Rabu, 12 Februari 2014

>>>Tanya Jawab bersama Al-Ustadz Muhammad As-Sewed‏ -Hafidzahullah-

{{{{www.salafyciampeabogor.blogspot.com}}}}
Tanya Jawab Bersama: Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed Hafidzhahulloh
1.       [Pertanyaan] Apakah seseorang yang taklid kepada seseorang dikatakan sebagai Ahlussunnah dan apakah batasan dikatakan sebagai muqallid?
2.      [Pertanyaan] Bagaimana jika ada yang mengaku pondok Salafy tetapi berada di bawah kurikulum DIKNAS
3.      [Pertanyaan] Apakah Ust Abdul Mu’ti,  Abdur Bar,  Sufyan Ruray,  Jafar Salih ikut rujuk bersama Ust. Dzulqarnain
4.    [Pertanyaan] Jika seorang ikhwah Ahlussunah diketahui oleh yang lain dari kalangan Ahlussunnah,dia berteman & berta’awun dalam dakwah dengan seorang tokoh ahlul ahwa, apakah ketika dia bertaubat hanya sebatas antara dia dengan Allah?
Jawaban:  Download Audio disini 
5.      [Pertanyaan] Sebenarnya Apa sih yang menjadi Penyebab utama yang paling mendasar seorang ustadz menjadi sesat di mana mereka itu adalah seorang yang berilmu?
6.      [Pertanyaan] Apakah belajar ilmu kalam berdosa, apakah ilmu kalam sama dengan ilmu filsafat atau mencakup ilmu yang lainnya?
7.       [Pertanyaan] Pasca teleconference bersama Syaikh Hani telah banyak pembicaraan beredar diIndonesia dan Makassar secara khususnya kalam Syaikh Hani baru-baru ini, yang kesimpulan dari mereka adalah tahdzir Syaikh Rabi’ terhadap Dzulqarnain telah dihapus dan mansukh…
Apakah ada penjelasan langsung dari syaikh Rabi’ bahwasanya tahdzir itu memang telah dicabut, apakah Dzulqarnain tidak diminta pertanggungjawaban taubat dari kesalahannya selama ini.  Mohon penjelasannya?
8.       [Pertanyaan] (Syubhat) Syaikh Ibnu Utsaimeen tidak segencar Syaikh Rabi dalam masalah Tahdzir
9.       [Pertanyaan] Bagaimana dengan ikhwan yang belajar di LIPIA Jakarta dengan alasan tidak ada larangan langsung dari ulama
Sumber: http://forumsalafy.net/?p=1284

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar