Senin, 10 Februari 2014

>>>Cara Bertaubat Dari Kesalahan Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah

www.salafyciampeabogor.blogspot.com
Cara Bertaubat Dari Kesalahan
Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah


Download/Dengarkan rekaman audio di sini:
:: http://bit.ly/1bbNWEY

[Pertanyaan]

Seseorang yang salah dalam sebuah masalah ilmiyah, kemudian dia mengetahui kesalahannya, bagaimana cara mencabut kesalahan tersebut?

[Jawaban]

Misalnya dia mengatakan sesuatu yang salah maka dia mencabut kesalahannya dengan mengatakan, “Saya telah salah.” Kalau itu terjadi pada sekumpulan orang yang dia datangi maka dia menyatakannya di kumpulan tersebut dengan mengatakan, “Saya telah salah.”

Dan jika kesalahan tersebut bentuknya tertulis, maka dia harus menulis pernyataan bersalah tersebut dan menyebarkannya sebagaimana dia telah menyebarkan kesalahannya.

Kalau kesalahan tersebut berupa rekaman suara, maka dia harus merekam pernyataan bersalah tersebut dan menyebarkannya.

Hal itu (jika engkau yang salah –pent) tidak akan merugikanmu. Misalnya ada orang-orang yang mengatakan kepada saya bahwa pada daurah yang lalu saya salah menukilkan perkataan Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah –pent). Mulai keesokan harinya ketika saya telah berjumpa mereka maka saya katakan, “Saya telah salah.” Karena perkataan tersebut terjadi pada daurah tadi. Sedangkan pada majelis inilah orang-orang yang menghadirinya mendengar perkataan saya, “Muhammad bin Hady telah salah.”

Alangkah dinginnya kalimat tersebut bagi hati saya dan alangkah baiknya bagi bebasnya saya dari tanggung jawab (di hadapan Allah –pent). Itu merupakan bentuk membebaskan diri dari tuntutan akibatnya. Sikap semacam ini –demi Allah– akan menambah manusia semakin percaya kepada dirimu. Karena engkau tidak takut kepada mereka, engkau hanya takut kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Karena jika engkau membiarkan manusia, maka mereka akan membawa kesalahan darimu dan akan tersesat dengan sebab dirimu, padahal engkau sendiri –demi Allah– akan memikul kesalahan-kesalahanmu, kita memohon ampunan dan maaf kepada Allah.

Jadi tidak merugikanmu wahai anakku (panggilan kecintaan dari beliau –pent) sang penanya dengan engkau mengatakan, “Saya telah salah.” Walhamdulillah.

Jika engkau masih bertanya tentang bagaimana cara mencabut kesalahan, tentunya engkau mengetahui bagaimana engkau telah salah, kapan salah dan di mana salah, maka engkau memperbaiki kesalahan tersebut dengan yang serupa, yaitu dalam hal tempatnya; jika terjadi pada kumpulan manusia seperti ini maka besok engkau datang esok untuk mengatakan, “Saya telah salah dalam masalah ini.”

Jika kesalahan tersebut terjadi pada sebuah pelajaran maka engkau katakan, “Saya telah salah dalam masalah ini.”

Jika kesalahan tersebut berupa rekaman suara maka engkau pun harus merekam pernyataan tersebut.

Jika kesalahan tersebut terjadi disebarkan (dengan media apa saja, seperti website, whatsapp dan lain sebagainya –pent) maka engkau juga harus menyebarkan pernyataan bersalah tersebut, demikian seterusnya.

Dengan cara semacam inilah engkau membebaskan dirimu dari tanggung jawab dan manusia akan mengetahui kejujuranmu. Dan –insya Allah– engkau akan semakin bertambah mulia di sisi Allah, kemudian setelah itu Allah akan mengangkat kedudukanmu di tengah-tengah manusia. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kami dan kalian semuanya agar bisa bersikap demikan.

Sumber: Sahab•Net via TukPencariAl-Haq


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar