>>Akankah Syi’ah Rafidhah Berbahaya Bagi Negara Dan Masyarakat? (Bagian-01)


بسم الله الرحمن الرحيم

Sengaja kami membahas hal ini. Karena kami menemukan perkataan para ulama dan kami dengar secara lisan dari guru kami Syaikh Muhammad Al-Imam: “Tidaklah Syi’ah Rafidah berada pada suatu Negara kecuali akan membawa kerusakan dan pertumpahan darah.”
Maka kesempatan kali ini kami akan mencuplikkan apa kelakuan Syi’ah Rafidhah di Yaman. Yang tidak asing lagi bagi para pembaca di tanah air, bahwa mereka berada di Sha’dah dekat Dammaj. Dan mereka dikenal dengan “Al-Khutsy (الخُوْثِي)” atau “Asy-Syabab Al-Mu’min”. Kenapa mereka disebut “Khutsy”? Yaitu penisbatan kepada pemimpin mereka yang bernama Badruddin Al-Khutsy.
Diantara sepak terjang Badruddin Al-Khutsi Ar-Rafidhy ini adalah: Dia berkata: “Kepemimpinan setelah Rasulullah صلى الله عليه وسلم itu untuk ‘Ali, bukan untuk Abu Bakr, atau ‘Umar, atau ‘Utsman.” Maka syi’ah Rafidhah tidak akan menerima kepemimpinan seseorang selain kepemimpinan keluarga Nabi صلى الله عليه وسلم, yang Syiah – Rafidhah menganggap merekalah keturunan Nabi atau ‘Ali. Singkatnya Syi’ah –Rafidhah lah yang pantas memimpin dunia. Akan jelas dengan pembahasan-pembahasan yang akan kami sajikan nanti.
Sehingga Badruddin ini menyemangati anaknya yaitu Husain Badruddin Al-Khutsy untuk membangkang dan memberontak pemerintah Yaman yang sah. Dan Badruddin sendiri telah memimpin satu peperangan pemberontakan menentang pemerintah Yaman pada tahun 2005.
Dia pernah melarikan diri ke Iran pada perang tahun 1994, setelah dia mendukung orang-orang kaomunis untuk memisahkan diri dari Yaman. Kemudian kembali ke Yaman melalui perantara.
Badruddin ini mati penghujung tahun 1431 H sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang khutsy, yang mana pihak yang bertanggung jawab akan kematiannya adalah Al-Qa’idah (Al-Kaeda) yang mengebom Al-Khutsi di daerah Jouf, pada tahu tersebut saat perayaan Hari Ghadir.
Kemudian pemberontakannya dilanjutkan oleh anaknya, yaitu Husain Badruddin Al-Khutsy.
Dia mengambil ajaran Rafidhah juga di Sha’dah dari bapaknya dengan kenyang, sebagaimana dia kenyang mempelajari ajaran Rafidhah ketika berkunjung ke Iran dank e Hizbullah Lebanon. Yang mana Iran dan Hizbullah Lebanon dalah gembong Syi’ah Rafidhah saat ini.
Husain Al-Khutsy pernah terjun ke dunia politik pada tahun 1993 – 1997, sebagai anggota wakil rakyat di Propinsi Sha’dah.
Husain Al-Khutsy ini tergolong pemrakarsa partai Al-Haq Ar-Rafidhy, hanya saja dia lalu keluar dari partai tersebut, lalu menggunakan waktunya untuk memimpin gerakan Asy-Syabab Al-Mu’min. Mulailah dia menyebarkan prinsip dan keyakinan Rafidhah Iran, melalui berbagai bkesempatan. Inilah hasil dari menggali ilmu di Iran dan Lebanon.
Pada tahun 2004 Husain Al-Khutsy memberontak kepada pemerintah Yaman yang sah, dan mengumumkan pembangkangannya terhadap negara, mengumumkan peperangannya, membuang bendera Negara Yaman di beberapa tempat, lalu menggantinya dengan bendera Hizbullah Lebanon.
Dia mendapatkan dukungan dana dan finansial lainnya (senjata dll) dari berbagai pihak, diantaranya dari Iran.
Setelah itu tidaklah ada suatu negarapun kecuali mengumumkan peperangannya terhadap Al-Khutsy dan sekongkolannya. Berlangsung perang tersebut beberapa bulan dan  berakhir (sementara) perang tersebut dengan matinya Husain Al-khutsy pada tanggal 10/9/2004.
Dan para pengikutnya sampai hari ini berkeyakinan bahwa  Al-Khutsy akan kembali dan mereka tidak mengakui kematiannya.
Lihat kitab “An-Nushrah Al-Yamaniyah (9-10) dan Bawa’iq Rafidhah Al-Yaman (99)” karya Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam.
(bersambung)
Sumber : thalibmakbar

>>>Suami pilihan

www.salafyciampeabogor.blogspot.com

Layaknya bahtera berlayar mengarungi lautan, kadang terguncang ombak besar dan terpaan angin kencang. Saat itulah, sangat diperlukan keberadaan nahkoda yang handal. Nahkoda yang tenang dalam menghadapi masalah, cerdas dalam mengambil keputusan, tegas dalam menentukan kebijaksanaan, dan handal dalam menjalankan kepemimpinan. Agar bahtera dapat sampai dengan selamat sampai tujuan.

Begitu pula menjalani kehidupan rumah tangga, tentu tidak selalu harum betabur bunga indah penuh warna-warni. Kadang muncul riak-riak atau bahkan ombak yang menghadang keharmonisannya. Saat itulah diperlukan sosok suami yang tangguh dalam kepemimpinan. Figur yang menghantarkan pada keselamatan dunia dan akhirat.
Hal ini tentunya dimulai dengan usaha mencari calon suami yang shalih sebagai pemimpin keluarga. Menjadi tugas para wali dari pihak wanita untuk memilihkan teman hidup yang mempunyai kualitas agama yang baik. Sehingga hal ini akan mendukung kualitas keshalihan istri dan anak-anaknya.
Apalagi yang diharapkan seorang wanita kecuali kebahagiaan tatkala pendamping hidup yang mengiringi hari-harinya adalah lelaki shalih. Bukan hanya satu kebahagiaan yang direngkuh melainkan dua kebahagiaan. Tiada berakhir nikmat bahagia itu saat meninggalkan dunia, namun akan tetap ada ketika berpindah ke negeri akhirat. Karunia yang demikian besar tentunya. Tidak ada karunia yang melebihi mendapatkan kebahagiaan di dua negeri.
Terbersitlah tanya, hal apakah yang ada pada diri suami yang shalih sehingga bisa menyumbang besarnya kebahagiaan istri di dunia dan akhirat? Di antara hal tersebut yaitu karena baiknya pengamalan terhadap firman Allah:
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) dengan cara yang makruf. kemudian bila kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [Q.S. An Nisa:19].
Ia adalah suami shalih yang bergaul dalam curahan kasih sayang, penuh perhatian dan mengalah pada perkara yang bukan maksiat. Namun, ia tetap tegas pada kesalahan istri dengan tanpa mengesampingkan hikmah dan kelemahlembutan. Demikian pula tidak lepas dari bagusnya peneladanan terhadap manusia terbaik dan termulia, Rasulullah `,. Sebagaimana yang dituntut kepada setiap muslim untuk menjadikan beliau sebagai suri teladan. Sehingga ia selalu mengambil contoh dari muamalah Rasulullah ` terhadap keluarganya, salah satunya dalam hadits beliau bahwa, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” [H.R. At Tirmidzi dishahihkanSyaikh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi].
Mengacu kepada ayat dan hadits tersebutlah suami yang shalih bermuamalah dengan istri dan keluarganya. Sehingga tidaklah ia akan merendahkan atau menyakiti istrinya terlebih menzalimi. Melainkan ia berusaha untuk berkata dan berperilaku berhiaskan akhlak yang baik. Ia berikan yang menjadi hak-hak istri dengan penuh penunaian, tanpa mengungkit-ungkit kebaikan yang telah dicurahkan. Ia bersabar atas perangai yang tidak disukai dari pasangannya selama tidak dalam pelanggaran syariat. Ia memaafkan kekurangan istri dalam menunaikan hak-hak suami. Ia luruskan kebengkokan istri dengan cara yang halus dan bijaksana.
Begitulah kesan eloknya pergaulan yang tercermin dari seorang suami yang shalih. Suami yang bergaul dengan penuh pengertian akan keadaan dan sifat seorang wanita. Suami yang memuliakan kedudukan dan hak istri. Sehingga, tentulah akan mengukir kebahagiaan di hati seorang istri dalam hidup bersanding bersamanya di alam dunia ini. Kebahagiaan di negeri abadi pun dapat diraih, manakala suami yang shalih menyadari perannya sebagai pemimpin dalam keluarganya. Pemimpin yang kelak dimintai pertanggungjawaban. Sebagaimana sabda Rasulullah `, “Laki-laki (suami) adalah pemimpin bagi keluarganya. Dan kelak ia akan ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang mereka.” [H.R. Al Bukhari dan Muslim].Suami yang melaksanakan tugasnya dalam menjaga diri dan keluarganya dari siksa neraka yang pedih.
Ia berusaha mengamalkan firman Allah dalam salah satu ayat-Nya yang mulia:
“Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.”  [Q.S. At Tahrim:6].

. Usaha tersebut antara lain dengan menaruh perhatian terhadap pendidikan agama melalui pengajaran ilmu dan penyampaian nasihat. Suami yang menghasung dan membantu mereka dalam melakukan amal ketaatan. Tak luput pula mencegah mereka dari berbuat kemungkaran, tidak membiarkan terjadinya kemaksiatan dalam keluarganya. Hal ini pula, sebagai salah satu wujud dari kecemburuan dan penjagaannya terhadap kehormatan istri serta mahligai rumah tangganya.
Demikianlah gambaran indah suami yang shalih, yang mencintai istri tidak hanya semata-mata cinta tabiat tapi juga cinta yang terpuji yaitu cinta karena Allah, cintanya tumbuh dari dasar ketakwaan kepada Allah, sehingga cintanya membawa manfaat baik di dunia maupun akhirat. Allahu a’lam. [farhan].
Sumber: tashfiyah.net

>>Siapakah Khawarij?


Pertanyaan : 
Apakah Khawarij dan bolehkah kita menyebut orang (tertentu) sebagai Khawarij?
Dijawab oleh Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed pada Muhadharah ‘Jadilah Seorang Salafy Sejati’ (Slipi, November 2013).
Jawab :

>>Doa Harian: Berdoa Kepada Alloh Yaitu Bersholawat Untuk Rosul Sholollohu alaihi Wassalam حصن المسلم من أذكار الكتاب والسنة

Keutamaan Berdoa Kepada Alloh Yaitu Bersholawat Untuk Rosul Sholollohu alaihi Wassalam:
((219- قَالَ: ((مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا))
((219. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.” [240]
((220- وَقَالَ: ((لاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِي عِيْدًا وَصَلُّوْا عَلَيَّ؛ فَإِنَّ صَلاَتَكَ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ)).
(((220. Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai hari raya, dan bacalah shalawatmu padaku, sesungguhnya bacaan shalawatmu akan sampai kepadaku, di mana saja kamu berada.” [241]
((221- وَقَالَ: ((الْبَخِيْلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ))
((221. Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebut, dia tidak membaca shalawat kepadaku.” [242]
((222- وَقَالَ : ((إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً سَيَّاحِيْنَ فِي اْلأَرْضِ يُبَلِّغُوْنِي مِنْ أُمَّتِي السَّلاَمَ))
((222. Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang senantiasa berkeliling di bumi yang akan menyampaikan salam kepadaku dari umatku”. [243]
((223- وَقَالَ: ((مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيَ حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ))
((223. Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku sehingga aku membalas salam (nya).” [244]
Dikutip Oleh:
"Pusat Kajian Kitab Salaf Online Indonesia"
Assatidzah Nyantri Online Ilmoe.com
---------------------------------------
Catatan Kaki:
[240] HR. Muslim 1/288.
[241] HR. Abu Dawud 2/218, Ahmad 2/367, dan Al-Albani menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud 2/383.
[242] HR. At-Tirmidzi 5/551, begitu juga imam hadis yang lain, lihat Shahihul Jami’ 3/25 dan Shahih At-Tirmidzi 3/177.
[243] HR. An-Nasa’i, Al-Hakim 2/421. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih An- Nasa’i, 1/274.
[244] Abu Daud no. 2041, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Daud 1/383.

(((KHABAR GEMBIRA))) Kajian Islam Ilmiah, Cikarang (Ahad 27 Muharram 1435H / 01 Desember 2013M)

www.salafyciampeabogor.blogspot.com
Bismillah..
Dengan mengharap wajah Allah , Hadirilah…!
Dauroh sehari bersama Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi.
(Pengasuh Ma’had Al Bayyinah,Sidayu,Gresik,Jawa Timur)
(Redaktur Majalah Asy Syariah)
Dengan Tema :
” SESATNYA TERORIS dan INDAHNYA DAKWAH SALAFIYAH ahlussunnah wal jamaah “
InsyaALLAH akan di laksanakan pada :
Hari/Tgl : Ahad 27 Muharram 1435H / 01 Desember 2013M
Waktu : Jam 09:00wib s/d Menjelang ‘asar
Tempat : Masjid Al Munawwar Desa wangun harja Rt 06 Rw 03, cikarang utara
Peserta :
– IKHWAN, di msj al munawwar
– AKHWAT/UMMAHAT, di SD NEGERI WANGUN HARJA 2 (tdk jauh dr masjid al munawwar)
LIVE STREAMING insyaALLAH di Radio Al Muwahhidiin www.almuwahhidiin.com
=> Link streaming :
http://live.almuwahhidiin.com:8899/ , dan
http://almuwahhidiin.onlivestreaming.net:8181/stream
Informasi :
– Abu Azkiya 085717652496
– Abu Rizky 081311190079
– Abu Hudzaifah 085715521845

>>Bolehkah MLM?

www.salafyciampeabogor.blogspot.com

Pertanyaan : 
Bolehkah MLM?
MLM : Multi Level Marketing
Dijawab oleh Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed pada Muhadharah ‘Jadilah Seorang Salafy Sejati’ (Slipi, November 2013).
Jawab :

>>>Berpegang Teguh Dengan Sunnah Selamat dari Fitnah

www.salafyciampeabogor.blogspot.com

Alhamdulillah berikut kami hadirkan audio kajian perdana Al ustadz Muhammad Umar Assewed di Studio Radio Syiar Tauhid Depok yang membahas “Berpegang Teguh dengan Sunnah Selamat dari Fitnah” dan beliau insya Allah akan mengisi lagi di Studio Radio Syiar Tauhid pada hari jum’at malam pekan ke- Empat bulan depan. silahkan download kajiannya pada link berikut.Sumber : www.syiartauhid.info
 Download

>>Surat dari Istri Untuk para Suami .... ???

www.salafyciampeabogor.blogspot.com
Al-Ustadz Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir al-Jakarti
Wahai suamiku…, kutulis surat ini dengan kehangatan cinta dan kasih sayang kepadamu. Semoga Allah senantiasa menjaga kita.
Wahai Suamiku, engkau adalah pemimpin rumah tangga kita, aturlah kami dengan aturan Allah, pimpinlah kami untuk taat kepada-Nya, bimbinglah kami terhadap apa yang maslahat (baik) untuk kami. Insya Allah engkau akan mendapatiku dan anak-anak menghormatimu, memuliakanmu dan taat kepadamu. Itulah kewajiban sebagai seorang yang dipimpin kepada yang memimpin.
Allah Ta’aalaa berfirman :
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (Qs. an-Nisa’:34)

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. al-Baqarah : 228)
Wahai suamiku, engkau adalah anugerah dan kenikmatan yang besar yang Allah karuniakan kepadaku. Ketika banyak para wanita yang belum menikah, Allah mengaruniakanku seorang suami shalih -Insya Allah- seperti dirimu. Ketika banyak dari para wanita yang mempunyai suami yang tidak memperhatikan agama istrinya, Allah memberikanku seorang suami yang selalu menyemangatiku untuk hadir ke majelis-majelis ilmu. Ketika banyak suami yang acuh-tak-acuh dengan perbuatan-perbuatan istrinya yang salah, Allah memberikan kepadaku seorang suami yang selalu menasehatiku. Ketika banyak suami yang tak peduli halal dan haram ketika ia mencari rezeki, Allah memberikan kepadaku seorang suami yang merasa cukup dengan yang halal. Banyak lagi kebaikan dan keutamaanmu, apakah pantas  bagiku untuk tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat dirimu, apakah pantas bagiku untuk tidak berterima kasih  kepadamu dengan segala kebaikanmu, kasih sayangmu, perhatianmu, jerih payahmu untuk diriku…
Allah Ta’aala berfirman :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Allah mema’lumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sagat pedih.” (Qs. Ibrahim : 7)
Dan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku melihat neraka dan aku melihat sebagian besar penduduknya adalah kaum wanita. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Mengapa demikian wahai Rasulullah?
يكفرن العشير ويكفرن الإلحسان, لو أحسنت الى إحداهن الدهر, ثم رأت منك شيأ قالت : ما رأيت منك خير قط
 Mereka mendurhakai suami dan mengingkari kebaikannya. Sekiranya seorang dari mereka engkau perlakukan dengan baik sepanjang masa, lalu ia melihat sesuatu (kesalahan) darimu, ia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat satu pun kebaikan darimu selama ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai suamiku, segala puji bagi Allah sematalah kemudian karena sebab pendidikan orang tuaku yang baik, yang telah mempersiapkan dan mendidikku untuk menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga yang baik, sehingga aku sadar bahwasanya pernikahan bukanlah surga yang tak ada problema, kesusahan dan kesulitan. Dan juga bukanlah neraka yang ada hanya kesusahan dan kesengsaraan. Semoga dengan sebab itu aku lebih siap dan tegar jika kesusahan, kesulitan datang menerpa. Wahai suamiku, Insya Allah engkau akan mendapatiku menjadi pendamping  yang kokoh dalam mengarungi kehidupan rumah tangga ini, hanya kepada Allahlah aku memohon pertolongan.
Allah Ta’aala berfirman :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (Qs. al-Fatihah : 5)

Wahai suamiku, keinginanmu agar aku dekat dengan orang tuamu, akupun menginginkan hal yang demikian. Orang tuamu adalah orang tuaku juga. Dan aku ingin engkau tetap berbakti, melayani dan memberikan perhatian yang besar kepadanya walaupun engkau sudah menikah. Insya Allah aku akan membantumu untuk hal itu.
Allah Ta’alaa berfirman :
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua (ibu dan bapak).” (Qs. an-Nisa’ : 36)
Wahai suamiku, banyak hal yang tidak diperhatikan oleh sebagian istri tentang perkara-perkara yang membuat suaminya senang dan menghindari sesuatu yang membuat suaminya tidak suka. Di antaranya tampil apa adanya di depan suaminya, tidak mau berdandan dan mempercantik diri. Wahai suamiku, katakanlah kepadaku apa yang membuat dirimu senang sehingga aku berusaha untuk melakukannya dan katakanlah sesuatu yang membuatmu benci sehingga aku menjauhinya.
Dan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
خير النساء التي تسره إذا نظر إليها و تطيعه اذا أمر ولا تخالفه في نفسها ولا مالها بما يكرها
“ Sebaik-baik istri adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya, dan tidak menyelisihi atas dirinya dan hartanya dengan apa yang tidak disukai suaminya.” (HR. ath-Thabrani dari ‘Abdullah bin Salam, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Wahai suamiku, sungguh sebuah keburukan kalau aku tidak bisa menerima kekurangan dirimu di mana kelebihanmu tak sebanding dengan kekuranganmu. Padahal aku tahu tak ada seorang yang sempurna. Apakah pantas aku bersikap seperti itu, sedangkan engkau ridha dan bershabar dengan berbagai kekurangan diriku.
Wahai suamiku, ketika aku merasa lelah dalam mengurus pekerjaan rumah, aku teringat kisahnya seorang wanita yang mulia, pemimpin wanita di surga yang merasa keletihan ketika ia mengerjakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Seorang wanita shalihah yang memiliki jiwa yang mulia, hati yang bersih dan akal yang terbimbing oleh syari’at yang agung. Semoga aku bisa meneladani keshabaran Fathimah putrinya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bukan malah meneladani wanita yang akalnya menjadi tempat sampah pemikiran barat yang menamakan dirinya Feminisme.
“ Suatu ketika Fathimah mengeluh kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam atas kelelahan yang ia rasakan sebab ia menarik alat penggiling hingga berbekas di kedua tangannya, menimba air dengan qirbah (tempat air pada masa itu) hingga qirbah membekas di lehernya, dan menyalakan api di tungku hingga mengotori pakaiannya. Itu semua terasa berat baginya. Lalu apa tanggapan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang hal itu? Beliau menasehati Fathimah dan Ali bin Abi Thalib agar bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali setiap hendak tidur .  Beliau bersabda kepada keduanya bahwa itu semua lebih baik dari pembantu (yang Fathimah minta –ed).” (HR. Bukhari dan Muslim)
<<www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>
Wahai suamiku, seharusnya setiap istri sadar, termasuk diriku. Bahwa setiap suami mempunyai posisi dan status sosial yang berbeda. Ada di antara suami yang sangat dibutuhkan oleh keluarganya. Ada juga seorang suami yang memiliki kedudukan yang penting sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ada juga seorang suami yang menjadi seorang da’i sehingga sangat dibutuhkan oleh ummat. Seharusnya setiap istri memperhatikan hal ini. Jika dia seorang suami yang sangat dibutuhkan keluarganya maka bantulah ia, dan relakanlah sendainya hak waktumu sedikit terkurangi. Bukan malah menghalangi dari keluarganya. Kalau dia seorang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat atau ummat, maka bantulah ia, semangatilah ia dan berilah nasehat untuk ikhlas dalam melayani ummat dan bershabar atas mereka. Bukan malah bertindak seperti anak kecil yang merongrong suaminya hanya karena dia tidak selalu berada di sisinya. Atau sesekali ketika lagi bersendau gurau denganmu ia mengangkat telpon untuk sekedar memberikan nasehat atau saran kepada ummat. Wahai suamiku, semoga aku bisa memperhatikan hal ini. Dan aku pun sadar hakku telah kau tunaikan dengan baik.
Wahai suamiku, aku teringat sebuah ayat yang seharusnya membuatku untuk berfikir dan merenungi sejauh mana aku merealisasikan ayat ini atau malah sebaliknya.
Allah Ta’aala berfirman :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
“ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa.” (Qs. al-Maidah : 2)
Ya Allah, jadikanlah aku istri shalihah yang membantu suamiku untuk taat kepada-Mu, berdakwah di jalan-Mu dan melakukan berbagai amalan kebaikan bukan malah sebaliknya menjadi fitnah baginya.
Allah Ta’aala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ
“ Wahai orang-orang yang beriman, ‘Sesungguhnya di antara istri-itrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Qs. at-Taghabun : 14)
Wahai suamiku, rezeki yang halal sudah sangat cukup bagiku. Nafkah yang kau berikan kepadaku sebagai bentuk tanggungjawabmu sebagai seorang suami sangatlah besar walaupun menurut sebagian orang dinilai kecil. Keindahan dan kebahagian hidup ini adalah ketika kita bisa bersyukur dan hidup dengan qana’ah. Ya Allah, aku berlindung kepadamu menjadi istri yang tidak pandai bersyukur yang bisanya hanya menuntut, terlebih lagi menjadi sebab suaminya mengambil yang haram.
Dan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قد أفلح من اسلم ورزق كفا, وقنعه الله بما آتاه
 “Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, rezekinya cukup dan Allah memberikan kepuasan atas apa yang telah dikaruniakan kepadanya.“ (HR. Muslim dari ‘Abdullah bin Amr bin al-Ash)
Dan dalam hadits yang lain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من يستعفف يعفه الله ومن يستغن يغنه الله
“Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah menjaga dirinya dan barang siapa yang merasa cukup, maka Allah akan memberi kecukupan baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
لا ينظر الله الى امراة لا تشكر لزوجها وهي لا تستغني عنه
“Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan dia selalu menuntut (tidak pernah merasa cukup/qana’ah).” (HR. an-Nasa’i, al-Baihaqi, at-Tirmidzi dan ia berkata hadits ini sanadnya shahih dan disepakati oleh adz-Dzahabi dari ‘Abdullah bin ‘Amr)
Wahai suamiku, perkenankanlah aku untuk meminta maaf atas kekurangan dalam melayanimu. Karena itulah adalah tugas dan kewajibanku.  Hanya kepada Allah-lah aku memohon pertolongan untuk taat dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada suamiku.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
اذا الصلت المراة خمسها, وصامت شهرها, وحصنت فرجها, وأطاعت بعلها, دخلت من أي أبواب الجنة شاءت 
“Apabila seorang istri mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”  (HR. Ibnu Hibban dari Abu HurairahRadiyallaahu ‘anhu)
Wahai suamiku, maklumilah kalau engkau melihat diriku cemburu kepadamu karena inilah tabiat seorang wanita, disamping aku sangat mencintaimu. Ibunya kaum mukminin pun merasakan cemburu di hatinya, ketika ia berkata, “Aku tidak pernah merasa cemburu kepada salah seorang istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam seperti cemburuku kepada Khadijah, disebabkan seringnya  Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyebut namanya dan sanjungan beliau kepadanya.” (HR. Bukhari). Insya Allah, kecemburuanku adalah kecemburuan yang wajar yang merupakan tabiat seorang wanita, bukan kecemburuan yang menghalangi suaminya untuk taat kepada Allah, atau kecemburuan yang menjadi sebab suaminya terjatuh kepada yang haram, atau bukan kecemburuan yang menghalangi suaminya untuk mengambil haknya untuk berpoligami. Tidak wahai suamiku…!!. Sungguh aku bukan seorang istri yang merampas hak suaminya dengan menghalanginya untuk berpoligami, jika memang dia menginginkan dan mampu untuk hal itu. Tetapi, aku -Insya Allah- seorang istri yang berusaha meneladani para istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, istri  para istri shahabat dan para istri shalihah yang memegang teguh syari’at ini termasuk syari’at poligami. Allah Subhaanahu wa ta’aala berfirman :
فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً
“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.“ (Qs. an-Nisa’ : 3)
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالًا مُبِينًا
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. al-Ahdzab : 36)

Wahai suamiku, anak-anak kita adalah buah hati kita, buah cinta kita. Karunia yang Allah karuniakan kepada kita, sekaligus merupakan amanah yang Allah amanahkan kepada kita. Insya Allah, aku akan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Aku akan mendidiknya untuk mentauhidkan Allah, aku akan mendidiknya agar taat kepada Allah dan Rasul-Nya, aku akan mendidiknya agar berbakti kepada orangtuanya. Semoga Allah mengkaruniakan anak yang shalih dan shalihah kepada kita. Amiin.
Sebagaimana Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman :
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” (Qs. Ali Imran : 38)
Wahai suamiku, tentu sebagai seorang muslimah aku mendambakan surga Allah dan khawatir terhadap neraka-Nya. Aku sering teringat sebuah hadits di mana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
فانظري أين أنت منه, فإنما هو جنتك ونارك
“Perhatikanlah posisimu terhadap suamimu sebab dia adalah surgamu dan nerakamu.” (HR. Ahmad dan al-Hakim dan selainnya, ia menyatakan hadits shahih dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi)
Dan di antara jalan menuju surga adalah dengan mentaatimu.
Sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
اذا الصلت المراة خمسها, وصامت شهرها, وحصنت فرجها, وأطاعت بعلها, دخلت من أي أبواب الجنة شاءت 
“Apabila seorang istri mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”  (HR. Ibnu Hibban dari Abu HurairahRadiyallahu ‘anhu)
Dan sebaliknya di antara jalan menuju neraka adalah bersikap nusyuz kepadamu, durhaka dan tidak taat kepadamu. Wahai suamiku, Insya Allah aku akan selalu taat dan berbuat baik kepadamu dengan menjaga kehormatanku, menjaga diriku dari menyakitimu, tidak lalai melayanimu, tidak menggambarkan sosok wanita di hadapanmu, tidak keluar rumah tanpa seizinmu, tidak menyebarkan problema rumah tangga kepada orang lain dan tidak menolak ketika engkau mengajakku berhubungan.
Sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
اثان لا تجاوز صلاتهما رءوسهما عبد ابق من مواليه حتى يرجع ومرأة عصت زوجها حتى ترجع
 “Ada dua orang yang mana shalat mereka tidak naik melewati kepala mereka ; yakni seorang budak yang lari dari majikannya hingga kembali kepadanya, dan seorang istri yang bermaksiat kepada suaminya hingga ia kembali taat.” (HR. ath-Thabarani, al-Hakim dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani di dalam ash-Shahihah dari ‘Abdullah bin Amr al-Ash Radiyallahu ‘anhu)
إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فأبت أن تجيء لعنتها الملا ئكة حتى تصبح
“Apabila seorang laki-laki memanggil istrinya di ranjang (untuk berhubungan –ed) lalu istrinya enggan untuk datang, maka para malaikat akan melaknatnya hingga (waktu) shubuh.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu)

Wahai suamiku, aku mencintai dan menyayangimu, dekaplah aku di kehangatan cinta dan kasih sayangmu, belailah aku di kelembutan perhatianmu, hiburlah  aku di canda dan tawamu semoga Allah melanggengkan rumah tangga kita dan mengumpulkan kita di dalam surga-Nya.

>>Himbauan Kepada Ahlus Sunnah di Indonesia Untuk Saudara-Saudara di Dammaj

Bismillah

Himbauan Kepada Ahlus Sunnah di Indonesia Untuk Saudara-Saudara di Dammaj


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه.

أما بعد:

Sungguh kita berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Dammaj. Yaitu mereka dikepung oleh orang-orang zhalim dan lalim Syi’ah Rafidhah yang najis, para zindiq yang busuk!! Belum luntur dari ingatan kita penyerangan terhadap Dammaj dan sekitarnya setahun yang lalu. Kini mereka mengulanginya lagi.
Mujaddid Negeri Yaman, Asy-Syaikh al-Muhaddits Muqbil bin Hadi hafizhahullah telah mengatakan,

ومما ينبغي أن يعلم أن الرافضة لو تمكنت من أهل السنة – لا مكنهم الله من ذلك – لاستحلوا منهم ما لا يستحله اليهود والنصارى، ومن شك في كلامي قرأ تاريخ الرافضة

“Di antara yang semestinya diketahui, bahwa Syi’ah Rafidhah kalau seandainya mereka berhasil menguasai Ahlus Sunnah, niscaya mereka (Rafidhah) akan menghalalkan(darah) Ahlus Sunnah melebihi penghalalan yang dilakukan oleh Yahudi dan Nashara. Siapa yang ragu (tidak percaya) terhadap ucapanku ini, maka silakan membaca sejarah Rafidhah.” (Kitab al-Ilhad al-Khumaini fi Ardhi al-Haramain)
Pengepungan terhadap Dammaj mereka lakukan lagi sejak, Rabu 21 Agustus 2013 / 13 Syawwal 1434 kemarin. Kemudian terulang lagi sekitar 2 pekan lalu. Lalu sejak Rabu 25 Dzulhijjah 1434 kemarin situasi semakin memanas. Penyerangan gencar mereka lakukan terhadap kaum muslimin ahlus sunnah di Dammaj. Mereka telah mengerahkan berbagai macam jenis persenjataan seperti rudal, tank, senjata berat, dan selain dari itu untuk menghancurkan Dammaj dengan serangan yang membabi buta.
Namun, semata-mata pertolongan dari Allah, di sela-sela berbagai serangan dahsyat tersebut, terdengar berita-berita kemenangan para pahlawan mujahidin atas kaum najis rafidhah tersebut.
Sebagaimana himbauan asy-Syaikh al-’Allamah al-Walid Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,tertanggal 26-12-1434 H
Sesungguhnya permusuhan antara Ahlus Sunnah dan Syiah Rafidhah al-Bathiniyyah merupakan permusuhan antara kekufuran melawan Islam. Maka wajib bagi semua Ahlus Sunnah di manapun mereka berada, di negara Yaman ataukah di luar Yaman, agar mereka mengerahkan bantuan untuk menolong saudara-saudaranya. Dan kita memohon kepada Allah, semoga Allah menghancurkan kesombongan Syiah Rafidhah Al Bathiniyyah beserta seluruh musuh-musuh Islam di semua penjuru bumi.”
Juga sebagaimana himbauan ‘ulama ahlus sunnah lainnya,
- Para masyaikh Dakwah Salafiyyah di Yaman, dalam Bayan (Keterangan) tertanggal 15 Dzulhijjah 1434 H, (yang telah disetujui oleh al-’Allamah Rabi’ al-Madkhali)
- Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan
- Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin al-’Abbad
- Asy-Syaikh Shalih as-Suhaimi,
Dan para masyaikh lainnya hafizhahumullah,

Maka dalam rangka menindaklanjuti fatwa dan himbauan para ‘ulama Dakwah Salafiyyah tersebut, para asatidzah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia berusaha menjembatani kaum muslimin di Indonesia dalam hal menyalurkan donasi kepada mereka.


Donasi dana bisa disalurkan melalui Rekening Mandiri 9000002394642 KCP Kaliurang
Atas nama Luwih Agus Triyono

Kami ucapkan jazakumullah khoir kepada seluruh kaum muslimin yang
telah membantu dalam program ini
* * *
Tidak lupa pula, termasuk di antara isi penjelasan para masyaikh Dakwah Salafiyyah di Yaman dalam keterangan (Bayan) yang telah disepakati oleh asy-Syaikh Rabi’ di atas – [hafizhahumullah jami'an] – adalah :
“Barangsiapa yang mampu berangkat menuju Dammaj, dalam rangka membantu saudaranya yang sedang terdzhalimi maka hendaknya ia lakukan.”
Juga fatwa asy-Syaikh al-’Allamah ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah, bahwa apabila tidak ada pertolongan dari pihak pemerintah, maka di Dammaj telah tegak jihad yang syar’ie. Jihad itu hukumnya wajib ‘ain atas setiap penduduk Dammaj, serta mereka yang berada disekitarnya. Dan wajib kifayah atas penduduk di tempat-tempat lain (selain Dammaj dan sekitarnya, pen).
Juga ditegaskan oleh asy-Syaikh ‘Abdurrahman al-’Adeni hafizhahullah, “Barangsiapa yang mampu untuk membantu penduduk Dammaj dengan fisiknya maka lakukanlah. Hal ini telah difatwakan oleh para ‘ulama yang mulia.” (Muhadharah di masjid ar-Ridho tadi malam, 28 Dzulhijjah 1434 H)
asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin al-’Abbad hafizhahullah juga berkata, “Penduduk Yaman yang berada di dalam negeri ataupun di luar negeri bagi mereka hendaknya berangkat membantu saudara-saudaranya, hendaknya mereka berangkat membantu saudara-saudaranya. Termasuk juga agar diperhatikan, hal itu ia lakukan dengan izin kedua orang tuanya bila orang tuanya masih hidup”.
* * *
Maka kami juga mengajak salafiyyin untuk banyak mendoakan saudara-saudaranya di Dammaj, Semoga Allah menyelamatkan mereka dari orang-orang Rafidhah (Hutsi musyrik)

اللهم عليك بالرافضة المعتدين الأنجاس الحوثيين السَفَلة الظالمين أعداء الله رب العالمين ، والملائكة المقربين والأنبياء والمرسلين والصحابة والتابعين والأخيار والصالحين.اللهم عليك بهم فإنهم لا يعجزونك اقتلهم بددا واحصهم عددا ولا تغادر منهم أحدا .اللهم لا تدع لهم سلاحاً إلا دمرته ، ولا جمعاً إلا فرقته ، ولا قوياً إلا أوهنته.اللهم أرنا فيهم عجائب قدرتك ، وسلط عليهم الأوبئة والأمراض ، والحيات والعقارب ، اللهم اقذف الرعب في قلوبهم ، اللهم أرنا فيهم يوماً أسود كيوم عادٍ وثمود.اللهم اجعل تدبيرهم سبباً في تدميرهم واجعل الدائرة تدور عليهم ، فرِّق جمعهم وشتت شملهم وأنزل صواعقك عليهم يا رب العالمين.اللهم انتقم لأهل دماج منهم يا منتقم يا جبار.اللهم كن لإخواننا المسلمين في دماج نعم المولى ونعم النصير ، وانصرهم على الحوثيين الملاعين أعداءك أعداء الدين أعداء الإسلام والمسلمين.اللهم انصر أهل دماج نصراً عزيزاً مؤزراً وقوي شوكتهم ونجهم من كيد ومكر وشر الرافضة المشركين.دعوناك يا ربنا كما أمرتنا فاستجب لنا كما وعدتنا.وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

tertanda asatidzah Ahlus Sunnah di Indonesia
28 Dzulhijjah 1434 H / 2 November 2013 M

[AUDIO]: Buktikan Cintamu Terhadap Saudaramu

[AUDIO]: Buktikan Cintamu Terhadap Saudaramu “SESI 1 - BUKTIKAN CINTAMU TERHADAP SAUDARAMU” KAJIAN AL USTADZ ABDUL MU'THI SUT...