Senin, 24 Februari 2014

>>>Menyikapi Istri Yang Tidak Mau Bercadar

{{{{www.salafyciampeabogor.blogspot.com}}}}
MENYIKAPI ISTRI YANG TIDAK MAU BERCADAR
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah
Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, penanya dari Emirat Arab menanyakan tentang seorang istri yang tidak mentaati suaminya dalam hal memakai cadar, apakah boleh baginya untuk mencerainya dalam keadaan dia memiliki anak-anak yang masih kecil, sementara dia mengkhawatirkan nasib mereka di waktu ini, dan apakah suami tersebut teranggap berdosa?
Jawaban: Kami tidak menganjurkannya, dan syariat juga tidak menganjurkan untuk mencerainya semata-mata karena dia tidak mau memakai cadar. Yang dituntut adalah dengan mendoakan untuknya agar diberi tambahankebaikan dan kesalehan. Demikian juga dengan memotivasinya untuk melakukan hal itu dan memperdengarkan kepadanya hal-hal yang bermanfaat berupa adab-adab syariat dan bimbingan para ulama. Kalau dia menerimanya maka itu yang diharapkan. Namun jika dia tidak menerima maka hendaknya tetap mempertahankannya sebagai istri bersamanya dan mempergaulinya dengan baik. Adapun hal yang muncul darinya ini tidak boleh menjadi sebab untuk menjauhinya dan bersikap buruk terhadapnya, walaupun perbuatannya itu merupakan kekurangan darinya dan yang diharapkan hendaknya dia dalam keadaan paling sempurna dalam hal ini dan dalam adab yang paling sempurna dalam masalah ini.
Hijab Syar`i
Hanya saja Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:
لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ.
“Janganlah seorang pria yang beriman (suami –pent) membenci seorang wanita yang beriman (istri –pent), jika dia tidak menyukai sebuah sifat dari istrinya tersebut, pasti ada hal lain yang dia sukai darinya.” (HR. Muslim no. 1469 –pent).
Jadi kesempurnaan itu sesuatu yang berat, kesempurnaan adalah sesuatu yang sulit diraih, walaupun pada seseorang yang memiliki kebaikan, walhamdulillah.
Maka kami wasiatkan agar bersikap lembut kepadanya dan bersabar menghadapinya, dan mempergaulinya dengan cara yang baik. Kami juga mewasiatkan kepada istrinya agar menyempurnakan adab-adab, khususnya yang berkaitan dengan adab-adab bermasyarakat dan adab-adab syariat dalam hal berpakaian. Hanya kepada Allah saja kita memohon pertolongan.
Audio bisa di Download disini
Ditranskrip dan diterjemahkan oleh: Abu Almass bin Jaman Al-Austahy
Setelah isya pada hari Ahad, 23 Rabi’uts Tsany 1435 H
Daarul Hadits – Ma’bar – Yaman. Sumber : 
http://forumsalafy.net/?p=1578

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar