Kamis, 23 Januari 2014

>>>JADILAH PEMAAF..

www.salafyciampeabogor.blogspot.com
JADILAH PEMAAF..
Suatu ketika Rasulullah sedang duduk, tiba-tiba beliau tertawa sehingga tampaklah gigi-gigi serinya. Maka sahabat beliau, Umar bin Khathab kebingungan dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, apakah yang membuatmu tertawa?” Beliau menjawab, “Ada dua lelaki dari umatku yang dikumpulkan di hadapan Rabbul Izzah, Allah Azza Wajalla. Salah satu di antaranya berkata, ‘Wahai Rabb, ambilkanlah hakku yang dizhalimi oleh orang ini!’ Maka Allah berfirman, ‘kembalikan hak saudaramu yang telah engkau zhalimi!’ Orang itu berkata, ‘Wahai Rabb, tidak ada lagi kebaikan yang tersisa.’ Yang seorang lagi berkata, ‘Wahai Rabb, biarlah dia menanggung sebagian dari dosa-dosaku!’
Rasulullah mencucurkan air matanya kemudian bersabda, “Sungguh, hari itu adalah hari yang berat. Pada hari itu manusia perlu dipikulkan dosa-dosanya..”

Maka Allah berfirman kepada orang yang dizhalimi itu, “Angkatlah matamu dan perhatikanlah surga-surga itu!” Orang itu berkata, “Wahai Rabb, aku melihat kota-kota dari perak dan istana-istana emas yang ditaburi mutiara. Untuk nabi, orang shaddiq, atau syahid yang mana semua ini?” Allah berfirman, “Ini semua untuk siapa saja yang membayar harganya.” Orang itu berkata, “Wahai Rabb siapa pula yang memiliki harganya?” Allah berfirman, “Engkau memilikinya.” “Dengan apa, wahai Rabb?” tanyanya. “Dengan pemberian maafmu kepada saudaramu.” “Wahai Rabb, aku telah memaafkannya.”
<<www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>
Allah berfirman, “Peganglah tangan saudaramu itu, lalu bawalah ia memasuki surga.”
Kemudian Rasulullah bersabda, ittaqullaaha wa ashlihuu dzaata bainikum, fa innallaaha ta’ala yushlihu bainal mu’miniina yaumal qiyamati. “Hendaklah kalian bertaqwa kepada Allah dan memperbaiki hubungan di antara sesama kalian, karena sesungguhnya Allah memperbaiki hubungan di antara orang-orang yang beriman pada hari kiamat.”
(Hadits Riwayat Hakim dari Anas bin Malik)

2 komentar:

  1. SubhanAllah....... sungguh murah kasih Tuhan kami Allah subhanahu wata ala.
    Semoga Allah membukakkan mata hatiku untuk memahami pemberian maaf kepada saudara yang menzalimi..

    BalasHapus