hal. 173.
Sumber: http://asysyariah.com/mewaspadai-sufi/
Sumber Tulisan : www.tukpencarialhaq.com

>>Tirai Itupun Kini Telah Tersingkap: KETIKA ULIL MENEGASKAN BAHWA JIL – JIN – SYIAH BUKANLAH BAGIAN DARI ISLAM

Tirai Itupun Kini Telah Tersingkap: KETIKA ULIL MENEGASKAN BAHWA JIL – JIN – SYIAH BUKANLAH BAGIAN DARI ISLAM

Bismillahirrohmanirrohim. o
ulil menegaskan bahwa JIL-JIN-SYIAH bukan bagian ISLAM

TIRAI ITUPUN KINI TELAH TERSINGKAP:: KETIKA ULIL MENEGASKAN BAHWA JIL – JIN – SYIAH BUKANLAH BAGIAN DARI ISLAM (Menelanjangi Operasi -Survey- Koplak bersandi Ulil G 013 LOK)

Sekadar mengingatkan bagi yang belum tahu bahwa Ulil Abshar Abdalla selaku dedengkot terbesar Jemaat Islam Liberal (JIL) memiliki riwayat sejarah pendidikan intelektual sebagai hasil didikan Orientalisten, jebolan PhD Harvard University, universitas sangat bergengsi di Amerika:
“Ulil Abshar-Abdalla (born 11 January 1967 in Pati, Central Java) is an Orientalist scholar from Indonesia affiliated to Jaringan Islam Liberal (Liberal Islam Network). He comes from a family of Nahdlatul Ulama background: His father Abdullah Rifa’i is from pesantren Mansajul Ulum (Mansajul Ulum Islamic school) in Pati, Central Java, and he is married to the daughter of Mustofa Bisri, an Islamic cleric from Pesantren Raudlatut Talibin, Rembang, Central Java……
After completing his master’s degree in religion at Boston University he went on and continued his PhD studies in the Department of Near Eastern Languages and Civilizations, Harvard University.” -selesai penukilan-
Mari sekarang kita lihat kicauan dedengkot JIL n JIN jebolan Harvard University ini:
islam minoritas jil jin syiah bukan islam
Gambar 1. Hasil survey yang diposting jebolan Harvard University
Kritikan:
1⃣Pertama,
Sedemikian jauh iblis telah mengKoplakkan akalnya…
Untuk urusan aqidah, dien dia berani menjadikannya sebagai bahan gurauan tertawaan..Lihatlah pic yang ditampilkannya 👉😁👈
Semoga Allah membungkam mulut si pendusta besar Missionaristen Liberalisten Kolonialisten Takfiri ini, amin.
2⃣Kedua,
Diantara bentuk penipuan dan kedustaan survey yang dipostingnya, lihatlah jumlah total hasil surveynya telah “berhasil menembus prosentase 100%, alias berjumlah 102%!
Sungguh hasil survey yang jenius untuk ukuran postingan seorang jebolan Harvard University. Semoga Almamater dan guru Orientalistennya ikut merasakan pula getaran kebanggaannya.
Ada Mark-up survey 2% dan jumlah manipulasi 2% ini telah cukup baginya untuk mengalahkan prosentase jumlah umat Islam yang hanya 1% di surveynya tersebut! Allahul musta’an.
Sedemikian bencinya mereka ini terhadap Islam dan umat Islam!
3⃣Ketiga,
Tertawalah engkau sepuasnya wahai jebolan Harvard sembari meresapi sedalam-dalamnya apa yang engkau sebarluaskan, karena hakekatnya engkau telah menertawakan ke G 0 13 LOK kanmu sendiri.
4⃣Keempat,
Wajah Anti-Wahabi yang Sebenarnya: JIL Takfiri Radikalis Ekstrem!!
Mereka selalu berteriak sumbang bahwa Wahabi adalah Takfiri, tetapi jika kita melihat survey yang dipublikasikan gembong JIL n JIN ini maka nampaklah dengan jelas dan detail bahwa mereka telah mengKafirkan berjuta-juta juta umat Islam dan hanya disisakan satu persen saja dari jumlah penduduk Indonesia yang masih muslim!!! Bukalah mata setelah menyaksikan bukti nyata hakekat Takfiri Anti-Wahabi di depan anda.
5⃣Kelima,
Ahli Bid’ah pun dipukul rata, digolongkan semuanya sebagai agama diluar Islam oleh orang yang menggunduli jenggotnya ini.
Jadi siapa bilang orang nggak berjenggot cerdas-cerdas?
6⃣Keenam,
Perhatikan lagi hasil survey yang dirilisnya.
Apakah dia menyadari atas pengakuannya sendiri (¡¡¡¡¡) sebagai gembong JIL-JIN bahwa JIL-JIN-Syiah telah ditegaskannya sendiri bukanlah bagian dari Islam???
Allahu Akbar !!!
وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا
Alhamdulillah bahwa pada akhirnya Ulil Abshar Abdalla telah membongkar dan menelanjangi hakekat missi JIL-JIN-Syiah yang satu paket dan berada di luar agama Islam.
siapa ulil...
Gambar 2. Ulil Jebolan Harvard dan survey 102%
Maka lanjutkanlah tertawamu sepuas-puasnya wahai gundik Missionaristen Liberalisten jebolan Harvard University karena pada hakekatnya engkau sedang menertawakan ke G 0 13 LOK kanmu sendiri. Allahu yahdik.
Sumber : www.tukpencarialhak.com

[FAKTA ...!!!]>>Waspada! Jangan Tertipu Oleh Propaganda Persaudaraan Ahlussunnah Dengan Syiah Rafidhah Iran: REKAM JEJAK BERDARAH DARI SEBUAH NEGERI SUMBER FITNAH

Waspada! Jangan Tertipu Oleh Propaganda Persaudaraan Ahlussunnah Dengan Syiah Rafidhah Iran: REKAM JEJAK BERDARAH DARI SEBUAH NEGERI SUMBER FITNAH


Bismillahirrohmanirrohim. o
rekam jejak berdarah dari negeri sumber fitnah
Jejak Berdarah Syi’ah Iran Negeri Sumber Fitnah Menteri Luar Negeri Arab Saudi membuat pernyataan pada hari Selasa, bahwa sejak Revolusi Iran tahun 1979, Iran telah membuat rekor berupa penyebaran hasutan, kerusuhan dan kekacauan di dalam negeri dalam upayanya untuk melemahkan keamanan dan stabilitas dalam negeri, dan mengabaikan hukum internasional, kesepakatan, perjanjian dan prinsip-prinsip moral. Selama periode yang sama, Kerajaan Arab Saudi masih mempertahankan kebijakannya untuk menahan diri meskipun mengalami banyak kerugian sebagai akibat kebijakan Iran yang agresif.
📆 Tahun 1982
96 warga asing telah diculik di Lebanon, termasuk 25 orang warga AS yang dikenal dengan Krisis Penyanderaan, yang telah berlangsung selama 10 tahun. Sebagian besar penculikan dilakukan oleh Hizbullah dan kelompok lain dukungan Iran.
📆 Tahun 1983
– Hizbullah meledakkan bom di Kedutaan AS di Beirut, 63 orang terbunuh.
– Ismail Askari, seorang berkewargaan Iran, melakukan serangan bom bunuh diri di barak marinir AS di Beirut danmembunuh 241 prajurit AS.
– Hizbullah mengirimkan bom bunuh diri dalam sebuah truk di barak tentara Prancis di Beirut, 64 warga Prancis dan personel militernya terbunuh.
– Anggota Hizbullah dan Hizbud Da’wah melakukan sejumlah serangan, termasuk serangan ke kedutaan AS dan Prancis di Kuwait, ke sebuah kilang minyak dan satu pemukiman penduduk yang mengakibatkan 5 korban jiwa.
– Iran menyerang kapal tanker milik Kuwait di Teluk. Kapal-kapal tanker Kuwait diganti benderanya dengan bendera AS dan dikawal kapal-kapal perang AS.
📆 Tahun 1984
Hizbullah menyerang Kedubes AS di Beirut Timur, akibatnya 24 orang tewas.
📆 Tahun 1985
– Beberapa prajurit dan warga sipil di Teluk terbunuh saat terjadi sebuah percobaan serangan bom pada iring-iringan kendaraan Amir Kuwait, Syaikh Jabir Al-Ahmad Al-Shabah
– Rezim Iran mendalangi pembajakan penerbangan TWA, 39 penumpang berkebangsaan AS ditawan selama berminggu-minggu
📆 Tahun 1986
Iran meminta jamaah hajinya untuk membuat kerusuhan selama pelaksanaan haji, yang mengakibatkan insiden saling dorong dan mengakibatkan 300 orang tewas
📆 Tahun 1987
Hizbullah wilayah Hijaz membakar fasilitas minyak di Ras Tanura di wilayah pesisir timur Arab Saudi
– Sebuah organisasi pro Iran menyerang sebuah fasilitas milik Perusahaan Minyak Saudi (SADAF) di Jubail, bagian timur Arab Saudi.
– Arab Saudi menggagalkan usaha penyeludupan bahan peledak ke wilayah Arab Saudi yang dilakukan oleh salah seorang jamaah haji Iran
– Kedubes Saudi di Teheran diserang dan diplomat Saudi bernama Reza Abdul Muhzin Al-Nozha ditembak dan ditahan oleh Garda Revolusi Iran. Diplomat tersebut kemudian dilepas setelah terjadi negosiasi antara Arab Saudi dan Iran
📆 Tahun 1989
– Iran membunuh ketua Partai Demokrat Kurdi, Abdul Rahman Ghassmelou dan wakilnya, Abdullah Azar di Wina.
– Rezim Iran menculik dan membunuh sejumlah diplomat AS di Lebanon
📆 Tahun 1990
– Rezim Iran terlibat dalam pembunuhan diplomat Arab Saudi untuk Thailand, Abdullah Al-Malki, Abdullah Al-Bassri, Fahad Al-Bahli dan Ahmed Al-Saif (antara tahun 1989 dan 1990)
📆 Tahun 1991
– Garda Revolusi Iran membunuh Shapour Bakhtiar, PM Iran terakhir di masa kekuasaan Syah Iran, Mohammad Reza Pahlavi, di Prancis.
📆 Tahun 1992
– Iran membunuh Sekretaris Umum Partai Demokrat Kurdi, Sadegh Sharafkandi dan asistennya Fattah Abdouli, Homayoun Ardalan dan Nuri Dechrda di Berlin.
– Rezim Iran terlibat pemboman di restoran Mykonos, Berlin. Jaksa Federal Jerman mengeluarkan surat perintah untuk menangkap Menteri Intelejen Iran, Ali Fallahian dengan tuduhan perencanaan dan dalang pemboman.
📆 Tahun 1994
– Iran terlibat dalam pemboman di Buenos Aires tahun 1994, yang mengakibatkan 85 orang tewas. (Pada tahun 2003 Kepolisian Inggris menangkap Hade Pour Soleimanpour, mantan dubes Iran untuk Argentina, dengan tuduhan konspirasi untuk melakukan serangan).
– Kementrian Luar Negeri Venezuela mengeluarkan pernyataan pers yang menyebutkan bahwa 4 orang diplomat Iran terlibat sebuah operasi senyap di Bandara Internasional Simon Bolivar, Caracas, dengan tujuan memaksa para pengungsi Iran untuk kembali ke negaranya.
📆 Tahun 1996
Iran terlibat pemboman di Alkhobar tahun 1996, yang dilakukan oleh Hizbullah Hijaz, sebuah organisasi pro Iran, akibatnya120 orang tewas termasuk 19 warga AS. Iran memberikan perlindungan untuk para pelaku pemboman termasuk Ahmed Al-Moghassil, warga Saudi yang ditangkap di Lebanon tahun 2015 dengan membawa paspor Iran. Para teroris itu menyerang setelah diperintah oleh atase militer Iran di Bahrain. Para pelaku dilatih di Lebanon dan Iran. Bahan peledak diselundupkan dari Lebanon ke Arab Saudi oleh Hizbullah.
📆 Tahun 2001
– Iran memberikan suaka aman untuk sejumlah pimpinan Al-Qaeda sejak tahun 2001, termasuk Saad bin Laden, Saif Al-Adel dan yang lainnya setelah peristiwa 11 September 2001. Iran juga menolak untuk menyerahkan para pimpinan Al-Qaeda ke Arab Saudi meskipun pemerintah Saudi berulang-ulang memintanya.
– Iran terlibat pemboman di tiga pemukiman padat penduduk di Riyadh tahun 2003, yang menewaskan banyak warga sipil Saudi dan warga asing termasuk AS, atas perintah salah seorang pimpinan Al-Qaeda di Iran.
📆 Tahun 2003
– Bahrain menangkap anggota jaringan teroris baru yang mendapat dukungan dari Garda Revolusi Iran dan Hizbullah Lebanon, Kuwait dan UEA.
– Rezim Iran mendukung elemen Syiah di Iraq dengan membentuk partai-partai politik dan kelompok-kelompok milisi yang loyal kepada Iran. Berbagai aksi yang dilakukan eleman ini mengakibatkan tewasnya sebagian dari 4.400 prajurit AS dan 10.000 warga sipil, sebagiannya warga Arab Sunni. Mantan Dubes AS untuk Irak, James Jeffrey mengatakan bahwa warga AS tewas karena terbunuh dalam operasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang dibeking langsung oleh Iran.
📆 Tahun 2006
Washington mengatakan Iran mendukung Taliban melawan pasukan AS di Afghanistan dan mempersenjatai berbagai kelompok dan sekte yang berbeda untuk menyerang AS didekat perbatasan Iran. Washington juga mengatakan bahwa rezim Iran telah menawarkan hadiah sebesar $1,000 untuk setiap prajurit AS yang tewas di Afghanistan.
📆 Tahun 2007
Senat AS mengeluarkan resolusi untuk menyebut Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris
📆 Tahun 2011
– Iran terlibat dalam pembunuhan diplomat Arab Saudi, Hassan Al-Qahtani di Karachi
– AS menggagalkan usaha pembunuhan Dubes Saudi untuk AS dan membuktikan keterlibatan rezim Iran. Dakwaan tersebut dibuktikan di pengadilan federal New York yang mengidentifikasi keterlibatan 2 orang yaitu Mansour Arbabsear yang telah ditangkap dan dipenjara selama 25 tahun, serta Gholam Shakuri, seorang perwira Garda Revolusi Iran, yang saat ini berada di Iran dan menjadi buron pengadilan AS.
📆 Tahun 2012
– Seorang hacker dari Garda Revolusi Iran melakukan serangan cyber dengan target perusahaan minyak dan gas di Arab Saudi dan Teluk. Sekretaris Pertahanan AS, Leon Panetta menggambarkan serangan cyber sebagai diantara serangan yang paling merusak di sektor swasta. Staf kepresidenan Obama mengatakan bahwa ini adalah ulah pemerintah Iran.
– Rencana pembunuhan perwira dan diplomat AS di Baku, ibukota Azerbaijan, terungkap. Kelompok Syiah di Azerbaijan, didukung Iran dan bekerja dibawah perintah Garda Revolusi, berada di belakang rencana tersebut.
📆 Tahun 2016
– Pengadilan kriminal Kuwait memvonis mati dua orang, salah satunya berkewarganegaraan Iran. Mereka didakwa melakukan perbuatan yang membahayakan kesatuan dan keamanan Kuwait, dan secara aktif bekerjasama dengan Iran dan Hizbullah untuk melakukan aksi menebar permusuhan.
– Iran melalui komandan Garda Revolusinya, Mohammad Ali Jafari, secara resmi mengakui bahwa ada 200.000 pejuang Iran di luar negeri, seperti Syria, Irak, Afghanistan, Pakistan dan Yaman.
– Rezim Iran menolak untuk melindungi fasilitas diplomatik milik Saudi di Teheran dan Mashhad.
Sumber : Arabnews.com
Sumber: http://serambiharamain.com/rekam-jejak-berdarah-dari-sebuah-negeri-sumber-fitnah/
Catatan
Lalu apa yang dikatakan oleh Rusia (sekutu bersama Bassar Assad Rafidhah Nushairiyah & Iran) terhadap teroris Hizbullata biang kekacauan dan pembunuhan?
moscow
Lihat Tweet @PressTV: https://twitter.com/PressTV/status/666083818886008832?s=08
Hizbullah bukanlah organisasi teroris!!!
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Sumber : http://tukpencarialhaq.com/2016/02/17/waspada-jangan-tertipu-oleh-propaganda-persaudaraan-ahlussunnah-dengan-syiah-rafidhah-iran-rekam-jejak-berdarah-dari-sebuah-negeri-sumber-fitnah/#more-11279

[AUDIO]: Buktikan Cintamu Terhadap Saudaramu

[AUDIO]: Buktikan Cintamu Terhadap Saudaramu “SESI 1 - BUKTIKAN CINTAMU TERHADAP SAUDARAMU” KAJIAN AL USTADZ ABDUL MU'THI SUT...