Senin, 17 Februari 2014

>>>Sikap Yang Benar Terhadap Seseorang Yang Mengaku Salafiyyah, Padahal Telah Ditahdzir Oleh Para ‘Ulama

{{{www.salafyciampeabogor.blogspot.com}}}

SIKAP YANG BENAR TERHADAP SESEORANG YANG MENGAKU SALAFIYYAH,
PADAHAL TELAH DITAHDZIR OLEH PARA ‘ULAMA
Asy-Syaikh DR. Ahmad Bazmul berkata,
“Seorang Salafy harus menjauh dari Ahlul bid’ah yang sesat, ini sudah sangat gamblang. Akan tetapi permasalahannya adalah apabila ia tidak menjauh dari orang-orang yang menampakkan perkara-perkara yang rancu membingungkan, tidak pula ia menjauh dari orang-orang yang sudah terkena tahdzir dari sisi ‘ulama, meskipun sekilas ia menampilkan as-Sunnah. Namun para ‘ulama sedang membantahnya, menuntutnya untuk rujuk dari kebathilan, dan para ‘ulama juga tengah menjelaskan kesalahan-kesalahan dan ketergelincirannya.
Maka menyikapi tokoh-tokoh yang seperti itu, yang lebih selamat dan lebih utama bagi seseorang adalah menjauhi tokoh-tokoh seperti mereka itu.
Sebagaimana ungkapan yang dituturkan oleh Ahlul Ilmi : “Pada (hadits) yang shahih itu sudah terdapat kecukupan (tidak butuh lagi) kepada (hadits) yang dha’if”.
[ Qawaid Salafiyyah wa Nasha'ih Taujihiyyah ]
الموقف الصحيح ممن يدعي        السلفية وقد حذر منه العلماء.
قال الشيخ احمد بازمول حفظه الله:
“والسلفي يبتعد عن المبتدع الضال، هذا واضح، لكن لايبتعد عن من ظهرت منه امور مريبة ؟وعمن حذر منه العلماء؟ وان كان يظهر السنة الا ان العلماء معه في رده وفي مطالبته  بالرجوع عن الباطل و في بيان لأخطائه وزلاته؟ فإن المرء في هذه الحالة الاسلم له و الافضل له ان يبتعد عن امثال هؤلاء، فكما قال اهل العلم:في الصحيح الغنية عن الضعيف. “
Faidah dari: Ustadz Muhammad Afifudin di terjemahkan oleh Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz Hafizhahumulloh
Sumber : www.forumsalafy.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar