Senin, 27 Mei 2013

>>Menempatkan Ayat Kursi, Lafzhul Jalalah, dan Kalimat "Muhammad Rasulullah" pada Salah Satu Sisi Perhiasan Emas untuk Kaum Wanita dan Anak-anak



Pertanyaan :
Apa hukum menempatkan yat ursi af hul jalalah lafadz " Allah dan kalimat "M uhammad asulullah pada salah satu sisi perhiasan emas bagi kaum wanita dan anak-anak? Apa pula hukum masuk lokasi pemandian dalam kondisi memakai emas tersebut Berilah kami manfaat ilmu. Jazakumullahu kh air .

Jawab an :
Perbuatan ini salah l-Qur'an diturunkan bukan untuk sesuatu yang sia-sia , dengan menulisnya di atas emas bejana dan sebagainya Allah menurunkan al-Qur'an hanyalah sebagai obat bagi penyakit-penyakit hati petun uk untuk manusia cahaya kasih say ng dan peringatan untuk orang-orang yang beriman. Tidaklah l-Qur'an diturunkan agar mereka menggantungnya di perhiasan atau di pakaian mereka.
Adapun masuknya mereka ke lokasi pemandian un uk buang hajat dalam keadaan memakainya hal itu tidak bisa dan tidak sepantasnya. Al-Qur'an harus dimuliakan, diagungkan, dan disucikan dari perlakuan-perlakuan jelek seperti ini.l-Qur'an diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk. Allah subhanahu wata'alaberfirman yang artinya
Kami turunkan dari l-Qur'an itu suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. l-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang za lim selain ker ugi an. l- Isra : 82)
<<www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>
Oleh karena itu, menggantungkan l-Qur'an dengan cara demikian tidak diperbolehkan Bahkan wajib menghapus l-Qur'an dan menghilangkannya dari tempat-tempat tersebut, baik emas maupun selainnya. Sebab, perbuatan menggantungkan al-Qur'an tersebut mengandung penghinaan terhadap l-Qur'an. Demikian pula masuknya mereka ke lokasi pemandian kamar mandi ,atau tempat buang hajat dalam keadaan membawa l-Qur'an adalah tidak mungkin agaimanapun keadaannya. Bahkan wajib menghapus l-Qur'an (dalam kondisi ini) dalam rangka mengagungkan dan me muliakannya sebagaimana telah dinyatakan oleh para lama. Wallahu 'lam .
(Dijawab oleh sy -Sy aikh Abdullah bin Humaid  ebagaimana dalam Fatawa al-Mar'ah )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar