Selasa, 07 Januari 2014

>>Di Tegarnya Bahu Sahabat .... [BAGUS]

www.salafyciampeabogor.blogspot.com

Ahlan wa sahlan wa marhaban, Sahabat.
Surat darimu langsung menerbangkan diriku menembus garis-garis indah di hamparan langit biru…
Seolah-olah diriku sedang duduk bercerita sambil bergurau manis di teras depan Masjid Jagalan bersama kaum sahabat tercinta.
Hawa kota Solo terasa hangat hingga kemari, di titik diriku sedang duduk menyusun kata. Semakin lengkap lagi jika membayangkan suasana Avanza Mas Fajar atau Panther Mas Iwan yang setia menemani, menunggu lampu hijau menyala di tiap traffic light kota Solo.
Mengenang hari-hari indah seringkali lebih indah dibandingkan hari-hari itu sendiri, Sahabat.
Kerinduan yang engkau dan aku rasakan sebenarnya berwujud dalam sebuah cermin. Kerinduan yang engkau rasakan adalah gambaran dari kerinduanku jua.
Apabila tiap guguran daun, tiap tetesan embun, dan tiap hempasan debu menjadi saksi kerinduan kaum sahabat kepadaku, maka…  ada hembusan kerinduan di tiap kali aku menghirup udara…, ada getaran rindu di setiap langkah kakiku menjejakkan bumi …, dan ada aliran rindu di setiap degupan jantungku.
Sudah banyak malam yang aku lalui sembari mengenang hari-hari di Solo The Spirit Of Ngaji. Gelapnya malam bukanlah penghalang bagiku untuk mengaktifkan layar lebar di atap-atap kamarku, lalu menampilkan momen-momen indah bersama kaum sahabat melalui Proyektor Rindu. Dengan kekuatan cinta yang bersemayam indah di dalam hatiku, proyektor itu memutar kilas balik hari-hari indah di Solo.
Jika engkau bertanya, ”Masih adakah tempat di hatimu untuk kami singgah di dalamnya..?? Sebagaimana masih adanya tempat untuk selembar tisu di padatnya isi koper seorang musafir..???”
Resapilah jawaban dariku, Sahabat.
“Ada sebuah ruang khusus di dalam hatiku yang telah aku bangun selama ini untuk kalian semua, Kaum Sahabat. Nama-nama kalian terukir indah di dinding-dinding ruangan tersebut. Cahaya ukhuwwah selalu aku jaga agar tetap bercahaya menerangi ruang tersebut sehingga nama-nama kalian tetap terpandang indah. Setiap cahaya yang terpancar dan mengenai nama-nama kalian, pasti memantulkan cahaya warna-warni di ruang khusus tersebut. Jadilah ruangan tersebut menjadi impian setiap orang”
Sahabat adalah sumber kekuatan yang tak terbendung. Lihatlah setiap jenderal perang di dalam lintasan sejarah anak manusia, adakah keberhasilan mereka tanpa pengorbanan seorang sahabat? Lihatlah setiap pemimpin-pemimpin besar di atas muka bumi ini, apakah mungkin mereka mampu merengkuh kesuksesan tanpa seorang sahabat? Di balik setiap kesuksesan pasti ada peran kaum Sahabat.
www.salafyciampeabogor.blogspot.com
Bahkan para nabi dan rasul pun memiliki sahabat-sahabat setia dalam berjuang!
“Apakah kalian ingin membunuh seseorang, hanya karena ia mengatakan Allah adalah sesembahanku?” Abu Bakar mengucapkan kata-kata menusuk itu kepada kaum kafir Quraisy sambil membersihkan kotoran-kotoran dari pakaian nabi Muhammad yang dilemparkan oleh mereka.
.
Abu Bakar juga mengatakan ketika kaum Quraisy menemuinya untuk melaporkan bahwa Muhammad telah menempuh Isra’ dan Mi’raj, ”Kalau memang Muhammad yang mengatakannya, pasti benar! Bahkan jika Muhammad menyampaikan sesuatu yang jauh tidak masuk akal lagi dari hal ini, aku tetap membenarkannya !”.
Masya Allah! Inilah di tegarnya bahu seorang sahabat.
Masih ingatkah engkau, Sahabat! Masih ingatkah engkau dengan pernyataan kaum Anshar saat nabi Muhammad meminta pendapat para sahabat dalam keberangkatan menuju medan Badar?
“Wahai Rasulullah, seandainya engkau perintahkan kami untuk mengarungi lautan, kami akan melaksanakannya. Kami akan selalu berada di sampingmu. Jiwa raga kami masih terlalu murah untuk membela dirimu, wahai Utusan Allah!”
Dan Rasulullah pun tersenyum.
Ah.., begitu manisnya momen-momen mengesankan dari Nabi Muhammad bersama para sahabatnya. Cinta di antara mereka begitu kuat mengikat. Cinta di antara mereka benar-benar suci dan murni karena mengharap ridha Allah. Cinta di antara mereka adalah cinta yang tak terbatas waktu…… Luar biasa!
Mungkinkah kita memiliki cinta semacam itu? Kenapa tidak?
Bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan doa-doa kita ;
“Ya Allah satukanlah kami di atas cinta suci seorang hamba yang beriman. Hilangkanlah dari hati kami setiap noda-noda yang bisa mengotori lembar demi lembar persahabatan kami. Rahmatilah dan ridhailah setiap usaha kami untuk melanggengkan persahabatan. Ya Allah jadikanlah persahabatan kami sebagai persahabatan yang kekal, di dunia dan di akhirat nanti”
.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2:186) 
Demi Allah.., Dia benar-benar dekat dengan kita, Sahabat. Dia mampu mengabulkan doa-doa kita.
_abu nasim mukhtar “iben” rifai_helga la firlaz
_18 Mei 2013_di sudut ruang kecil
_sembari mendengarkan suara merdu haani ar rifa’I versi tahun 1992_
(surat balasan Ustadzuna Mukhtar kepada salah seorang ikhwah di Solo, telah diedit tanpa mengubah makna surat)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar