Kamis, 16 Mei 2013

>>Benarkah Isra’ Mi’raj pada 27 Rajab ?



Sebagian besar kaum muslimin, terkhusus di negeri ini meyakini bahwa peristiwa Isra 'Mi'raj jatuh pada malam 27 Rajab. Biasanya mereka isi malam itu dengan qiyamullail kemudian puasa pada siang harinya. Berbagai perayaan pun diadakan untuk memperingati peristiwa yang menjadi salah satu mu'jizat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tersebut. Benarkah Isra 'dan Mi'raj ini terjadi pada malam 27 Rajab?
Para ulama sejak dahulu sudah membahas dan menjelaskan permasalahan ini dalam kitab-kitab mereka. Dan kesimpulan dari keterangan mereka adalah:
Bahwa tidak ada satupun dalil yang shahih dan sharih (jelas) yang menunjukkan kapan waktu terjadinya Isra 'dan Mi'raj. Para sejarawan sendiri berbeda pendapat dalam menentukan kapan waktu terjadinya peristiwa itu.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani rahimahullah menyatakan ada lebih dari sepuluh pendapat yang berbeda-beda dalam menentukan kapan waktu terjadinya Isra 'dan Mi'raj, di antaranya ada yang menyebutkan pada bulan Ramadhan, ada yang menyebutkan pada bulan Syawwal, bulan Rajab , Rabi'ul Awwal, Rab'iul Akhir, dan berbagai pendapat yang lain.
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan: "Diriwayatkan dengan sanad yang tidak shahih dari Al-Qasim bin Muhammad bahwa Isra 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terjadi pada 27 Rajab. Riwayat ini diingkari oleh Ibrahim Al-Harbi dan para ulama yang lain. "
Al-'Allamah Abu Syamah rahimahullah dalam kitabnya, Al-Ba'its 'ala Inkaril Bida' wal hawaditsmenyebutkan bahwa terjadinya Isra 'bukan pada bulan Rajab. Kemudian ia juga mengatakan: "Sebagian tukang kisah menyebutkan bahwa Isra 'dan Mi'raj terjadi pada bulan Rajab, perkataan seperti ini menurut ulama ahlul jarh wat ta'dil adalah sebuah kedustaan ​​yang nyata."
Semakna dengan yang dikatakan oleh Abu Syamah di atas adalah keterangan Ibnu Dihyah, sebagaimana yang dinukil oleh Ibnu Hajar rahimahumullahu jami'an .
Sekarang, mari kita menengok bagaimana penjelasan Al-Hafizh An-Nawawi rahimahullah -seorang ulama besar madzhab Syafi'i dan sering dijadikan referensi oleh kaum muslimin termasuk di Indonesia-terkait permasalahan ini. Dalam kitabnya, Syarh Shahih Muslim , beliau berkata:
"Peristiwa Isra 'ini, sebagian kecil berpendapat itu terjadi 15 bulan setelah diutusnya beliau shallallahu 'alaihi wasallam . Al-Harbi mengatakan bahwa itu terjadi pada malam 27 bulan Rabi'ul Akhir, satu tahun sebelum hijrah. Az-Zuhri mengatakan bahwa itu terjadi 5 tahun setelah diutusnya beliau shallallahu 'alaihi wasallam . Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nabi mengalami peristiwa Isra 'ketika agama Islam sudah tersebar di kota Makkah dan beberapa qabilah. "
Dia tidak memastikan bahwa Isra 'dan Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab, beliau hanya sebatas menukilkan pendapat sebagian ulama sebagaimana telah disebutkan.
www.salafyciampeabogor.blogspot.com - Untukmu yang mencintai Rasul Shalallahu Alaihi Wassalam

Sebagian ulama memperkirakan bahwa peristiwa Isra 'dan Mi'raj ini terjadi tiga atau lima tahun sebelum hijrah. Karena setelah mendapatkan wahyu perintah untuk mendirikan shalat lima waktu pada peristiwa tersebut, beliau shallallahu 'alaihi wasallam masih sempat menunaikannya beberapa waktu bersama Khadijah radhiyallahu 'anha , istri beliau. Dan tidak diperselisihkan bahwa Khadijah radhiyallahu 'anhameninggal tiga atau lima tahun sebelum hijrah. Wallahu a'lam.
Berdasarkan keterangan para ulama di atas, maka kita tidak bisa menetapkan, memastikan, ataupun meyakini bahwa peristiwa Isra 'Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab. Hanya Allah subhanahu wata'alasajalah yang mengetahui kapan peristiwa tersebut terjadi, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallamsebagai hamba-Nya yang menjalaninya. Sementara kita tidak mendapatkan satupun ayat al-Qur'an maupun hadits yang memberitakan kapan peristiwa tersebut terjadi.
Hukum Merayakan Peringatan Isra 'Mi'raj
Nantikan tulisan berikutnya, Insya Allah.
Sumber:
Sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=593

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar