>>Inilah kedudukanmu yang Mulia Itu Wahai Muslimah>>


Allah subhanahu wata'ala, Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang telah bertitah kepadamu,"Hendaklah kalian (kaum wanita) tetap di rumah kalian, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu" (al-Ahzab: 33)Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya, dan ia akan ditanyai tentang apa yang ia pimpin itu" 


<<www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>


>>Islam, Agama Sehat>>


Banyak citra dihembuskan untuk menjelekkan Islam. Islam digambarkan sebagai agama yang kumuh, kolot, terbelakang, dan jauh dari kesehatan. Pemeluknya dianggap tidak mementingkan kesehatan dan keindahan. Realitanya, banyak hadits dan atsar-atsar ulama menganjurkan untuk memerhatikan kesehatan. Rasulullah ` pun pernah menyabdakan:

تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ

“Berobatlah karena Allah U tidak menurunkan penyakit kecuali pasti menurunkan obatnya, kecuali satu penyakit: pikun.” [H.R. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani].
Imam Asy-Syafi’i v mengatakan, “Aku tidak mengetahui ilmu yang lebih cerdas setelah ilmu mengenai halal dan haram daripada ilmu kedokteran.” Hal ini karena ilmu dibagi menjadi dua: ilmu mengenai agama dan ilmu mengenai badan. Ilmu yang pertama membahas kesehatan rohani sedang ilmu yang kedua membahas kesehatan jasmani. Demikianlah, agama Islam sangat perhatian terhadap perkara kesehatan.
Rasulullah ` juga telah memberitakan beberapa jenis pengobatan yang sejatinya merupakan mukjizat bagi beliau. Di mana, dengan penelitian modern tersingkap secara klinis manfaat dan kegunaannya.
<<www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>
  1. Madu
Siapa yang tak kenal madu. Minuman kental yang manis ini sudah dipercaya sejak lama sebagai obat manjur dan lezat. Di dalam Al-Quran Allah berfirman yang artinya, “Keluar dari perut lebah minuman yang bermacam-macam warnanya di dalamnya ada obat bagi manusia.” [Q.S. An-Nahl:69].
Madu banyak mengandung gula. Karena gula yang dikandung madu adalah gula sederhana, energi madu mudah diserap tubuh. Walau begitu, gula yang dikandung madu memiliki kalori 40% lebih rendah daripada kalori gula biasa (sukrosa). Artinya, meski madu memberikan energi yang besar, madu tidak menambah berat badan. Inilah alasannya madu sangat baik untuk orang yang membutuhkan energi spontan seperti para olahragawan hingga orang yang berniat diet kalori.
Selain gula, madu juga mengandung mineral-mineral penting seperti Magnesium, Kalium, Kalsium, Belerang, Besi, dan Sulfat. Madu juga mengandung vitamin-vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan C. Kandungan ini sangat tergantung pada nektar dan jenis bunga.
Madu memiliki sifat melawan bakteri. Mengoleskan madu pada luka bisa mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pada kasus luka bakar, madu juga bisa digunakan untuk mempercepat penyembuhan karena lebih cepat mengeringkan luka.

  1. Habbatus Sauda (Nigella sativa)
Di Indonesia, Habbatus Sauda` sering juga disebut dengan jintan hitam. Biji bunga yang berwarna hitam ini memiliki khasiat yang sangat banyak. Rasulullah ` pernah bersabda, “Sesungguhnya habbatus sauda` adalah obat dari segala penyakit kecuali kematian.” [H.R. Al-Bukhari dan Muslim].
Habbatus sauda` mengandung banyak gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Sterol dan beta-sitosterol yang merupakan zat anti tumor membuktikan sahnya habbatus sauda` untuk digunakan sebagai obat anti tumor. Juga dilaporkan bahwa minyak habbatus sauda` efektif untuk merawat orang yang kecanduan.
Peneliti di Pusat Kanker Kimmel, Universitas Thomas Jefferson di Philadelpia menemukan bahwathymoquinone dalam ekstrak minyak jintan hitam mampu memblokir pertumbuhan sel kanker pankreas dan membunuh sel tersebut dengan memprogram semacam ‘bunuh diri’ bagi sel kanker tersebut yang sering disebut proses apoptosis.
Namun, meminum jintan hitam tidak boleh overdosis. Jintan hitam memiliki kandungan melanthin dan nigilline.Melanthin beracun dalam dosis besar dan nigelline memiliki pengaruh membuat lumpuh, maka jintan hitam harus dikonsumsi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Inilah sekilas ulasan dua buah obat mujarab yang disebutkan oleh Rasulullah `. Hal ini juga menjelaskan kepada kita bahwa Islam bukan agama yang tidak mencintai kesehatan. Islam adalah agama sehat di bawah wahyu ilahi yang menjamin manjur dan mujarabnya obat dan metode yang dipakai. Allahu a’lam bish shawab.(abdurrahman) sumber : http://tashfiyah.net/2011/05/islam-agama-sehat/#comment-601

>>Kelompok Rekaman Faidah Ringkas Al Manshuroh 101.4 FM>>


بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut ini rekaman-rekaman singkat (selingan) penelitian dari asatidzah ahlussunnah yang sering diputar di Radio Al Manshuroh 101.4 FM Purbalingga, tafadhol didownload
 No Judul Ulasan

 1

Ust Mukhtar - Jangan Tertipu dengan dunia

2

Ust Abu Hamzah Yusuf - Rokok Haram

3

Ust Abu Hamzah Yusuf - Terorisme Berkedok Jihad

4

Ust Abu Hamzah Yusuf - Jangan Tergesa-gesa

 5

Ust Abu Hamzah Yusuf - Kewajiban Menjaga Hidayah

 6

Ust Rijal - Bersiap Menghadapi Kiamat

7

Ust Ridhwan - Peringatan Dusta

8

Ust Abdurrahman Lombok - Ud'u Illa Sabili Rabika

 9

Ust Luqman Ba'abduh - Kehidupan Dunia

 10

Ust Mukhtar - Semakin Bertambah Umur Semakin Bertambah Iman

11

Ust Muhammad As Sewed - Rokok Haram

 12

Ust Muhammad As Sewed - Penyesalan Orang Kafir

 13

Ust Mukhtar - Ikhlas

 14

Ust Luqman - Orang Alim Akan Diangkat Derajatnya

 15

Ust Mukhtar - Anak Muda

16

Ust Agus Sua'idi - Bedoa'lah Kepada Allah

17

 Ust Agus Sua'idi - Fitroh Manusia diatas Islam

18

Ust Agus Sua'idi - Hal yang menyimpangkan dari Kebenaran

 19

Ingatlah kepada Allah

 20

 Ust Askary - Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah

21

Ust Abdurrahman Lombok - Kecintaan Mu'minin kepada Allah

22

Ust Saeful Bachri - Ketidaktahuan Penyebab Kekufuran

23

Fitur Penghuni Neraka

24

 Ust Fauzan - Dunia itu Sementara

25

 Ust Amr Syuroif - Cinta Nabi Yusuf kepada Allah

26

Ust Muhammad As Sewed - Taat kepada Pemerintah

 27

Ust Agus Sua'idi - Memaafkan Saudara

 28

Ust Asykari - Bahaya Meninggalkan Sholat

 29

Ust Abdul Haq - Taqwa Kepada Allah

 30

Ust Abu Sufyan - Anjuran Menjaga Sholat

 31

Kebenaran tidak dilihat dari banyaknya pengikut

 32

Ust Ridhwan - Sabar dan Sholat Solusi Menghadapi Problemasumber: http://almanshuroh.net/kumpulan-rekaman-faidah-ringkas-al-manshuroh-101-4-fm/

>>YA UKHTI ..., JAUHILAH TABARRUJ ...!



Apa itu Tabarruj ...? Tabarruj yakni bila "seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria." [Fathul Bayan 7/274]Allah Azza wajalla tentang permasalahan ini berfirman dalam Surah Al-Ahzab:(33) ~ وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى وأقمن الصلاة وآتين الزكاة وأطعن الله ورسوله إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا ¯ artinya: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kalian bertabarruj seperti bertabarruj-nya wanita jahiliyyah dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta `atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS Al-Ahzab: 33] ------------------------Imam Adz ~ Dzahabi berkata dalam "Al ~ Kaba` ir "yakni" Di antara perbuatan yang menyebabkan para wanita mendapat laknat adalah menampakkan perhiasan emas dan permata yang ada di balik pakaiannya, memakai misk, Anbar (nama sejenis parfum) dan parfum jika keluar dari rumah, memakai pakaian-pakaian yang dicelup, sarung-sarung sutra dan penutup kepala yang pendek, bersamaan dengan itu dia memajangkan pakaian, memperluas dan memperpanjang ujung lengan pakaian.Semua itu termasuk tabarruj yang Allah murkai. Allah murka kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Karena perbuatan-perbuatan ini yang banyak dilakukan wanita, Rasulullah Shalallohu `alaihi wasallam bersabda: "....... Aku memandang ke neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita. " Hadits ini diriwayatkan oleh: 1. - Bukhari dalam kitab Bad'ul Khalq bab Maa Ja'a fi Shifatil Jannah (kitab 59 bab 8). 2. - Tirmidzi dalam kitab Shifatil Jahannam bab Maa Ja'a Anna Aktsara Anggota Nar An Nisa '(kitab 40 bab 11 hadits ke-2602), dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi 2098 dari Ibnu Abbas. 3. - Ahmad 2/297 dari Abu Hurairah. Dan hadits ini dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami '1030.Dari Imran bin Hushain berkata: "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah para wanita .... ' (HR. Muslim 95, 2738. An Nasa'i 385)

<<www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>

Saya (Syaikh Al ~ Albani, pent.) Berkata: "Islam telah bersikap keras dalam memperingatkan ummatnya dari perbuatan tabarruj ini sampai menyandingkannya dengan kesyirikan, zina, mencuri dan perbuatan haram lainnya. Itu terjadi ketika Nabi Shalallohu `alaihi wasallam membai` at para wanita agar mereka tidak melakukan hal-hal itu. Abdullah bin `Amr radhiyallahu` anhu berkata: Umaimah binti Ruqaiqah datang kepada Rasulullah Shalallohu `alaihi wasallam untuk berbai` at kepada beliau, maka beliau berkata: "Saya akan membai'atmu untuk engkau tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, jangan engkau mencuri, berzina, membunuh anakmu, melakukan kebohongan yang engkau buat antara hadapanmu dan antara dua kakimu, jangan meratap dan jangan bertabarrujnya jahiliyyah dahulu. "Ketahuilah, bukan termasuk hal terlarang sedikitpun jika pakaian wanita yang dia pakai berwarna putih atau hitam, sebagaimana yang dianggap oleh sebagian wanita yang komit terhadap Sunnah. Itu dengan alasan: ® Pertama: Sabda Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam yang berbunyi: "Parfum wanita adalah yang jelas warnanya dan lembut harumnya ... "® Kedua: Pengalaman para wanita sahabat, dengan kisah sebagai berikut: 1: Dari Ibrohim An Nakha'i bahwa dia masuk bersama Alqamah serta Al Aswad kepada isteri - isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka dia melihat mereka menyelimuti diri mereka dengan pakaian berwarna merah. 2: Dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata; Aku melihat Ummu Salamah mengenakan jilbab dan berselimut dengan pakaian yang dicelup ddengan warna mu `ashfar (campuran antara kuning dan merah). 3: Dari Al qosim, yaitu Ibnu Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq dia berkata bahwa 'Aisyah memakai pakaian yang dicelup dengan mu'ashfar, padahal dia waktu itu sedang ihram. " (Jilbab Al Mar'ah Al Muslimah 120-123 dengan sedikit ringkasan).----------------------- Disadur dari Buletin Islamiy Al-Minhaj, edisi I / I Rubrik "Mar` ah Sholihah " Terbitan Maktabah Adz Dzahabi Group, sumber:http://www.darussalaf.or.id/muslimah/ya-ukhti-jauhilah-tabarruj/


<<download gratis>> TOP AUDIO MP3 HARI INI, Rabu, 29 Mei 2013 <<BAGUS>>




playlist : Dauroh Ulama Yaman 1434 Rajabustadz : Asy Syaikh Utsman As Salimi


playlist : Dauroh Ulama Yaman 1434 Rajabustadz : Asy Syaikh Sayyaf Ar Rodaa'I


playlist : Grup Tausiyah Ustadz Mukhtar ustadz: Al Ustadz Mukhtar

<<www.salafyciampeabogor.blogspot.com>>

playlist : Dauroh Ulama Yaman 1434 Rajabustadz : Asy Syaikh Sayyaf Ar Rodaa'I


playlist : Dauroh Slipi Jakarta 12 Mei 2013ustadz : Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf


playlist : Dauroh Slipi Jakarta 14 April 2013ustadz : Al Ustadz Afifuddin


playlist : Matan Jurumiyah ustadz : Al Ustadz Agus Suaidi


playlist : Dauroh Slipi Jakarta 14 April 2013ustadz : Al Ustadz Abdurrahman Mubarok


playlist : Ulasan Bedah Buku Janganlah Anda Marah ustadz : Al Ustadz Abdul Malik


>>Peringatan Maulid Nabi Dalam Timbangan Islam>>

Sejarah Peringatan Hari Maulid Nabi Bulan Rabi'ul Awwal dikenang oleh kaum muslimin sebagai bulan maulid Nabi, karena pada bulan itulah, tepatnya pada hari senin tanggal 12, junjungan kita nabi besar Muhammad dilahirkan, menurut pendapat jumhur ulama. Mayoritas kaum muslimin pun beramai-ramai memperingatinya karena terdorong rasa mahabbah (kecintaan) kepada beliau, dengan suatu keyakinan bahwa ini adalah bagian dari hari raya Islam, bahkan terkategorikan sebagai amal ibadah mulia yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Lalu sejak kapankah peringatan ini diadakan?Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah-Al 'Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada' Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi-mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H sampai 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi'ah Isma'iliyyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172).Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya Al Mawaa'izh Wal i'tibar 1/490. (Lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)Adapun Asy Syaikh Ali Mahfuzh maka beliau berkata: "Di antara ahli sejarah ada yang menilai, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah di Kairo, pada abad ke-4 H. Mereka menyelenggarakan enam perayaan maulid, yaitu maulid Nabi, maulid Imam Ali t, maulid Sayyidah Fathimah Az Zahra, maulid Al Hasan dan Al Husain, dan maulid raja yang sedang berkuasa. Festival tersebut terus berlangsung dengan berbagai modelnya, sampai akhirnya dilarang pada masa Raja Al Afdhal bin Amir Juyusy. Namun kemudian dihidupkan kembali pada masa Al Hakim bin Amrullah pada tahun 524 H, setelah hampir dilupakan orang. (Al ibda 'fi Mazhahiril Ibtida', hal. 126)Hukum Memperingati Maulid NabiHari kelahiran Nabi memiliki keutamaan di sisi Allah. Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah: "Nabi Muhammad lahir pada tahun gajah. Peristiwa ini (yakni dihancurkannya tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ketika hendak menyerang Ka'bah) adalah sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi-Nya dan Baitullah Ka'bah. "(Zaadul Ma'ad: 1/74)Lalu apakah dengan kemuliaan tersebut lantas disyari'atkan untuk memperingatinya? Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tolok ukur suatu kebenaran adalah Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah dari kalangan sahabat Nabi. Allah berfirman (artinya): "Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (yakni Al Qur'an) dan Rasul-Nya (yakni As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat." (An Nisaa ': 59)Subhanallah!, Ketika kita kembali kepada Al Qur'an ternyata tidak ada satu ayat pun yang memerintahkannya, demikian pula di dalam As Sunnah Rasulullah tidak pernah melakukannya atau memerintahkannya. Padahal kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada sesuatu pun dari agama ini yang belum disampaikan oleh Nabi Muhammad. Nabi bersabda:ما بعث الله من نبي إلا كان حقا عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم وينذرهم شر ما يعلمه لهم"Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kepada umatnya segala kebaikan yang diketahuinya, dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang diketahuinya." (HR. Muslim)Bagaimana dengan para sahabat Nabi, apakah mereka memperingati hari kelahiran seorang yang paling mereka cintai ini?Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Merayakan hari kelahiran Nabi tidak pernah dilakukan oleh Salaf (yakni para sahabat), meski ada peluang dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Kalaulah perayaan maulid ini murni suatu kebaikan atau lebih besar kebaikannya, pastilah kaum Salaf t orang yang lebih berhak merayakannya dari kita. Karena kecintaan dan pengagungan mereka kepada Rasul lebih besar dari yang kita miliki, demikian pula semangat mereka dalam meraih kebaikan lebih besar dari kita. (Iqtidha 'Shirathil Mustaqim: 2/122)Bagaimana dengan tabi'in, tabi'ut tabi'in dan Imam-Imam yang empat (Al Imam Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi'i dan Ahmad), apakah mereka merayakan maulid Nabi? Jawabnya adalah bahwa mereka sama sekali tidak pernah merayakannya.
www.salafyciampeabogor.blogspot.com
Dan bila kita renungkan lebih dalam, ternyata peringatan Maulid Nabi ini merupakan bentuk tasyabbuh (penyerupaan) terhadap orang-orang Nashrani.Karena mereka biasa merayakan hari kelahiran Nabi Isa u. Rasulullah bersabda:من تشبه بقوم فهو منهم"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka." (HR Ahmad)Para pembaca yang budiman, mungkinkah suatu amalan yang tidak ada perintahnya di dalam Al Qur'an dan As Sunnah, tidak pernah dilakukan atau diperintahkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, tidak pernah pula dilakukan oleh tabi'in, tabi'ut tabi'in dan Imam -Imam yang empat (Al Imam Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi'i dan Ahmad), bahkan hasil rekayasa para raja kerajaan Fathimiyyah yang dari keturunan Yahudi, dan juga mengandung unsur penyerupaan terhadap orang-orang Nashrani, tergolong sebagai amal ibadah dalam agama ini ? Tentu seorang yang kritis dan berakal sehat akan mengatakan: 'tidak mungkin', bahkan tergolong sebagai amalan bid'ah yang sangat berbahaya.Rasulullah bersabda:من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد"Barangsiapa mengada-adakan sesuatu hal yang baru dalam agama kami ini yang bukan bagian darinya, maka amalannya akan tertolak." (Muttafaqun 'Alaihi)Lebih dari itu, Allah berfirman (yang artinya): "Barangsiapa yang menyelisihi Rasul setelah jelas baginya kebenaran dan mengikuti selain jalan orang-orang mukmin (yakni sahabat Nabi), maka Aku akan palingkan ke mana mereka berpaling dan Kami masukkan mereka ke dalam Jahannam. "(An Nisaa ': 115)Bagaimana, bila pada sebagian acara yang tidak ada syariatnya tersebut justru diramaikan oleh senandung syirik ala Bushiri yang ia goreskan dalam kitab Burdahnya:"Duhai dzat yang paling mulia (Nabi Muhammad), tidak ada tempat berlindung bagiku dari hempasan musibah nan menggurita selain engkau.Kapan hari kiamat engkau tak berkenan mengambil tanganku sebagai bentuk kemuliaan, maka katakanlah duhai orang yang binasa.Karena sungguh diantara bukti kedermawananmu adalah adanya dunia dan akhirat, dan diantara ilmumu adalah ilmu tentang Lauhul Mahfuzh dan pena pencatat takdir (ilmu tentang segala kejadian). "Padahal, Rasulullah jauh-jauh hari telah memperingatkan umatnya dengan sabda beliau (artinya): "Janganlah kalian berlebihan didalam memuliakanku sebagaimana orang-orang Nashrani berlebihan didalam memuliakan Isa bin Maryam, sungguh aku hanyalah seorang hamba, maka ucapkanlah (untukku): Hamba Allah dan Rasul-Nya. "(HR Al Bukhari). Demikian pula Allah telah berfirman (artinya): "Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib, serta tidak (pula) aku mengatakan padamu bahwa aku adalah malaikat." (Al An ' am: 50)Serba - SerbiPara pembaca, ketahuilah bahwa semata-mata niat baik bukanlah timbangan segalanya. Lihatlah bagaimana sikap Abdullah bin Mas'ud t terhadap sekelompok muslimin yang duduk di masjid dalam keadaan membaca takbir, tahlil, tasbih, dan berdzikir dengan cara yang belum pernah dikerjakan Rasulullah, beliau berkata: "... celakalah kalian hai umat Nabi Muhammad!Alangkah cepatnya kehancuran menimpa kalian! Padahal para sahabat Nabi masih banyak yang hidup, pakaian beliau pun belum usang, dan bejana-bejana beliau pun belum hancur. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian merasa di atas suatu agama yang lebih benar dari agama Muhammad atau kalian justru sebagai pembuka pintu-pintu kesesatan? "Mereka menjawab:" Wahai Abu Abdirrahman (yakni 'mengunyah' dari Abdullah bin Mas 'ud), tidaklah yang kami inginkan (niatkan) kecuali kebaikan semata? Beliau menjawab: "Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak mendapatkannya." (HR. Ad Darimi 1/68-69).Al Imam Asy Syafi'i berkata:من استحسن فقد شرع"Barangsiapa yang menganggap baiknya suatu amalan (tanpa dalil), berarti ia telah membuat syari'at." (Al Muhalla fi Jam'il Jawaami '2/395)Demikian pula semata-mata mencintai Nabi tanpa meniti jalannya dan jalan orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya yakni para sahabat, adalah kecintaan yang palsu. Dengan tegas Allah berfirman (artinya): "Katakanlah (wahai Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku." (Ali Imran: 31)Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Sesungguhnya kesempurnaan cinta dan pengagungan terhadap Rasul terletak pada (kuatnya) ittiba '(mengikuti jejaknya), ketaatan kepadanya, menjalankan perintahnya, menghidupkan sunnahnya lahir maupun batin, dan menyebarkannya serta berjihad dalam upaya tersebut baik dengan hati, tangan dan lisan. "(iqtidha 'Shirathil Mustaqim: 2/122)Para pembaca, mungkin dalam hati kecil ada yang bergumam: "Tidakkah peringatan maulid Nabi ini termasuk bid'ah hasanah?"Kita katakan bahwa Rasulullah bersabda: وإياكم و محدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة"Hati-hatilah kalian dari hal-hal yang diada-adakan (dalam agama) karena sungguh semua yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu adalah sesat." (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)Beranikah seorang yang mengaku cinta kepada Rasulullah menyelisihi sabda beliau? Rasulullah nyatakan setiap bid'ah itu adalah sesat, lalu ia menyatakan bahwa ada bid'ah yang hasanah (baik)?!! Sungguh ironis seorang yang katanya cinta kepada Rasul sehingga sangat berkepentingan untuk memperingati hari kelahirannya, namun dalam mewujudkannya harus menentang Rasulullah.Apakah itu hakekat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya? Tentu jawabannya 'Tidak', karena hakekat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dengan ketaatan yang sempurna kepada keduanya, sebagaimana yang dikandung oleh firman Allah dalam QS Ali Imran: 31.Cukuplah sebagai bukti kesesatannya dan bukan hasanah, ketika Rasulullah, para sahabatnya, para tabi'in, tabi'ut tabi'in dan para imam setelah mereka (termasuk imam yang empat), tidak melakukannya dan tidak pernah membimbing umat untuk mengerjakannya. Kalaulah ia hasanah, pasti mereka telah merayakannya dan menyumbangkan segala apa yang mereka punya untuk acara tersebut, namun ternyata mereka tidak melakukannya. Sahabat Abdullah bin Umar berkata: "Setiap bid'ah itu sesat meskipun orang-orang menganggapnya hasanah (baik). (Al Ushul I'tiqad Al Lika'i: 1/109)Al Imam Malik berkata: "Barangsiapa mengada-adakan hal baru dalam agama yang dia pandang itu adalah baik, sungguh ia telah menuduh bahwa nabi Muhammad telah berkhianat terhadap risalah (yang beliau emban). Karena Allah berfirman (artinya): "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agama bagi kalian, dan Aku telah lengkapkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah ridha Islam menjadi agama kalian". Atas dasar ini, segala hal yang pada waktu itu (yakni di masa nabi / para sahabat) bukan bagian dari agama, maka pada hari ini pula hal itu bukan termasuk agama. "(Al I'tisham: 1/49)Mungkin ada yang berseloroh, kalau melakukannya dengan niatan ibadah maka bid'ah, tapi kalau sekedar memperingati agar lebih mengenal sosok Rasulullah maka mubah, bahkan bisa jadi sunnah atau wajib, karena setiap muslim wajib mengenal Nabinya. Kita katakan kepadanya bahwa itu tidak benar!, Karena sungguh ironis seorang yang mengaku cinta kepada Nabi r, mengenalinya kok hanya setahun sekali?! Mengenal sosok beliau tidaklah dibatasi oleh bulan atau tanggal tertentu. Jika ia dibatasi oleh waktu tertentu, apalagi dengan cara tertentu pula, maka sudah masuk kedalam lingkup bid'ah. Lebih dari itu, sangat mustahil atau kecil kemungkinannya bila tidak disertai niat merayakan hari kelahiran beliau, yang ini pun sesungguhnya sudah masuk kedalam lingkup tasyabbuh dengan orang-orang Nashrani yang dibenci oleh Rasulullah sendiri.Sudikah kita mengenal dan mengenang Nabi, namun ia sendiri tidak suka dengan cara yang kita lakukan?!Para pembaca, demikianlah apa yang bisa kami sajikan, semoga menjadi pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk bagi pencari kebenaran. Amiin, yaa Mujiibas Saailiin.Sumber: http://www.buletin-alilmu.com


[AUDIO]: Buktikan Cintamu Terhadap Saudaramu

[AUDIO]: Buktikan Cintamu Terhadap Saudaramu “SESI 1 - BUKTIKAN CINTAMU TERHADAP SAUDARAMU” KAJIAN AL USTADZ ABDUL MU'THI SUT...