Jumat, 28 Maret 2014

>>>Salafy Kecilku

(((www.salafyciampeabogor.blogspot.com)))

“Ustadzah, gambarku sudah selesai!”. Tiba-tiba suara nyaring memecah keheningan. “Aku juga, aku juga!” yang lain pun susul-menyusul. Makhluk-makhluk kecil itu pun berhamburan, berebut menuju seorang perempuan di depan kelas yang melayani mereka dengan sabar. Ustadzah, begitu mereka memanggilnya. Senyuman ia tebarkan sembari menenangkan mereka……
Demikian kurang lebih potret keseharian sebuah taman kanak-kanak salafi dengan ujung tombak para perempuan yang akrab dengan sebutan ustadzah. Walaupun mereka sadar ilmu mereka tidak seberapa. Lelah dan letih tidak mereka hiraukan demi pendidikan generasi salafi. Ya, pendidikan generasi salafi.
Mau kita bawa kemana pendidikan generasi salafi kita?
Cita-cita apa yang ingin kita tanamkan di benak anak-anak kita?
Gantungkan cita-citamu setinggi langit?..tidak cukup!.
Tapi menjulang tinggi menggapai sorga Alloh ‘azza wa jalla.
Pendidikan kita bukan mencetak hamba-hamba dinar, bukan pula pemburu gelar tapi mencetak muwahhid mujahid sejati. Mari kita lihat pendidik terbaik yang telah berhasil mencetak generasi terbaik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala memberi wejangan kepada Ibnu Abbas: “Wahai anak muda! Jagalah Alloh niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Alloh niscaya kau akan dapati Dia dihadapanmu. Jika kau meminta, mintalah kepada Alloh. Dan jika kau meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Alloh. Ketahuilah! jika umat ini berkumpul untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan mampu memberimu manfaat kecuali apa yang telah Alloh tetapkan untukmu dan jika mereka berkumpul untuk menimpakan madhorot kepadamu mereka tidak akan mampu menimpakan madhorot kecuali apa yang telah Alloh tetapkan menimpamu…”. [1]
Subhanalloh!. Bayangkan para salafi kecil yang tumbuh dengan aqidah seperti itu menancap kokoh di dada-dada mereka! Generasi yang tidak mengenal takut kecuali kepada Alloh, tidak beribadah kecuali kepada Alloh. Generasi yang kokoh diatas tawakal kepada Alloh semata.
Itu semua tidak lepas dari peran seorang ustadzah. Disela-sela kesibukannya melayani keluarga tercinta, ia sempatkan berjuang mendidik generasi salafi. Mereka tidak mengenal istilah sertifikasi. Yang mereka tahu salafi kecil bisa membaca dan menulis. Yang mereka tahu salafi kecil bisa membaca Al Qur’an. Betapa mulia amalan mereka.
Wahai saudariku ikhlaskan amalanmu untuk Alloh! Dan berharaplah balasan-Nya!
Kuberi engkau kabar gembira dari Rasulullah, beliau bersabda: ” Sesungguhnya Alloh dan para malaikatnya dan penduduk langit dan bumi sampai semut dalam sarangnya dan ikan-ikan bersholawat (mendoakan dan memintakan ampunan) atas orang-orang yang mengajarkan manusia kebaikan” [2]
Besarkan harapanmu kepada Alloh dan bergembiralah tatkala salafi-salafi kecilmu tumbuh menjadi mujahid-mujahid tangguh pengibar panji dakwah salafiyah di bumi pertiwi!…biidznillahi ta’ala.
_________________________
[1] riwayat At Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh Al Wadi’i dan Syaikh Al Albani
[2] riwayat At Tirmdzi dan dihasankan syaikh Al Albani dalam Al Misykah.
ditulis oleh : Abu Harits Maos – Daarul Hadits Fyus Yaman
Sumber : http://www.ibnutaimiyah.org/2014/03/salafy-kecilku/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar