Selasa, 26 Januari 2016

[BANTAHAN JILID 2]>>GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (Bag.2)

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (Bag.2)

Bismillahirrohmanirrohim. o
gelora fitnah sekjen gp anshor 2

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (ANTARA KRITIKAN TERHADAP SEBUAH BUKU DENGAN AMBISI BOOMBASTIS MENGUNDANG MASS MEDIA HANYA UNTUK MENUDUH BERDASARKAN DUGAAN DENGAN DATA KADALUARSA EMPATBELAS TAHUN YANG LALU)

Bag.2


5. Mari Sejenak Duduk di Dalam Beranda “Rumah” Pak Sekjen

Sebuah hasil wawancara Metro TV terkait tuduhan ambisius Ekstrimisme radikalis dirilis:

Nukilan:
“GP Ansor: Tarik Buku Berbau Ekstremisme dari Peredaran
Arga sumantri – 21 Januari 2016 11:34 wib

Metrotvnews.com, Depok: Buku pelajaran anak taman kanak-kanak berbau ajaran keagamaan ekstrem muncul di Depok. Buku ditemukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor berdasarkan laporan orangtua salah satu murid TK, Selasa, 19 Januari.

GP Ansor menghendaki, pemerintah kota dan dinas terkait turun tangan menindaklanjuti beredarnya buku tersebut. Buku itu selaiknya ditarik dari peredaran.

“Karena ini mengandung dan menanamkan benih radikalisme di anak usia emas,” kata Sekjen GP Ansor Adung Abdurochman saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (21/1/2016).
Buku berbau ekstremis keagamaan ini dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis berjudul ‘Anak Islam Suka Membaca’. Di dalamnya terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme, di antaranya sabotase, gelora hati ke Saudi, bom dan sahid di medan jihad.

Selain itu, ada kalimat dan kata-kata yang mengandung ekstremisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘gegana ada di mana’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’.

Menurut Adung, peredaran buku tersebut membahayakan. Sebab, istilah-istilah ekstrem yang ada di buku akan tertanam dan diingat anak hingga dewasa.-selesai penukilan –

http://m.metrotvnews.com/read/2016/01/21/472671

Lihatlah beberapa kosa kata atau kalimat yang ditemukannya untuk kemudian digunakan oleh bapak Sekjen GP. Anshor memvonis ekstremis radikalis terhadap si penulis buku, ada kalimat:

“sahid di medan jihad. Selain itu, ada kalimat dan kata-kata yang mengandung ekstremisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’.

Kemudian Pak Sekjen menuntut, ” …pemerintah kota dan dinas terkait turun tangan menindaklanjuti beredarnya buku tersebut. Buku itu selaiknya ditarik dari peredaran.
“Karena ini mengandung dan menanamkan benih radikalisme di anak usia emas,” kata Sekjen GP Ansor Adung Abdurochman saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (21/1/2016).”

Baiklah,
Sekarang mari kita simak rangkaian kalimat di bawah ini terkait isi beranda rumah Pak Sekjen GP. Anshor dan kami berharap sangat agar pembaca bisa menggunakan akal sehatnya seilmiyah mungkin untuk membandingkan mana yang lebih parah nilai radikalis ekstremisnya sesuai kriteria yang dikonferensiperskannya.

Contoh Pertama,
Berikut ini adalah gambar logo Banser:

Gambar 11. logo Banser ada dua senjata tajam, belati dan celurit.

Keterangan:
Logo atau Lambang Banser berbentuk segi lima. Dengan warna dasar berwarna orange tua, di bagian dalam lambang terdapat gambar belati, celurit, sayap, logo ansor, dan tulisan BANSER secara jelas.
Url bukti:  http://www.dakwah.web.id/2015/07/animasi-bbm-lambang-banser-ansor.html

“Belati adalah sejenis senjata tajam yang fungsinya untuk menusuk atau menikam. Penggunaannya dapat dengan cara digenggam atau dilemparkan. Ukurannya dapat lebih kecil atau lebih besar daripada pisau.” https://id.m.wikipedia.org/wiki/Belati

Belati adalah sejenis senjata tajam

Gambar 12. Belati adalah sejenis senjata tajam yang fungsinya untuk menusuk atau menikam.

“Celurit menjadi senjata khas suku Madura yang biasa digunakan sebagai senjata carok. Senjata ini sudah melegenda sebagai senjata yang biasa digunakan oleh tokoh bernama Sakera. Masyarakat Madura biasanya memasukkan khodam, sejenis makhluk gaib yang menempati suatu benda, ke dalam celurit dengan cara merapalkan doa-doa sebelum carok.” https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sabit

sabit

Gambar 13. Celurit senjata tajam.

Kami bertanya kepada Pak Sekjen terkait keberadaan gambar senjata tajam belati dan celurit pada logo Banser tersebut.
Bedasarkan temuan di atas, apakah Banser dalam sekejap bisa dituding sebagai jaringan kelompok radikal ekstremis sehingga anda menuntut pemerintah agar melarang dan membubarkannya!? Silakan dijawab dengan kriteria yang sama yang anda gunakan untuk memvonis buku Anak Islam Suka Membaca. Allahul musta’an.

Kita masih di dalam beranda rumah Pak Sekjen….

Contoh Kedua,
Diantara kosa kata di dalam buku Anak Islam Suka Membaca (AISM) yang dijadikan dalih untuk memvonisnya terkait dengan jaringan radikal kelompok Solo yang mencuci otak anak-anak di usia emas adalah kata “jihad”. Sekarang mari kita saksikan bukti di bawah ini:

totalitas

Gambar 14. Totalitas mendirikan lembaga pendidikan yang menggelorakan paham radikalisme secara menyeluruh mulai dari tingkatan terkecil sampai dewasa!

Kami tanyakan kepada pak Sekjen, dengan cara apa anda menghukuminya penampakan nyata radikalisme ini?! Apakah anda akan menggunakan timbangan yang sama dengan cara anda membual tentang isi buku AISM berikut penulis dan penyuntingnya ataukah anda memiliki timbangan lentur yang bisa ditarik ulur sekehendak hawa nafsu anda? Allahul musta’an.

Contoh Ketiga,

Nukilan:

“Darah dan nyawa telah kuberikan Syuhada rebah Allahu Akbar
Kini bebas rantai ikatan
Negara jaya Islam yang benar
Berkibar tinggi panji gerakan
Iman di dada patriot perkasa
Ansor maju satu barisan Seribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim Makmur semua lenyap yang nista
Allahu Akbar – Allahu Akbar
Pajar baja gerakan kita
Bangkitlah bangkit putra pertiwi
Tiada gentar dada ke muka Bela agama bangsa negeri”

Lihatlah dan bacalah dengan seksama lirik di atas lalu bandingkan dengan beberapa kata kunci postingan Metro TV dan mass media lainnya sebagai dasar untuk menuduh secara dzalim buku Anak Islam Suka Membaca (AISM) sebagai buku cuci otak ekstremis radikalis “teroris”.

Kami ingin bertanya kepada Pak Sekjen, apakah pelarangan mengajarkan kata-kata yang mengandung “ekstremisme” hanya terbatas untuk anak-anak saja?
Adapun bagi orang-orang yang telah dewasa, yang telah berakal penuh, secara fisik dan kekuatan telah mampu memanggul senjata, memegang bom dan parang dsb dibolehkan untuk diajarkan, ditanamkan benih radikalisme dan dinyanyikan lirik yang “berbau ajaran keagamaan ekstrem” seperti yang anda katakan?!

fitnah kejinya

Gambar 15. Fitnah kejinya terus menggelinding liar menjadi buku pelajaran “teroris”. Na’udzubillah.

Iya, kami benar-benar sedang bertanya kepada anda agar anda menjawab secara jujur, adil, penuh semangat konferensi pers sebagai tokoh negarawan yang anti radikal tatkala temuan ajaran ekstrem dan ilmiyah untuk menghukumi Lirik Mars GP Ansor di atas sebagaimana anda meledakkan, memelintir, memfitnah dan mempolitisir secara bombastis isyu isi kosa kata di dalam buku AISM (Anak Islam Suka Membaca) yang disunting oleh ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah dan mengaitkannya dengan jaringan “teroris” radikal ekstrem.

Url bukti: http://ansorpurwakarta.blogspot.co.id/2013/05/blog-post.html

mars gp anshar berbau ekstrim

Gambar  16. Mars GP. Anshor “berbau ajaran keagamaan ekstrem”?! “Darah dan nyawa telah kuberikan…Syuhada rebah Allahu Akbar… Ansor maju satu barisan…. Seribu rintangan patah semua…. Seribu rintangan patah semua…. Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim….. Makmur semua lenyap yang nista… Tiada gentar dada ke muka… Bela agama bangsa negeri.

Contoh Keempat,
Kami akan menyodorkan contoh lainnya dari lirik yang berbau ajaran keagamaan “ekstrem” sebagaimana kriteria yang ditelevisikan kepada Metro TV oleh bapak Sekjen untuk menuduh dan memvonis pihak lain.

Nukilan:

“Izinkan ayah Izinkan ibu
Relakan kami pergi berjuang
Dibawah kibaran bendera NU
Majulah ayo maju serba serbu (serbu)

Tidak kembali pulang
Sebelum kita yang menang
⇒Walau darah menetes di medan perang
Demi agama ku rela berkorban Maju ayo maju ayo terus maju Singkirkanlah dia dia dia Kikis habislah mereka Musuh agama dan ulama

Wahai barisan Ansor serbaguna
Dimana engkau berada (disini)
Teruskanlah perjuangan
Demi agama ku rela berkorban

Sebagaimana sebelumnya, sesungguhnya kami hanyalah berharap bapak bisa memvonis dengan timbangan yang sama persis Mars Banser di atas sebagaimana bapak telah menimbang dan memvonis Wahabisme: “Pimpinan pusat GP Ansor mengawatirkan paham radikalisasi telah menyebar luas ketingkat anak-anak usia dini melalui buku beraliran wahabisme di sekolah.” http://m.detik.com/news/foto-news/3122890/ansor-kecam-buku-bacaan-anak/2#detailfoto

relakan kami pergi berjuang

Gambar 17. Relakan kami pergi berjuang… Majulah ayo maju serba serbu (serbu)… Walau darah menetes di medan perang… Maju ayo maju ayo terus maju… Singkirkanlah dia dia dia… Kikis habislah mereka…. Musuh agama dan ulama… Demi agama ku rela berkorban.

Jika beliau, pak Sekjen tidak mampu dan tidak mau (dan inilah keyakinan kami!) menghukumi Mars GP. Anshor dan Mars Banser sebagaimana memvonis, memolitisir dan mempress riliskan temuan besarnya keterkaitan penulis AISM dengan kelompok jaringan radikal ekstrem HANYA KARENA KEBERADAAN kata “jihad, rela mati bela agama, bila agama kita dihina kita tiada rela” di buku AISM maka yakinlah anda sekalian tanpa harus ragu sedikitpun bahwa vonis dan opini yang beliau sebarluaskan terkait Salafy Wahabi Saudi terlibat jaringan Radikalis Ekstremis benar-benar adalah vonis dusta, fitnah keji dan mengada-ada yang dilandasi oleh kebencian yang luarbiasa tanpa didukung oleh secuilpun bukti dan fakta yang nyata.

Bankan lihatlah wahai saudaraku sekalian nampak jelas Mars Banser dan Mars GP. Anshor mengandung muatan radikalis ekstremis yang jauh lebih dahsyat dibandingkan isi buku AISM sesuai kriteria yang dikonferensiperskan pak Sekjen.
Itu semua adalah susunan kalimat sempurna yang terangkai dari beberapa kata dengan makna yang bisa dipahami oleh kita semua tanpa kita harus memperkosa dan meliarkan maknanya agar memcocoki hawa nafsunya.

Jika terhadap anak-anak TK saja yang belum mampu mengangkat senjata, belum bisa merakit bom dan belum tentu tahu apa arti kosa kata yang dibacanya itupun bapak sudah menuntut AISM dilarang digunakan lalu bagaimana mungkin terhadap orang-orang dewasa dengan sekian banyak anggota yang tersebar di seluruh penjuru tanah air , yang mampu mengangkat beban beratnya senjata berat dan senjata ringan, bom dan sejenisnya boleh dan bebas-bebas saja diajarkan ajaran ekstremisme dan radikalisme sesuai kriteria yang telah bapak gunakan untuk memvonis Wahabi?!”

Adakah radikalis ekstremis hanya berlaku untuk memvonis orang lain sementara untuk dirinya sendiri membolehkan radikal bebas diajarkan dan dinyanyikan sampai mati?!

Anggaplah ini sebagai salah satu bantuan info A1 langsung dari sumber resminya yang diposting sendiri oleh narasumbernya (berdasarkan data di situs tersebut) kepada Pak Sekjen tanpa kami “meliarkan” pemaknaan kosa kata yang berdiri sendiri tidak saling terkait menjadi sebuah (stabilo kuning) kalimat untuk menjustifikasi tujuannya.

Bisa jadi para pembaca akan menemukan rekaman suara atau video Mars GP. Anshor dinyanyikan, tetapi jangan kaget jika ternyata yang menyanyikannya dengan memekikkan takbir Allahu Akbar… Allahu Akbar… Darah dan nyawa telah kuberikan…Syuhada rebah Allahu Akbar itu ternyata adalah sekumpulan orang-orang Kristen dari Paduan Suara Universitas Kristen Satya Wacana pada harlah GP. Anshor yang ke-78 di Stadion Manahan Solo. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Mars GP. Anshor... Takbir Allahu Akbar bersama nashara

Gambar 18. Mars GP. Anshor… Takbir Allahu Akbar – Allahu Akbar dipekikkan oleh orang-orang Nashara dari paduan suara Suara Universitas Kristen Satya Wacana.

Kita tunggu press rilis Pak Sekjen berikutnya, benarkah beliau masih konsisten anti-radikalis anti ekstremisme menyikapi isi beranda rumahnya?! Ataukah beliau cuma sebatas memiliki kemampuan (memaksa) merangkai kata-kata dengan stabilo untuk memfitnah pihak lain? Allahul musta’an.

Catatan kecil:
Jika Pak Sekjen bertanya kepada kami, menurut kamu sendiri apakah Mars GP. Anshor dan Mars Banser mengandung upaya cuci otak kepada orang dewasa untuk menanamkan pemahaman radikal ekstrem kepada anggotanya sebagaimana saya telah memvonis buku AISM:
“sahid di medan jihad. Selain itu, ada kalimat dan kata-kata yang mengandung ekstremisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’.

Tentu saja kami jawab tanpa ragu,
Apakah kami akan ikut-ikutan latah tergiur bersikap ambisius, tendensius, apriori, fitnah bombastis, politis dan kekanak-kanakan dengan menuding itu adalah ajaran radikalis ekstremis? Apakah karena kami tidak sependapat dengan anda lalu dienul Islam menghalalkan untuk melemparkan fitnah keji dan kedustaan kepada muslim yang lainnya?!?! Tentu tidak wahai pak Sekjen! Haram hukumnya memfitnah.

Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إياكم والظنَّ، فإنَّ الظنَّ أكذب الحديثِ

“Jauhilah prasangka, karena prasangka (menuduh tanpa dasar) itu adalah sedusta–dusta perkataan….”

وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ

“Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”

Adakah setelah Allah dan Rasul-Nya memerintahkan untuk menjauhinya lalu seorang muslim yang taat dan mengharapkan ridha dan jannah-Nya malah memungutnya dan menunggangi hawa nafsunya untuk menjatuhkan muslim yang lainnya?! Na’udzubillahi min dzalik.

Bagaimana dikatakan kalimat “Relakan kami pergi berjuang… Majulah ayo maju serba serbu (serbu)… Walau darah menetes di medan perang… Maju ayo maju ayo terus maju… Singkirkanlah dia dia dia… Kikis habislah mereka…. Musuh agama dan ulama… Demi agama ku rela berkorban…Darah dan nyawa telah kuberikan…Syuhada rebah Allahu Akbar….Teruskanlah perjuangan Demi agama ku rela berkorban” dicap radikal ekstrem? Bahkan itu adalah kewajiban setiap muslim. Allahu a’lam.

BERSAMBUNG IN SYA ALLAH

Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Klik ➡JOIN Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

Artikel terkait:

GELORA FITNAH SEKJEN GP. ANSHOR ADUNG ABDURROHMAN YANG DIDUSTAKAN OLEH BUKTI DAN KENYATAAN (Bag.1)

Sumber : http://tukpencarialhaq.com/2016/01/25/gelora-fitnah-sekjen-gp-anshor-adung-abdurrohman-yang-didustakan-oleh-bukti-dan-kenyataan-bag-2/#more-11034

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar