Rabu, 19 Februari 2014

>>>OLEH-OLEH UMROH ASATIDZAH 1435H – KESIMPULAN RINGKAS PERTEMUAN DENGAN 5 ULAMA AHLUSSUNNAH


OLEH-OLEH UMROH ASATIDZAH 1435H – KESIMPULAN RINGKAS PERTEMUAN DENGAN 5 ULAMA AHLUSSUNNAH :::

Berikut ini beberapa faedah PERNYATAAN TERAKHIR Syaikh Robi’, Syaikh Muhammad bin Hadi, Syaikh Abdullah Al-Bukhary, Syaikh Muhammad bin Gholib & Syaikh Hani hafidzahumullahu jami‘an terkait FITNAH USTADZ DZULQARNAIN yang dipersaksikan oleh beberapa asatidzah:
[1] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidzahullah – Khamis, 29 Rabi‘ul Awwal 1435H, Ba’da Maghrib sampai jam 12 mlm]

Syaikh Robi’ berkata: “SAYA TIDAK PERNAH MENCABUT TAHDZIRANKU KEPADA DZULQARNAIN sampai dia membuktikan ruju’nya sebagaimana surah Al-Baqoroh: 160.”

Syaikh Robi’ ditanya oleh asatidzah: “Apakah makna tahdziran tsb bahwa kita TIDAK MENGHADIRI dan DUDUK DI MAJELISNYA …?” Syaikh Robi’ menjawab: “NA‘AM.”

Syaikh Robi’ berkata: “Jika dia (Dzulqarnain) tidak bertaubat (jujur & benar taubatnya), maka akan kita ambil sikap seorang Salafy kepada beliau.”

〰〰〰

[2] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Muhammad bin hadi hafidzahullah – Ba’da Maghrib sampai menjelang iqomah Isya]

Syaikh berkata: “… Adapun Dzulqarnain sudah patah TANDUKNYA semenjak jaman dulu.”

〰〰〰

[3] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Abdullah Al-Bukhari hafidzahullah – Ba’da Maghrib sampai menjelang iqomah Isya)

Syaikh Al-Bukhari berkata “… Urusan Dzulqarnain ini tidak akan pernah selesai karena dia ini memilik DUA TANDUK.”

〰〰〰

[4] • [Jalsah Khusus bersama Syaikh Muhammad bin Gholib Al-‘Adeni hafidzahullah – Ba’da Ashar sampai menjelang Maghrib]

Syaikh berkata: “Kholas !!! … Kalau begitu dia (Dzulqarnain) BELUM TAUBAT dan dia BELUM RUJU’ dari perkara yg ditahdzirkan atasnya.”

*penyataan ini secara tdk langsung telah mencabut kenyataan beliau bahwa Tahdziran Syaikh Rabi’ telah Mansuh*

〰〰〰

[5] • [Jalsah Khusus bersama Hani bin Buraik hafidzahullah – Jum‘at, 7 Rabiuts Tsani1435H]

Syaikh Hani berkata: “… Maka saya katakan bahwa Tahdzir (terhadap Dzulqarnain) tetap berlanjut.”

Syaikh Hani berkata: “Tetaplah kalian berjalan di atas fatwa terakhir Syaikh Robi’ dan KAMI BERSAMA KALIAN.”

Syaikh Hani berkata: “Setelah ini, terus dan terus khabari kami tentang perkembangan yang terjadi.”

〰〰〰〰〰〰〰〰

Kesimpulan:

• Dengan ini Tahdziran Syaikh Rabi’ kembali seperti semula, “bahwa Dzulqarnain LA’AB, MUTALAWWIN, berjalan di atas tariqoh Al-Halabi di dalam membuat MAKAR …”

• Selama tidak ada taubat yg benar/jujur darinya, maka tahdziran akan terus berjalan.

〰〰〰〰〰〰〰〰
Daftar Asatidzah yg terlibat dgn pertemuan bersama Masyayikh:
Ust. Luqman Ba’abduh, Ust. Usamah bin Faishol Mahri, Ust. Qomar Suaidi, Ust. Askari, Ust. Abdul Shomat Bawazir, Ust. Muhammad Sarbini, Ust. Muhammad Afifuddin, Ust. Ayip Syafruddin, Ust. Ahmad Khodim, Ust. Hassan Rasyid, Ust. Abdurrohim Pangkep, dan beberapa ikhwan lain.

Mudah2an bermanfaat. Barokallahu Fiikum.

Ditulis oleh Abu Zur'ah dengan sedikit revisi berdasarkan penjelasn Al-Ustadz Afifuddin As-Sidawi hafidzahullah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar